Update Berita Tim Relawan MTA di Padang

Salisikan-Padang Pariaman. Duka Ranah Minang masih sangat dirasakan oleh masyarakat yang ikut menjadi korban gempa yang mengguncang negeri yang penuh potensi pariwisata pada 30 September lalu. Berbagai kalangan masyarakat dari seluruh penjuru di bumi pertiwi turut merasakan sekaligus membantu meringankan beban saudara kita yang sedang diterpa bencana tersebut. Relawan baik swasta maupun dari instansi resmi saling silih berganti berdatangan ke tanah Minang untuk memberikan sumbangsih bagi para korban.

penyerahan-bantuan-mtaSecara simbolis Ustadz Suharto, S.Ag dan Ustadz Sarijo, S.Ag menyerahkan bantuan sembako kepada wali Korong Salisikan, Padang Pariaman, selasa 13 Oktober 2009.

Tak ketinggalan dengan Tim Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ). Relawan yang beranggotakan dari berbagai kalangan masyarakat dengan profesi yang berbeda-beda ini juga turut berkiprah dalam menuntaskan duka masyarakat Padang, khususnya di kecamatan Padang Pariaman. Gerakan yang dikoordinir oleh Ustadz Sarijo,S.Ag tersebut mempunyai 2 agenda kegiatan yakni pembagian sembako yang disertai dengan tausiyah sebagai terapi psikologis bagi warga dan evakuasi rumah warga yang runtuh akibat bencana. Pelaksaan agenda kegiatan dimulai dengan pembagian sembako pada hari Selasa, 13 Oktober 2009 tepatnya pukul 14.00 waktu setempat membagikan paket sembako kepada masyarakat Korong Salisikan, Padang Pariaman. Wilayah Korong yang terdiri dari 269 kepala keluarga tersebut secara merata mendapatkan jatah kupon pembagian sembako yang dikeluarkan oleh relawan MTA.

Siang itu secara simbolis bantuan sembako dari relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) diterima wali korong setempat yang sebelumnya diawali acara ramah tamah bersama warga dan diiringi tausiyah bagi warga, sebanyak 280 paket sembako dibagi kepada warga Korong Salisikan. Memang keadaan warga kampung yang ditimpa musibah ini belum dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari sebagaimana sebelum ditimpa bencana serta masih sangat memerlukan uluran tangan dari semua pihak baik bantuan yang berupa materiil berupa logistik maupun immaterial berupa terapi psikologis guna pemulihan mental warga. Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) melalui gerakan 30 harinya berusaha mengetuk hati segenap masyarakat untuk peduli terhadap penderitaan sesama. "Duka negeri Siti Nurbaya ini adalah duka kita semua, karena mereka adalah saudara kita satu bangsa dan satu tanah air. Kalau bukan kita yang berusaha untuk meringankan beban mereka, apakah kita akan menunggu datangnya bantuan dari luar negeri sementara masyarakat semakin hari semakin pedih merasakan penderitaan akibat bencana gempa tersebut.?" Tegas Ustadz Sarijo, S.Ag selaku koordinator  relawan MTA saat kami temui disela-sela kegiatannya.

Marilah kita contoh kiprah para relawan yang dengan semangat kemanusiaan dan tanpa pamrih dalam meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah di Padang, Sumatera Barat. Berbagai bencana dating silih berganti di negeri pertiwi, mari saling mawas diri apakah gerangan sebab datangnya musibah ini. Semoga penduduk negeri ini diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi segala cobaan yang menerpa.

RELAWAN MTA EVAKUASI RUMAH WARGA

Agenda pertama tugas evakuasi adalah mengevakuasi rumah warga yang terletak tepat di sebelah kanan  Posko I Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) di Korong Tanjung Basung I, yakni  rumah Bapak Arkaidus ( 44 th ). Rumah bapak dari 3 anak ini hancur rata dengan tanah tanpa sisa saat diguncang gempa berkekuatan 7,6 skala richter pada tanggal 30 September 2009 lalu. Rumah yang berada di depan badan jalan utama jalur lintas kota Padang ini rubuh tak dapat dihuni lagi.

evakuasi-rumah-relawan-mtaTeam Relawan MTA ( Majlis TAfsir Al-Qur'an ) sedang membersihkan rumah salah satu Batang Anai, Padang Pariaman  yang runtuh akibat gempa di Padang, Sumatera Barat.

Untuk mengevakuasi rumah tersebut Tim Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) menerjunkan sebanyak 10 personel. Sebab rumah tersebut disamping tidak terlalu besar juga sudah roboh total rata dengan tanah. Dengan menggunakan peralatan yang sederhana dan seadanya para relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) yang bertugas mengevakuasi segera membersihkan puing-puing rumah Arkaidus. Tak ada yang tersisa selain sebuah almari dan sisa kayu-kayu balok rumah yang masih bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah kembali. Gempa 30 September lalu menjadi suatu pukulan berat bagi keluarga Arkaidus. Pasalnya, rumah tersebut dibangun dengan jerih payahnya kerja sebagai buruh penambang pasir di sungai selama bertahun-tahun.

Sambil bekerja dan mendengarkan cerita dari Arkaidus, satu demi satu puing-puing reruntuhan rumah bapak yang sehari-harinya berprofesi sebagai penambang pasir di sungai ini dibersihkan oleh rombongan Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ). Sisa atap yang sudah hancur dan balok-balok kayu yang ada dikumpulkan secara terpisah antara yang masih dapat digunakan dengan yang sudah tak dapat digunakan lagi. Sesaat juga diselingi dengan istirahat untuk membasahi tenggorokan dengan seteguk the manis atau segelas kopi. Panasnya terik matahari tidak membuat relawan MTA  ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ) berhenti mengevakuasi rumah Arkaidus. Relawan yang bertugas dibawah pimpinan Ustadz Sarijo,S.Ag ini  begitu gigih dalam bekerja. Disela-sela menjalankan tugas, para relawan juga terdengar sesekali bercanda guna menepis  rasa lelah yang mengiringi. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 3 jam reruntuhan rumah Arkaidus bersih dan tak berserak lagi. Terlihat berseri wajah Arkaidus dan istrinya melihat reruntuhan rumah mereka telah bersih tak semrawut lagi.

Usai membersihkan rumah Arkaidus, para relawanpun berpamitan untuk memohon diri kembali ke posko. Dengan wajah yang tersenyum lebar Arkaidus beserta istrinya melepas kepergian Team Relawan MTA ( Majlis Tafsir Al-Qur'an ). Akankah kita berdiam diri melihat saudara kita di Padang yang menagis diatas reruntuhan puing-puing rumahnya yang hancur diguncang gempa.? Adakah rasa iba dan kesadaran pada diri kita untuk menolong mereka.? Mari kita wujudkan semua dengan karya nyata bagi mereka, uluran tangan kita sangat dibutuhkan oleh mereka guna meraih cita-cita yang kini kandas diguncang gempa.

Sumber :

Mas Budi (medan), aeroons_shuo@yahoo.com


2 komentar pada “Update Berita Tim Relawan MTA di Padang

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.