Tiada Kata Tidak Ada Maaf Bagimu …

icon-memaafkan-mtaRasululloh SAW menyuruh kita agar suka memaafkan orang lain. Selama hidup, kita suatu saat merasakan sakit hati karena ulah orang lain. Sebaliknya, kitapun pasti pernah berbuat salah kepada orang lain baik sengaja maupun tidak. Semua itu terjadi karena manusia punya sifat 'bawaan' yakni sifat KHILAF dan LUPA. Selain itu manusia memiliki jiwa keinginan, karakter dan temperamen yang berbeda pula sehingga ketidakcocokan adalah hal biasa.

Allah SWT Berfirman :

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (TQS. Al A'raf : 199)

Walaupun mudah diucapkan, memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah dilakukan. Ketika seseorang telah atau akan dicelakai, maka yang tertanam biasanya perasaan dendam dan ingin membalas. Perasaan seperti itu adalah wajar dalam diri orang biasa. Namun, sikap memaafkan hanya ada pada diri orang yang luar biasa.

Memaafkan butuh kematangan diri dan kecakapan spiritual. Kematangan diri hanya bisa didapatkan melalui keterbukaan hati dan pikiran akan segala pengalaman hidup yang dialami. Sementara kecakapan spiritual hanya bisa diperoleh ketika telah memiliki rasa penghambaan yang tinggi hanya kepada Allah SWT semata.

Bagi yang memaafkan kesalahan orang lain, Allah SWT menyediakan pahala utama sebagai balasan atas kemuliaan sikap mereka.

”Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (TQS Asy-Syuura [42]: 43).

Dan bagi yang mempunyai keluhuran akhlak, mereka bukan hanya mampu memaafkan kesalahan orang lain, melainkan sekaligus membalas kesalahan tersebut dengan kebaikan yang tak pernah terbayangkan oleh sang pelaku. Allah SWT berjanji hal tersebut justru dapat mempererat tali silaturahim dan membuat antara yang berselisih saling memikirkan seolah-olah mereka adalah sahabat yang sangat setia.

”Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan tu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (TQS Fushshilat : 34).

Ada beberapa cara agar kita bisa menjadi pemaaf. Pertama, memperbanyak silaturahim kepada tetangga, sanak kerabat, dan kawan-kawan atau siapapun. Sikap suka bersosialisasi ini akan membuka hati terhadap segala karakter orang, sehingga kita pun tidak mudah marah atau tersinggung atas sikap orang lain.

Kedua, memperbanyak dzikir kepada Allah SWT di waktu pagi dan petang. Berdzikir di waktu pagi akan menjernihkan hati dan pikiran kita sebelum beraktivitas. Berdzikir di waktu petang akan kembali menjernihkan hati dan pikiran setelah kita sibuk seharian beraktivitas. Shalat Malam (Tahajjud) juga sangat memberikan ketentraman dan kebeningan hati, dengan itu maka kita akan terbiasa sabar menahan amarah dan sikap egoisme yang lain.

Berdzikir-pun bisa berarti semua kegiatan apapun yang akan mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti Shalat, Kajian, Baca Al Qur'an, menolong orang, dan bermuamalah lainnya.

”Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (TQS. Fushshilat : 35).

Setiap manusia yang telah dewasa pernah mengalami posisi memaafkan dan dimaafkan. Seringnya berganti posisi diatas(memaafkan) atau dibawah(dimaafkan) menjadi sebuah kenikmatan sendiri bagi keduanya, karena di dalamnya ada keimanan, dalam sikap sabar & syukur.

Even untuk Saling Memaafkan

Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.

Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia?

Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian konon latar belakangnya.

Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan atau Idulfitri saja, sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja. Dan asalkan kita tidak merasa mewajibkan-nya seolah-olah bagian dari yang pernah dilakukan Rosululloh SAW, why not?

Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.

Beramaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu.

Semoga bermanfaat :)

- Kiriman dari seorang warga  Colomadu-


8 komentar pada “Tiada Kata Tidak Ada Maaf Bagimu …

  1. Bagaimana orang yang sudah minta maaf tapi tak dimaafkan ,,,apakah dia tetap berdosa padahal dia dah minta maaf dn bertaubat pada Allah,,

    Syukron Katsir..!

  2. Assalamualaikum

    Segala Puji Bagi Allah Yang telah memberikan kesehatan dan kenikmatan iman dan islam
    Shalawat terus tercurah kpd Baginda Nabi Muhammad S.A.W.

    Begini,saya mau tanya.
    Saya pernah 2 kali diputusin. Awalnya saya sakit hati. tapi kemudian,akhirnya saya terimain,mungkin ini bkn ijin Allah,dan mungkin Allah suruh saya taubat. Saya maafin yang putusin itu. Dan niat saya sekarang,ingin konsentrasi ibadah dulu tanpa memikirkan hal lain “wanita”. saya masih trauma menjalin hubungan serius dengan siapapun. Nah,tiba2 yang mutusin itu mengajak untuk balik lagi menjalin hubungan. Karena,saya istiqomah pd niat saya tadi,istiqomah ibadah. maka saya terima dia hanya sebagai saudara dan teman. Akan tetapi,dia ga terima,pengen jalin hubungan serius. tetapi saya masih trauma. akhirnya,dia mengucapkan kata2 “saya sakit hati oleh kamu”. Saya sudah meminta maaf,tapi ga tahu apakah benar dimaafkan. Nah,yang saya tanyakan. gimana ya dengan ibadah saya yang Insya Allah hanya untuk Allah…saya takut menjadi orang yang sia2…mohon penjelasannya…
    Terima Kasih.

  3. iya mas bandi di bandung, tapi insyaAllah bisa..Allah Maha Pemaaf 🙂 harusnya kita berusaha juga seperti itu

  4. Memang…kata2 maaf mudah sekali untuk di ucapkan, tetapi dalam pelaksanaanya susah dilakukan….mudah2an ALLAH memberi kekuatan kepada kita semua untuk melakukan hal tersebut…..amien.

  5. aslm, orang yang mempunyai sifat pemaaf memang orang yang luar biasa, dia dapat mengalahkan rasa sakit hatinya. Hati yang bersih akan dapat mudah melakukannya, namun sebaliknya hati yang masih terbalut kotoran akan terasa sulit menerima. Tetapi ingatlah Alloh Maha Pemaaf, seberapapun kesalahan yang kita lakukan, asal kita bertaubat akan dimaafkan-Nya juga. Dan ingatlah memaafkan itu lebih besar keutamaannya. Allohu Akbar. wassalam

  6. aslm.memang memaafkan adalah perbuatan yang pling slit and susah untuk dilakukan,tetapi marilah brsaha and trus brusaha untukberjuang melakukanya.trus smgat.wslm

  7. jgn lelah untuk selalu bersikap IHSAN dalam segala hal,jgn lelah untuk belajar,dan terus belajar agar keindahan akhlak terasa dalam lingkungan sekitar kita.

  8. hanya berserah diri pada Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya, bersabar dan pemaaf mjd suatu kunci dlm berda’wah, tanpa pamrih manusia, tdk takut dikucilkan &dibenci, slalu jalin silaturami, perkuat amalan ibadah sesuai yang dituntunkan, spt Nabi & para sahabat rindu akan datangnya Ramadhan-sedih bila telah berlalu, krn merasa kurangnya bekal menuju ILLAHI Rabbi yg Agung, kekal abadi….

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.