Nafar Ramadan Tahun 2025 Diikuti 14.053 Orang Peserta

Laporan Tim Media

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Digelar selama tiga periode, kegiatan nafar Ramadan oleh Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) total diikuti sebanyak 14.053 peserta dan menempati 140 lokasi. Pemberangkatan peserta nafar periode ketiga berlangsung di gedung pengajian MTA, Jalan Rongowarsito Nomor 111A Kota Solo, pada Rabu (19/3/2025) pagi.

Hadir pada acara pemberangkatan ini, Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K, M.H, dan Kepala Staf Kodim 0735/Surakarta Mayor Infanteri Suwarko, A.Md.

Di hadapan ribuan peserta nafar, AKBP Sigit menyampaikan beberapa pesan. Antara lain agar kegiatan nafar diisi dengan kegiatan bermanfaat, bermakna, dan memperbanyak kegiatan yang dapat menambah amal ibadah.

“Dari kepolisian izin bapak-bapak sekalian, setelah ini berangkat bersama tetap menjaga keamanan ketertiban di kelompok di manapun Bapak sekalian berada. Karena apa, kita Indonesia harus menjaga kebhinekaan tunggal ika,” pesan mantan Kapolres Sukoharjo ini.

Wakapolresta juga berpesan agar nafirin selalu bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah termakan hoax, memperbanyak membaca Al’Qur’an, menjaga kesehatan agar ibadah tetap lancar, dan menjaga kamtibmas.

Sementara Kepala Staf Kodim 0735/Surakarta Mayor Infanteri Suwarko, A.Md, dalam kesempatan ini menyampaikan berbagai langkah untuk memperlancar perjalanan menuju tempat nafar hingga kembali ke daerah masing-masing.

Sebelumnya saat membuka acara, Pimpinan Pusat MTA Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc, M.Hum menyampaikan, dimanapun berada seorang muslim harus senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.

“Jangankan kata atau kalimat, satu huruf yang keluar dari lisan kita itu juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Kemana kaki kita melangkah, tangan kita digunakan untuk bekerja, semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah,” tegasnya.

Pimpinan Pusat MTA juga menyampaikan rasa syukurnya, bahwa di bulan Ramadan ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertafaquh fiddin atau memperdalam agama. “Karena agama yang Allah yang Allah turunkan ini harus didalami, dipahami, kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Kepada nafirin Al Ustadz Nur Kholid antara lain berpesan agar tetap menjaga musawah. “Jaga musawahnya, tetap jawa persamaannya. Meski latar belakanbg pendidikan kita berbeda, pekerjaan berbeda, kemampuan ekonomi berbeda, tidak menjadi sekat untuk merajut ukhuwah Islamiyah. Karena dihadapan Allah, yang namanya status sosial, pangkat dunia, itu tidak penting. Tidak dilihat oleh Allah. Banyaknya harta juga tidak penting bagi Allah. Panjangnya gelar akademik, Allah tidak melihat itu. Seseorang mulia atau tidak mulia di hadapan Allah, itu tergantung sejauh mana dia bertakwa kepadaNya.”

“Sekali pun punya pangkat yang tinggi, gelar akademik yang mentereng, harta kekayaan yang melimpah, tapi dia tidak beriman, dia tidak punya takwa kepada Allah, bagi Allah, orang-orang semacam itu tidak mulia. Justru hina sekali di hadapan Allah. Lebih hina dari pada binatang. Yang mengatakan Allah,” tegasnya.

Pada periode pertama, nafar Ramadan diikuti 6.783 orang, periode kedua diikuti 4.779 orang, dan nafar periode ketiga diikuti 2.491 orang. Selain peserta nafar, MTA Pusat mengirimkan sebanyak 1.326 guru daerah yang akan menjelaskan materi nafar.

Setelah tiga periode nafar, akan dilanjutkan dengan kegiatan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Dari berbagai kegiatan yang digelar, diharapkan para peserta dapat memperdalam agama, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

(tim/media)