Hadiri Pengajian MTA, Ketua Lembaga Ulama Palestina Sajikan Telaah tentang Baitul Maqdis

Laporan Tim Media

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Ketua Lembaga Ulama Palestina Se-Dunia, Dr. Nawaf bin Hail Takruri, melakukan kunjungan silaturahmi ke Gedung MTA Pusat di Jalan Ronggowarsito Nomor 111A Kota Solo, Jawa Tengah, pada Ahad (20/4/2025) pagi.

Tidak sendiri, Dr. Nawaf juga datang bersama Syekh Ramadhan Ied Mashara, seorang warga Gaza, Palestina yang menjadi tawanan Israel selama 25 tahun dan dibebaskan pada pertukaran 25 januari 2025. Selain itu juga Dr. Ibrahim Mahana selaku pejabat humas Lembaga Ulama Palestina Se-Dunia, dan Dr. Abdullah bin Abdul Masjid Azzindani selaku Ketua Majlis Kebangkitan Ulama Yaman.

Kedatangan Dr. Nawaf dan rombongan dibersamai Relawan Sahabat Al Aqsa, Ustadz Faiz Baraja selaku penerjemah, diterima langsung oleh Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc, M.Hum. bersama jajaran pengurus MTA.

Mendapatkan kesempatan berbicara di depan ribuan peserta pengajian, Dr. Nawaf menyampaikan telaah tentang Baitul Maqdis di Palestina, kiblat pertama umat muslim.

Ia memulai telaahnya dengan bertanya kepada peserta pengajian tentang kepemilikan Masjidil Aqsa. “Masjidil Aqsa itu milik Palestina atau milik umat Islam? Kalau begitu, siapa yang diperintah untuk memperhatankan Masjidil Aqsa?

Dr. Nawaf menjelaskan, karena Masjidil Aqsa itu adalah milik umat muslim, maka setiap muslim berkewajiban mempertahankan Masjidil Aqsa. Menurutnya, pada hari kiamat nanti semua muslim yang hidup di zaman penjajahan Masjidil Aqsa pasti akan berjumpa Nabi Muhammad SAW dan ditanya apa yang sudah dilakukan untuk mempertahankan Masjidil Aqsa.

“Maka kita harus menyiapkan jawabannya mulai dari sekarang. Saya pun sedang menyiapkan jawabannya,” ujarnya.

Niat Jihad di Jalan Allah
Lalu, apa yang bisa dilakukan umat muslim untuk Masjidil Aqsa? Menurut Dr. Nawaf semua umat muslim harus berniat jihad di jalan Allah. Konsekuensi dari jihad adalah, umat muslim harus memiliki keimanan yang kuat kepada Allah, sebagaimana rakyat Gaza mempersiapkan diri dengan belajar dan menyebarkan ajaran Al-Qur’an sebelum berjuang.

Selain itu umat muslim perlu menyiapkan akal. Sehingga Dr. Nawaf mengusulkan kepada Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah agar setiap dua bulan sekali, menghadirkan pengajian bertema Palestina. Melalui tema tersebut diharapkan seluruh peserta memahami betul tentang Masjidil Aqsa dan mencintainya sepenuh hati, sebagaimana mereka mencintai Mekah dan Madinah.

Selain berniat jihad di jalan Allah, setiap muslim wajib terus mendoakan Palestina. Meski begitu jangan hanya mencukupkan diri dengan berdoa. Kewajiban umat muslim adalah berjuang dengan harta melalui donasi yang dikumpulkan untuk Palestina.  (tim/media)