Siapakah orang yang mendapatkan kebaikan dari Allah

Pada jaman sekarang ini mungkin akan banyak yang mengira bahwa orang yang mendapatkan kebaikan dari Allah adalah orang yang diberikan harta berlimpah, jabatan atau kekuasaan yang tinggi, orang yang anak dan keturunanya banyak, usaha atau bisnisnya sukses dan terus berkembang dan lain sebagainya yang serupa dengan hal tersebut.

Begitu juga halnya pada jaman Rasulullah, bahwa mereka mengira kalau orang dengan harta banyak dan anak yang banyak adalah orang yang mendapatkan kebaikan dari Allah, ternyata bukan itu yang menjadikan orang mendapatkan kebaikan dari Allah, tetapi siapakah orang yang segera mendapatkan kebaikan dari Allah ? Mari kita lihat ayat Allah dalam Qur’an Surat Al-Mu’minun ayat 55-61

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍ٥٥ نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ ٥٦ إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ ٥٧ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ ٥٨ وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ ٥٩ وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ ٦٠ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ ٦١

Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya, dan mereka tidak mempersekutukan Tuhannya, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya, mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya. [QS.23:55-61]

Sebagaimana dijelaskan pada ayat tersebut, ternyata orang yang mendapatkan kebaikan dengan segera dari Allah adalah :

  • Orang yang takut akan adzab Allah sehingga selalu berhati-hati dalam berucap dan bertindak
  • Beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Allah (al-qur’an) yang artinya setiap ayat-ayat dibaca dan diterangkan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, maka segera dipahami dan diamalkan
  • Orang yg tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatupun, apapun atau dengan dirinya
  • Orang yg infaq di jalan Allah atau orang yg sudah menolong orang lain, tetapi takut jika amalnya itu tidak diterima oleh Allah, maka karena rasa khawatirnya itu menjadikan suka menolong orang lain.