KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Sedikitnya 40.000 jemaah menghadiri pelaksanaan salat Idul Adha 1446 Hijriyah di lapangan parkir Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (6/6/2025) pagi. Dimulai lebih awal dibandingkan salat Idul Fitri, salat Idul Adha dilaksanakan sekitar pukul 06.00 WIB dengan imam dan khatib Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc, M.Hum.
Jemaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Solo Raya, baik warga pengajian MTA maupun masyarakat umum. Selepas Subuh, jemaah berangsur hadir menempati shaf-shaf yang sudah disediakan.
Para pengatur shaf pun dengan sigap mengarahkan jemaah agar pelaksanaan salat berjalan tertib. Begitu pula anggota Satgas, SAR, Bankom, Tim 246 Parkir, tim kesehatan, dan petugas lainnya siap di pos masing-masing mendukung kelancaran kegiatan.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pusat MTA menyampaikan khutbah berjudul Al-Qur’an dan Pembinaan Mental. Dalam uraiannya disampaikan, hampir 80 tahun Allah SWT menganugerahkan nikmat merdeka kepada negeri tercinta, namun kenyataannya bangsa ini belum merdeka dari korupsi. Bangsa ini belum merdeka dari utang luar negeri, belum merdeka dari kemiskinan, juga belum merdeka dari ketidakadilan di bidang hukum.
Hampir setiap waktu rakyat ditunjukkan bobroknya mental anak bangsa. Kebobrokan moral ini terlihat mulai dari oknum pejabat, oknum wakil rakyat, hingga rakyat jelata. Kerusakan bangsa ini tentu sangat tidak diharapkan. Oleh karena itu bukan waktunya lagi saling melemparkan kesalahan kepada orang lain. Harus diakui ini adalah kesalahan bersama.
“Untuk itu, bangsa ini harus kita bangun bersama, dimulai dari diri kita masing-masing, keluarga kita, kerabat-kerabat dekat kita, hingga meluas kepada masyarakat dan bangs aini. Dengan semangat lillahi ta’aalaa, kita bebaskan negeri ini dari korupsi, dari ketidakadilan, kemiskinan, dan semua bentuk kedhaliman, baik itu dilakukan oleh bangsa sendiri ataupun bangsa asing,” tegas Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah.

Pimpinan Pusat MTA mengajak seluruh umat untuk mengangkat harga diri bangsa ini, dengan memprioritaskan perbaikan akhlak dan mental, dengan cara kembali kepada petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW.
Al Ustadz Nur Kholid juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup dalam aspek ibadah, tetapi juga sebagai sumber utama dalam pembinaan mental dan akhlak. Dalam konteks kehidupan modern, di mana tantangan psikologis dan spiritual semakin kompleks, Al-Qur’an hadir sebagai solusi untuk membentuk kepribadian yang Tangguh, tenang dan berakhlak mulia. (Tim Media)












Tinggalkan Komentar