The Real Vampire

vampirebiruSelama seminggu, suamiku menderita demam tinggi, menggigil, badan nyeri semua, mual dan segala gejala demam berdarah dengue. Setelah 3 hari sejak panas itu, ternyata memang dia positif menderita demam berdarah.
Banyak yang bertanya, di mana digigit sang nyamuk aedes aegepty? Tentu saja tidak ada yang tahu, semua hanya menebak-nebak, karena suamiku memang baru pulang dari berbagai kota. Tapi yang jelas, dia menderita DBD.

Ketika demam mencapai 40C, dia mengigau, rasanya dia sudah tidak kuat menahan sakitnya, rasanya waktunya sudah tinggal sedikit, dan rasanya sang Malaikat maut sedang mulai menjalankan tugasnya. Tetapi karena aku masih bisa berpikir, rasanya itu hanya igauan suamiku di bawah sadarnya. Jangankan waktu sakit dengan setengah kesadaran, ketika sehatpun dia selalu ingat akan dekatnya kematian. Bahwa setiap kita, entah sehat entah sakit, siapapun selalu dekat dengan kematian. Karena itulah, aku tidak terkejut lagi, bahkan aku katakan padanya, banyaklah MEMBACA istighfar dan tahil...mohon ampun, dan memang tidak ada tuhan selain Allah....Allah yang memberi sakit, Allah juga yang memberi kesembuhan.

Ketika suamiku sakit, aku jadi tahu dengan siapa saja dia bergaul. Ibu-ibu majelis ta’lim tempat dia sering menularkan ilmu, bapak-bapak jama’ah masjid Baitul Mattin tempat dia sering shalat berjama’ah, saudara-saudara majelis ta’lim tempat kami mengkaji Qur’an dan Sunnah setiap ahad, tetangga sekitar tempat kami tinggal. Mereka semua sedang menjalankan kewajibannya, sementara suamiku sedang menerima haknya. Kewajiban orang muslim terhadap muslim lain antara lain adalah menjenguk ketika saudaranya sakit. Aku merasakan kasih sayang teman-teman kami, termasuk teman-teman kantorku.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasullullah saw. Bersabda: “Allah Ta’ala akan berfirman pada hari kiamat: ‘Hai anak adam, Aku sakit tapi tidak kau jenguk’! Ujarnya: ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan menjenguk-Mu, padahal Engkau Tuhan seru sekalian alam?’ Firman-Nya: ‘Tidak tahukah kamu bahwa hambaKu si Anu sakit, tetapi tidak kamu jenguk? Tidak tahukah kamu bahwa seandainya kamu menjenguknya, akan kamu dapati Aku di sisinya? ........” (HR. Muslim)

Ketika suamiku sakit, banyak orang, saudara-saudara kami yang biasanya jarang bahkan mungkin tidak mendoakan, jadi berdoa untuk kesembuhan suamiku. Bahkan doaku, jadi bertambah panjang mohon kesembuhan dari Allah, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas. Itulah kebergantungan makhluk kepada Sang Pencipta.

Ketika suamiku sudah sembuh dari sakit, aku baru tahu ternyata Allah hanya memberi kesempatan sang virus dengue hidup selama 7 hari saja. Setelah itu akan mati sendiri, walaupun tanpa dibunuh dengan obat-obatan sekalipun. Penderita yang mampu melewati 7 hari itu, dia masih punya kesempatan untuk menikmati dunia ini, untuk bertobat kepada Allah, untuk mengaji, untuk badminton, untuk main, dan kegiatan-kegiatan duniawi lainnya.

Subhanallah, hanya 7 hari saja sang dengue diberi hidup, tapi kalau tidak mampu bertahan, orang bisa sampai pada ajalnya. Walau 7 hari hidup dalam darah manusia, ternyata sang dengue ini mampu merusak keping-keping darah manusia, sehingga dia akan kelihatan pucat, lemas, cepat lelah, tidak punya tenaga, lambungnya luka, semua karena darahnya disedot oleh virus dengue ini, layaknya VAMPIR sang pemakan darah. Karena itu aku menyebut si virus dengue ini adalah THE REAL VAMPIRE. Dan suamiku baru saja darahnya disedot oleh the real vampire ini.

Oleh :

Bu Endangpras Rumbudi
http://rumaljawi.blogspot.com/

MTA Perwakilan Bandung


6 komentar pada “The Real Vampire

  1. Assalamu’alaikum, Bu Endang… Semoga Allah selalu melimpahkan rahmah dan hidayah kepada Ibu sekeluarga. Sesungguhnya seringkali saya juga sakit dan selalu memohon ampunanNya karena setiap waktu rasanya ajal semakin dekat, namun bagaimanakah dengan kesalahanku di masa lalu terhadap orang-orang yang pernah saya aniaya? mereka jauh…Dan di Romadhan ini, selalu berharap semoga mereka semua memaafkan, sebelum Allah benar-benar menetapkan ajal itu. Amin…

  2. Mudah-mudahan dengan sakit akan menghapus dosa jika dihadapi dengan sabar…… yang penting jangan mengidap penyakit seperti : في قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا ولهم عذاب أليم بما كانوا يكذبون

  3. kematian yang bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
    kematian adalah finishing touch, alias sentuhan terakhir.
    adakah sudah siap ??? hanya diri sendiri yang bisa jawab.

  4. sebagaimuslim bisakah kita(hati dan mental) selalu teruji untuk selalu dapat ikhlas dalam menjalani ketetapanNYA???bahwa yang baik itu datangnya dari Allah dan yang tidak baik datangnya dari khilaf kita sendiri…..salam kenalkagem bu endang….semoga keluarga besar mta bandung tetap tegar di jalan amar maruf nahi munkar ini….

  5. Ass, terima kasih telah berbagi pengalamannya kepada kita2..ibu endang..salam kenal dari saya..

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.