Ulama Arab Saudi sangat senang dengan Jihad Pagi MTA

(26/04/09) Suatu kebahagiaan tersendiri bagi ribuan jamaah pengajian ahad pagi MTA, karena pada kesempatan ahad diakhir bulan April ini kedatangan seorang syeh dari Arab Saudi  yang berprofesi sebagai salah satu dosen di Universitas Islam Madinah yang bernama Prof. Dr. Khalid Assabtiy. Dalam sambutannya yang disampaikan dalam bahasa arab yang didampingi seorang penterjemah yaitu ustadz Ridwan dengan panjang lebar beliau menyampaikan hal berikut.

"Sungguh suatu kemuliaan atas majlis seperti ini dimana para malaikat menaungi semua yang hadir, bahkan mereka juga disebut oleh Allah SWT, bukan sekedar disebut oleh penguasa di dunia ini saja tapi penguasa dunia dan akherat." Beliau juga mengucapkan selamat kepada yang hadir karena berkumpul dalam rangka mempelajari kalam Allah, di mana pada waktu yang sama di tempat lain ada juga yang berkumpul dengan kesibukabn dunia yang lain, sementara yang hadir di sini mempelajari kitab Allah yang suci yang diturunkan oleh malaikat yg suci pula.

Beliau sudah lebih 10 tahun di kota Madinah sebagai salah satu dosen Universitas Islam Madinah, beliau banyak mengikuti perkembangan masyarakat Islam di Indonesia, dan beliau baru pertama kali mengetahui ada majlis yang berkumpul dalam jumlah yang banyak, sehingga menjadikan rasa lelah hilang setelah melihat wajah-wajah yang hadir pada majlis ini.

Ketika akan memasuki gedung pengajian ini beliau bertanya-tanya kenapa pengajian ini bisa dihadiri oleh beribu-ribu orang ? Tidak lain adalah karena pengajian ini tidak lepas dari Al-Qur'an, dan ini semua adalah berkah dari Allah yang tidak diberikan kepada orang lain., sebagaimana ayat yang beliau sampaikan : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran [QS.38:29]

Sebagian ulama mengatakan bahwa ketika kita sibuk dengan Al-quran akan datang berkah yang sangat banyak, berkah itu nampak dalam semangat, produktivitas dan nilai-nilai kebaikan yang banyak. Tadzabur hanya bisa dilakukan jika kita memahami makna-makna di dalam Al-qur'an, Allah mencela kepada orang yang tidak mau mentadzaburi Al-quran, karena bagi siapa yang mau tadzabur Al-quran , maka akan mendapatkan hidayat, petunjuk dan kebahagiaan.

Dalam ayat Al-quran disebutkan bahwa Allah mencela orang-orang Yahudi yang hanya mau membaca kitabnya tetapi tidak mau memahami kitab mereka, jadi hanya sekedar membaca tanpa tadzabur atau memahami kandungannya.
Maka kita sebagai umat yang datang sesudahnya dengan kitab yang lebih mulia dari pada kitab mereka dan Nabi yang lebih mulai dari nabi mereka, karena itu kita akan lebih tercela jika hanya baca Al-quran saja tanpa memahami kandungannya.

Al-quran datang dengan proses merubah cara berfikir sebelum cara beramal, karena itu adalah merupakan pondasi atau azas. Semua berawal dari tauhiid dan akan berakhir kepada tauhiid, untuk itu semua aktivitas harus ditujukan hanya kepada Allah SWT.
Al-quran penuh dengan kandungan yang baik, termasuk bagaimana kita menghormati orang tua, sampai-sampai mengatur bagaimana kita harus bertutur kata kepada orang tua. Kata uf dalam Al-quran itu adalah merupakan ungkapan kejengkelan yang paling kecil, karena itu segala kejengkelan terhadap orang tua termasuk dalam ungkapan tersebut. Untuk itu katakanlah kepada orang tua dengan perkataan yang mulia, dengan lemah lembut bahkan saking lembutnya seakan-akan seperti bicara kepada orang yang lagi sakit, janganlah berkata kepada orang tua sambil membaca koran, sambil bertelepon dll tetapi carilah perkataan yang terbaik kepada orang tua kita. Tidak hanya dengan perkataan yang baik saja tetapi harus dengan sikap yang tawadlu, sikap yang baik. Tidak hanya perkataan dan sikap yang baik, tetapi dilanjutkan dengan doa agar orang tua diampuni dosanya dan mohon agar disayangi sebagaimana mereka mengasihi dan menyayangi kita di waktu kecil.

Pada akhir tausyiahnya beliau memberikan nasehat agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-quran agar kehidupan kita terwarnai dengan Al-quran,  agar berhati-hati dari segala seruan dari musuh Islam dengan berbagai bentuk dan model utk mejauhkan mat Islam dari sumbernya yang suci, termasuk paham yang menanamkan kebencian terhadap sahabat Rasulullah.
Terakhir beliau sampaikan terima kasih yang besar atas kesempatannya untuk berbicara di hadapan wajah-wajah yang mulia ini, terima kasih juga kepada peserta atas kesabarannya mendengarkan dari awal sampai akhir, beliau katakan fenomena seperti ini patut menjadi bahan kajian dan menjadi contoh untuk diterapkan ditempat-tempat yg lain.

Dalam kesempatan tanya jawab beliau menjawab beberapa pertanyaan yang sempat dibacakan :

1. Apakah di Arab Saudi juga ada madzhab-madzah..?

Sesungguhnya dakwah kita adalah untuk berpegang kepada Al-quran dan sunnah, tapi ini tidak bertentangan dg ulama-ulama besar yang mengeluarkan madzhab-madzhab tersebut, karena mereka telah memahami kepada Al-quran dan sunnah, namun demikian bagi yang belajar dari madzhab, maka janganlah terlalu fanatik atau taqlid buta kepada mereka. Kalau apa yang disampaikan mereka bertentangan dengan Al-quran dan sunnah , maka harus ditinggalkan.

2. Pertanyaan dari Dr. Abdurraham dari Jogja yang disampaikan secara langsung dalam bahsa arab dengan fasih, Apakah ada majlis semacam ini di arab saudi yang rutin dengan jamaah 6000 orang..?

Di Saudi ada beberapa majlis yang besar seperti ini tapi hanya sekali-kali saja, kalau rutin setiap minggu yang sebesar ini kami tidak menemukan di manapun di dunia ini, kalau di Arab Saudi ada banyak sekali majlis-majlis namun jumlah peserta kecil-kecil.

Untuk lebih lengkapnya silahkan simak rekamannya di sini. (tik)


8 komentar pada “Ulama Arab Saudi sangat senang dengan Jihad Pagi MTA

  1. dengan semakin dikenalnya MTA di mata tokoh2 Islam dunia, semakin mengkokohkan semangat warga MTA untuk lebih istiqomah dalam pengamalan Islam dari sumber aslinya (Al Qur’an dan sunnah nabinya yang shahih)

  2. dimanapun tempatnya kita harustetap berpegang teguh pada Al Quran dan As Sunnah.MTA tetap berjuang di kjalan Allah!

  3. untuk 2 keingingan komentar di atas wajar,perlu dan harus…jadi mari berakit-rakit dulu dan bersusah- susah dulu…insya Allah ke depanya ada jalan.jadi tetap semangat menuntut ilmu…kan ilmu juga tidak hanya di madinah kan????

  4. Semoga MTA punya jalur khusus untuk melanjutkan studi ke Madinah, seperti halnya UMS yang memiliki mahad Bhs Arab, Moga-moga MTA juga punya, insya Alloh masa depan semakin penuh cahaya, semoga

  5. Sayang nggak ada yang nanya kesempatan sekolah gratis di Madinah, kan kita semua perlu, moga-moga suatu saat ada jalur beasiswa untuk anak-anak MTA yang ingin sekolah di Madinah, moga-moga direspon dengan baik, amien

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.