Tingkatan Ujian Bagi Manusia

Bahwa setiap manusia akan diuji oleh Allah, dan setiap mansia diuji dalam beberapa tingkatan, paling tidak ada 3 tingkatan ujian bagi manusia sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya QS. Al-Baqarah : 214 berikut :

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. [Al-Baqarah [2]:214]

Berdasar ayat tersebut terdapat 3 tingkatan ujian bagi manusia :

  1. Tingkatan ujian pertama adalah “ba saa” (ujian ringan) seperti seseorang kena sakit pilek atau batuk, yang mana secara fisik tidak terlihat ada yang sakit dan juga secara kejiwaan juga tidak sampai terguncang.
  2. Tingatan ujian kedua adalah “Dhara” ujian yang sudah mengguncang secara fisik seperti contoh sakit berat fisik, usaha bangkrut dan semacamnya, namun belum sampai mengguncang secara kejiwaan.
  3. Tingkatan ujian ketiga adalah “Zilzal” ujian yang sudah mengguncang fisik dan kejiwaan seseorang semisal orang yang terkena sakit kanker, stroke dan semacamnya, yang mana secara fisik sakit berat dan secara kejiwaan akan terguncang karena merasa sakitnya yang tidak mudah mendapatkan kesembuhan.

Seseorang tidak akan menerima ujian tingakatan di atasnya bila ujian tingkat pertama saja tidak lulus, dan para sahabat nabi dahulu menerima ujian itu ketiga-tiganya sekaligus, sehingga akhirnya bisa menjadikan pertolongan Allah itu dekat sebagaimana disampaikan dalam ayat di atas.
Maka jika seseorang menerima ketiga tinglatan ujian tersebut bisa lulus, maka seseorang itu termasuk hamba Allah yang pilihan yang akan mendapatkan surga dengan berhasilnya melewati ujian tersebut, sebab surga tidak mungkin hanya diraih dengan ongkang-ongkang kaki saja.