Usaha Manusia Bertaqwa Di Saat Banyak Musibah dan Adzab

SEBAB-RAHMAT-ALLAH-TURUN-ARAF-7-MTA

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Ketika manusia semakin merasa hebat diri, maka berikutnya disusul dengan kesombongan demi kesombongan. Bahkan mulai lupa dengan asal usul dirinya, dan bahkan berusaha melupakan Allah SWT,  Tuhan Pencipta dan Pemilik semesta Alam. Allah menyampaikan dalam firmanNya.

وَعَاداً وَثَمُودَ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ ﴿٣٨﴾ وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءهُم مُّوسَى بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ ﴿٣٩﴾ فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 

  1. Dan (juga) kaum `Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.
  2. Dan (juga) Karun, Fir`aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
  3. Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS 29 Al-Ankabut : 38-40)

 

Ketika iman dan taqwa manusia semakin lemah, maka aqal dan hati manusia tidak akan mampu menggapai kefahaman terhadap firman Allah tersebut.  Allah Tuhan Yang Maha Pencipta adalah dzat yang mampu berkehendak atas segala ciptaannya,  Allah Maha mengawasi, dan Allah pula yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, untuk memberikan balasan amal perbuatan hamba-hambanya di muka bumi.

Manusia yang memiliki iman yang tipis, sering memiliki pendapat yang sekedar didasari dengan akalnya, dan akal manusia sebenarnya tidak lebih dari sekepal tanah. Ketika iman dan taqwa semakin menipis, maka peringatan-peringatan dari Allah, hanyalah dianggap sebagai bencana Alam biasa. Misalnya kejadian gempa bumi, hanyalah dianggap sebagai fenomena Alam yang memiliki ritme dan periode yang telah berjalan dari masa ke masa.

Menghadapi dunia yang semakin dipenuhi dengan sumber-sumber informasi yang menghancurkan iman dan taqwa, maka disana akan semakin tumbuh menjamur manusia-manusia yang hidup tanpa iman dan taqwa.

Maka umat beriman perlu semakin menguatkan hubungannya kepada Allah SWT. Apapun yang akan terjadi dengan balasan Allah kepada umat manusia di muka bumi, orang-orang yang masih memiliki iman dan taqwa harus berusaha sekuat tenaga untuk  menggapai perlindungan Allah dan pertolongan Allah. Sebagaimana Allah telah berjaji dalam firmaNya.

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

  1. Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),(QS 40 Al-Ghafir:51)

 

Bagi orang-orang beriman dan bertaqwa, peringatan-peringatan yang Allah berikan dijadikan sarana untuk bertaubat kepada Allah, dan digunakan untuk memperbaiki diri, agar Allah berkenan memberikan AmpunanNya, RahmatNya dan BarokahNya. Tidak hanya melihat kepada sebab akibat fisik namun juga sebab akibat ghoibiyah yang menjadikan sesuatu bisa terjadi pada diri manusia.

 

1.Sebab Sebab Allah Menurunkan RahmatNya.

Allah Dia dzat pencipta dan pemilik semesta alam, kepadaNya seluruh orang beriman dan bertaqwa rajin untuk beribadah kepadaNya. Ibadah adalah kewajiban pokok bagi makhluq, baik itu dari golongan Jin, Manusia, Malaikat dan untuk seluruh makhluq.

Ibadah-ibadah yang dilakukan sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah Muhammad SAW, dan dilakukan dengan benar dan istiqomah, maka akan menghasilkan manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa.

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa sebagaimana ada dalam banyak ayat-ayatNYa

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

  1. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( QS 7 Al A’raaf 96)

 

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

  1. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16 An-Nahl:97)

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

  1. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.( QS 7 Al A’raaf 56)

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً ﴿١٢﴾ مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَاراً ﴿١٣﴾ وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَاراً

  1. maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, --sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
  2. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
  3. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.
  4. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
  5. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.(QS 70 Nuh:10-14)

Bagaimana manusia yang masih memiliki iman dan taqwa meyakini betul tentang segala apa yang terjadi di muka bumi bukan sekedar kejadian secara kebetulan, namun semuanya ada hubungannya dengan kehendak Allah atas ciptaannya. Allah Maha Mengurusi seluruh ciptaanya di semesta Alam, dan Allah Maha Berkuasa atas seluruh ciptaannya.

  1. Sebab Sebab Allah Menurunkan AdzabNya.

Allah SWT berkehendak menciptakan seluruh makhluqnya untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah. Dan kemudian bahagia dalam beribadah kepada Allah. Dengan menjaga kesucian hatinya maka manusia akan sangat terang melihat tanda-tanda keagungan Allah dan sangat tenteram dalam beribadah dan taat kepada Allah.

Ketika manusia terlena dan kemudian terseret kepada bujukan kekafiran kepada Allah , keingkaran kepada Allah bahkan kesombongan kepada Allah , keangkuhan kepada Allah, maka itu semuanya akan berakibat fatal kepada kehidupan diri manusia. Maka mulailah muncul berbagai hal yang dapat mendatangkan murka Allah kepada mereka, sebagaimana firmanNya.

وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

  1. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasulKu. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku.(QS 34 Saba:45)

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتاً وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَاراً

  1. Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.(QS 35 Faathir:39)

الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ وَعِندَ الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

  1. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS 40 Ghafir:35)

وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

  1. Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (QS 42 Asy Syuura:16)

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

  1. Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.(QS 67 Al-Mulk:18)

 

  1. Kesimpulan ringkas

Sebagai orang-orang yang masih kuat memiliki iman dan taqwa, yang hidup di tengah-tengah manusia yang mengabaikan iman dan taqwa, mengharuskan orang-orang beriman tersebut untuk lebih bekerja keras dalam usaha-usaha dakwah Islam. Seorang yang beriman dan bertaqwa meyakini, bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

Zaman makin modern, manusia semakin silau dengan dunia dan mulai menjauh dari  Allah Tuhan pemilik semesta Alam, maka orang-orang beriman harus bekerja lebih keras berdakwah dalam bidang rohani dan jasmani dengan lebih kuat lagi, sehingga berikutnya mampu mengungguli kekuatan kekafiran.

Kekuatan kekafiran dengan pandangan hidupnya dan dengan kelimpahan fasilitas yang dimiliki telah berusaha dengan terus menerus mengajak manusia untuk berbondong-bondong menjadi kafir. Maka untuk zaman dihari ini orang-orang beriman dan bertaqwa harus lebih giat lagi dalam  membangun Rokhani dan Jasmaninya untuk dapat mengungguli kekuatan kekafiran yang terus menjalar keseluruh Bumi.

Ketika Allah sedang menurunkan Musibah, Bencana atau bahkan Adzab. Maka orang-orang beriman dan bertaqwa akan diselamatkan oleh Allah. Sebaliknya keberhasilan orang kafir untuk mengajak manusia berbondong-bondong menjadi kafir, hanyalah akan menghasilkan kesengsaraan kehidupan mereka, sejak di dunia hingga di akherat.

Marilah kita semua umat manusia menyadari bahwa Alam semesta ini adalah  milik Allah SWT, dan Allah mengawasi perbuatan seluruh makhluqnya dan Allah akan membalas kepada masing-masing mereka dengan Keadilannya . Wallahu a’lam