5 Perkara Ghaib yang Hanya Allah yang Mengetahuinya

Semua perkara ghaib hanya Allahlah yang mengetahui, termasuk 5 hal berikut sebagaimana Firman Allah dalam QS. Luqman ayat 34 :

‏اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. [QS.31:34]

Pertama : Kapan datangnya hari kiamat ? tidak ada satupun makhluk Allah yang mengetahuinya termasuk Rasul utusan dan kekasih Allah, juga para malaikat sebagaimana ditunjukkan dalam suatu riwayat ketika malaikat Jibril menemui Nabi muhammad yang menanyakan kepada Nabi tentang hari kiamat.
….. Ia (malaikat) bertanya lagi, “Kapankah datangnya qiyamat ?”.  Beliau SAW bersabda, “Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya ?. (HR. Bukhari Juz 1 hal 18)

Kedua : Allah yang paling tahu secara tepat kapan akan menurunkan hujan dan di bumi mana hujan akan turun, walaupun dengan memberhatikan tanda-tanda yang ada kemudian muncullah prakiraan cuaca, namun hal tersebut hanya sebatas perkiraan yang sering kit ajumpai prakiraan cuaca tersebut belum tentu benar.

Ketiga : Allah yang mengetahui secara pasti dan detail tentang janin yang ada di dalam rahim, sekalipun sekarang dengan kemajuan teknologi adanya USG yang bisa melihat secara fisik kondisi janin di dalam rahim, namun hanya Allah yang tahu secara detail bahkan termasuk rezeki dan ajalnya janin tersebut sebagaimana dalam hadits disebutkan :
….. Sesungguhnya seorang manusia mulai dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari). Lalu menjadi segumpal daging seperti itu pula (empat puluh hari). Kemudian diutuslah seorang malaikat untuk meniupkankan ruh kepadanya. Dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan; ditulis rezeqinya, ajalnya, amalnya, dan celaka ataupun bahagianya ……[HR. Muslim juz 4, hal 2036, no 1]

Keempat : Bahwa hanya Allah-lah yeng mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi hari esok atau yang akan datang terhadap diri kita, sekalipun kita punya rencana apa yang akan kita kerjakan waktu yang akan datang, namun seringkali yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita rencanakan, itu artinya memang kita tidak tahu pasti apa yang akan kita kerjakan pada hari esok.

Kelima : Memang hanya Allah-lah yang tahu di mana kita akan meninggal, sekalipun dengan ilmu kedokteran kadang orang bisa memperkirakan hidup sesorang hanya akan bertahan sekian hari atau sekian bulan, namun tidak akan tahu di mana nanti sesorang akan meninggal.

Maka sudah menjadi ketentuan yang pasti bahwa apapun perkara yang ghaib memang hanya Allah yang maha tahu.