KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada gerakan membela perempuan dan anak-anak khususnya di Palestina, Maemuna Center Indonesia, memaparkan rencara pendirian Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza Palestina. Pemaparan disampaikan pada pengajian umum di Gedung MTA Pusat, Jalan Ronggowarsito Nomor 111A, Timuran, Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026).
Pada pengajian yang disiarkan secara langsung oleh MTATV, Radio Persada FM dan 11 radio jaringan ini, Ketua Maemuna Center Indonesia, Ustadzah Ony Firyanti Hamidi, menyampaikan urgensi pendirian RSIA Indonesia di Gaza tidak lain karena mayoritas korban kebiadaban zionis adalah perempuan dan anak-anak. Bahkan data dari PBB menunjukkan 70% korban genosida merupakan anak-anak dan perempuan.
“Ibu-ibu dan anak-anak yang jadi korbannya, target utama dari zionis. Ada yang tahu nggak sih, kenapa kita yang menjadi target padahal kita yang paling lemah ya? Ya betul. Untuk menghambat peradaban penerusnya. Jadi rumah sakit ini kita akan dirikan Insya Allah di Gaza Utara. Bukan rumah sakit biasa. Ini Ramadan semoga insya Allah diijabah oleh Allah. Jadi rumah sakit ini merupakan peradaban untuk manusia di Gaza. Untuk dapat berkembang menjadi mujahid-mujahid. Allahu Akbar!” papar Ustadzah Onny.

Ustadzah Onny juga mengatakan, ketika pertama kali minta izin dengan Menteri Kesehatan di Gaza, mereka dalam waktu yang sangat singkat langsung menyetujui niat Mae-CI untuk mendirikan rumah sakit ibu dan anak karena mereka tidak tahu kalau di dunia ini ada rumah sakit khusus ibu dana anak. Yang mereka tahu hanya rumah sakit umum dan rumah sakit anak. Atas pertolongan dari Allah, pihaknya mendapatkan tanah wakaf seluas 6.000 meter di Gaza Utara untuk mendirikan rumah sakit tersebut.
RSIA Indonesia akan dibangun empat lantai dan satu basement, berdekatan dengan Rumah Sakit Indonesia Gaza. Berbagai fasilitas yang akan dibangun meliputi rawat inap ibu 67 tempat tidur, rawat inap anak 55 tempat tidur, perawatan ibu dan bayi bersalin delapan tempat tidur, gawat darurat 13 tempat tidur termasuk ruang isolasi.
Selain itu juga ICU dan HCU masing-masing delapan tempat tidur, NICU enam tempat tidur, ruang bersalin, ruang operasi, ruang pemulihan, ruang isolasi, poliklinik, dan laboratorium. Total dana untuk mendirikan RSIA Indonesia di Gaza mencapai total Rp 402 miliar rupiah. Penggalangan dana akan dilakukan dengan dua tahap, dengan tahap satu sebesar Rp 201 miliar.

Menanggapi rencana pendirian rumah sakit tersebut, Pimpinan Pusat MTA menyampaikan, pihaknya akan mendukung penuh pendirian RSIA di Gaza karena juga bagian dari umat Islam.
“Insya Allah kami akan terus mengusahakan semaksimal kami mendukung penuh pendirian RSIA Indonesia yang ada di Gaza ini. Secara bertahap sesuai dengan kemampuan kami. Kenapa? Karena kami juga bagian dari umat Islam. Kami juga jadi korban dari kebiadaban zionis itu. Saudara saudari kita yang ada di Gaza sedang terluka. Jadi korban kebiadaban zionis Israel. Persaudaran sesama muslim kata Allah kata Rasulullah itu satu tubuh. Meski kita fisik ada di sini, saudara kita yang ada di sana sedang dibombardir seperti itu hakikatnya kita juga jadi korban. Kita juga sedang dibombardir, kita sedang dibantai karena tubuh kita yang ad adi sana juga mendapatkan siksaan kebiadaban seperti itu,” kata Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc, M.Hum.
Pada akhir kesempatan, dilakukan penyerahan secara simbolis dana pembangunan RSIA Indoensia di Gaza dari MTA sebesar Rp 1 miliar. Pimpinan Pusat MTA juga menyerukan kepada warga MTA untuk jihad bi amwal dengan mendukung penuh pendirian RSIA Indonesia di Gaza. (TIM MEDIA MTA)












Tinggalkan Komentar