KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Dua orang ulama Timur Tengah menghadiri kegiatan pengajian umum di Gedung MTA Kota Solo, Jawa Tengah, pada Ahad (27/9/2026) pagi.
Masing-masing yakni Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah, seorang Pakar Makosid Syari’ah dan Ekonomi Islam Universitas Al-Azhar Mesir, yang berbicara soal membangun peradaban dengan landasan tauhid dan tafkiyatun nafs atau penyucian hati.
Ulama kedua ialah Dr. Yaman Al Istwani, delegasi dari Liga Universitas Islam Dunia serta pengajar tetap di lembaga pendidikan terkemuka Mujamma’ Al-Fath Al-Islamy yang berlokasi di Damaskus, Suriah. Pada kesempatan tersebut ia berbicara tentang pentingnya mempelajari tafsir Al-Qur’an.
Di hadapan ribuan peserta pengajian, Ustadz Mustofa Dasuki Kasbah menjelaskan tentang makosidul qur’an, yang terdiri dari tiga hal meliputi: tauhid, tazkiyatun nafs, dan imaratul ardh (memakmurkan bumi). Tauhid yaitu mengesakan Allah, menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Untuk mempunyai tauhid yang kuat, harus dengan jiwa yang suci dan bersih dari kotoran hati atau tazkiyatun nafz.

Pada kesempatan ini Ustadz Mustofa juga menjelaskan isi Al-Qur’an yang ketiga yaitu cara memakmurkan bumi-Nya Allah, menurut ketetapan-ketetapan Allah. Beliau juga menjelaskan tentang peran masjid, peran masyarakat, peran pondok pesantren, dan juga peran sekolah-sekolah Islam dalam pembentukan SDM yang berakhlak unggul.
Oleh karena itu beliau menyarankan agar MTA tidak berhenti di pengajian-pengajian seperti ini saja. “MTA jangan hanya berhenti di ilmu-ilmu din saja, tetapi terus bergerak dengan ilmu-ilmu modern juga. Jangan hanya mengkader di bidang ushuluddin, tarbiyah, dan syariah saja, tapi juga harus mengkader di bidang keilmuan modern. Seperti kedokteran, farmasi, teknik, dan sebagainya karena Islam tidak pernah memisahkan atau tidak ada pemisahan (dikotomi) antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Maka orang Islam harus melek tentang ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.”
Pada kedatangannya yang kali ke empat ini, Ustadz Mustofa memberikan arahan agar ke depan MTA mendirikan universitas dan rumah sakit yang keduanya membutuhkan biaya. Untuk mewujudkan hal itu, maka harus dilakukan secara bersama-sama. Yang diberi kelebihan dari sisi finansial, jihadkan hartanya dalam kebersamaan untuk mendirikan Universitas dan Rumah Sehat MTA.

Tafsir Al-Qur’an
Sedangkan pada kesempatan yang sama, Ustadz Yaman Al Ismani menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu tafsir. Dari ilmu tafsir kita bisa memahami bahwa hal pertama ketika Nabi Adam dan Ibunda Hawa melanggar larangan Allah mendekati pohon, hukuman pertama bukan diturunkan dari surga. Melainkan hukuman pertamanya adalah tersingkapnya aurat keduanya.
“Di era sekarang, siapapun yang menyingkap aurat sendiri dengan sengaja maka sungguh ia telah memilih dirinya mendapat hukuman dariAllah. Nabi Adam dan Hawa ketika sadar auratnya terbuka, mereka berusaha menutup aurat dengan daun-daun. Itu semua kita ketahui dari mempelajari tafsir.”
Dengan mempelajari tafsir, kita juga menjadi tahu jika mukjizat kepada nabi itu beraneka macam. Kepada Nabi Nuh, kayu sebagai mukjizat. Sementara air menjadi mukjizat bagi Nabi Musa. Oleh karena itu penting belajar tafsir Al-qur’an. Ustadz Yaman berharap MTA terus istilomah dalam kegiatannya. (TIM MEDIA MTA)












Tinggalkan Komentar