KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Suasana pengajian umum Ahad Pagi di Gedung MTA Pusat di Kota Solo, Jawa Tengah pada Ahad (22/2/2026) terasa lebih istimewa dengan kehadiran dua orang ulama asal Suriah, yaitu Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb dan Syeikh Ameer Muhammad Rajab.
Keduanya merupakan putra dari Syeikh Rajab Dieb, mufti dan ahli hadis dan Al-Qur’an terkemuka yang telah wafat pada 2016 silam.

Berbicara di depan ribuan peserta pengajian, Syeikh Umar melalui penerjemah Ustadz M. Mujib, Lc, menyampaikan berbagai hal terkait keutamaan bulan Ramadan.
Syeikh Umar berharap puasa yang dijalankan menjadi semakin bermakna di bulan Ramadan ini. Arti puasa bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar, tetapi ada hal yang lebih besar di balik itu.
“Menahan rasa lapar dan haus, hanya sebagian dari puasa. Di samping itu kita harus menahan syahwat dari melihat hal-hal yang diharamkan. Jadi yang berpuasa tidak hanya mulut saja, tetapi mata juga ikut berpuasa,” pesannya.

Lebih lanjut Syeikh Umar menegaskan bahwa syariat puasa tidak hanya diwajibkan untuk kita saja, melainkan umat-umat sebelum kita juga disyariatkan.
Bulan Ramadan bawasannya Al-Qur’an diturunkan di bulan tersebut, maka dari itu kita disunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan itu. Oleh karena itu, kualitas ibadah kita harus lebih meningkat dibandingkan di luar bulan Ramadan.
“Di luar bulan Ramadan, yang biasanya baca Al-Qur’an satu juz setiap hari, menjadi lima juz. Yang biasanya salat tahajud dua rakaat, menjadi empat rakaat.”
Kita diwajibkan membaca Al-Qur’an di bulan-bulan selain Ramadan, lalu mengapa Allah menganjurkan kepada kita lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan? Karena di bulan itu Allah melipatgandakan pahala ibadah kita. (TIM MEDIA MTA)












Tinggalkan Komentar