KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Memasuki bulan Ramadan 1447 H, Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) menyelenggarakan kegiatan nafar. Pada nafar periode pertama, nafa diikuti tidak kurang dari 7.000 peserta.
Keberangkatan para nafirin dilepas langsung oleh Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc, M.Hum, bersama Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, S.I.K, M.H di Gedung Pengajian MTA Pusat, Jalan Ronggowarsito Nomor 111A Timuran, Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (18/2/2016) pagi.
Menurut Ketua Panitia Nafar Ramadan 1447 H, Ustadz Suprapto, S.Th.I, M.P.I, antusias warga dalam menyambut bulan Ramadan dengan nafar ini sangat tinggi. Mengingat jumlahnya lebih dari 7.000 orang, panitia memberikan izin kepada peserta yang melakukan pemberangkatan secara mandiri langsung menuju lokasi nafar.

“Dari pusat memberangkatkan lebih dari 7.000 lebih, 7.300an peserta. Ini satu angka yang luar biasa besar untuk diberangkatkan panitia pelaksana nafar pusat ke lebih dari 334 cabang dan perwakilan. Dengan data yang begitu banyak itu kita mengizinkan terutama yang mandiri-mandiri atau antarperwakilan, itu tidak usah dating ke pusat tetapi mengikuti secara online kegiatan kita ini. Sehingga mengurangi kepadatan di sini karena sekarang yang tempat parkir kita saja yang di Jalan Slamet Riyadi itu sudah penuh,” jelas Ustadz Suprapto.
Selain itu, beberapa peserta nafar di luar Pulau Jawa, seperti di Jayapura hingga Sumatra sudah diberangkatkan pada Selasa (17/2/2026) siang.
Sementara dalam tausiahnya, Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah menyampaikan bahwa selain tafaqquh fiddin atau proses mendalami, mempelajari, dan memahami ilmu agama Islam secara sungguh-sungguh berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, peserta nafar akan menjalin silaturahmi dengan seluruh warga masyarakat sekitar.
“Kegiatan nanti ada silaturahim juga. Saling merajut ukhuwah hubungan kekerabatan. Juga akan silaturahim dengan masyarakat sekitar. Selain itu akan terjadi saling tukar pikiran, tukar ilmu, bahkan tukar pekerjaan saling mebularkan. Kenapa harus ada tafaqquh fiddin? Karena Nabi kita bersabda, siapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah akan pahamkan tentang agama. Tidak cukup hanya dipahami. Setelah dipahami harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tausiah Al Ustadz di hadapan ribuan peserta nafar.

Tiga materi nafar Ramadhan 1447 Hijrah akan disampaikan, meliputi Islam Iman dan Ikhsan, Menjauhkan Perilaku Ananiyyah, dan Menjadikan Ukhuwah Sejati. Diharapkan dengan adanya kegiatan nafar Ramadan ini terjalin silaturahim yang erat, meningkatkan ilmu serta memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bulan suci yang penuh berkah. (TIM MEDIA MTA)












Tinggalkan Komentar