Tetap Produktif di Bulan Ramadhan

icon-semangat-ramadhanTulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi saudara-saudaraku yang sedang berpuasa yang terasa berat sehingga memperbanyak tidur. Tetapi prihatin melihat kondisi kebanyakan yang terjadi, dimana dikarenakan puasa kita menjadi menurunkan speed & performance. Datangnya kesiangan, kemudian terlihat lemas, tidak semangat mengerjakan volume pekerjaan yang ada. Memang sih.. Awalnya pasti  dimaklumi karena butuh penyesuaian, karena terjadi perubahan jam-jam aktivitas yang tidak seperti biasa.

Berikut ini merupakan hadist-hadist tentang keutamaan giat bekerja.

”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud as, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Apabila kamu selesai shalat fajar (shubuh), maka janganlah kamu tidur meninggalkan rejekimu”. (HR. Thabrani)

”Berpagi-pagilah dalam mencari rejeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keherhasilan.” (HR. Thabrani dan Barra’)

“Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami)

“Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baik nafkah adalah nafkah pekerja yang halal.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Betul sekali ! Memang benar Rasulullah SAW kerap melakukan qailulah, yaitu tidur siang sejenak. Tetapi tidur siang panjang tentu berbeda dengan sejenak. Bahkan istilah qailulah itu sendiri konon berasal dari qalil, yang artinya sedikit, sebentar, atau sejenak.

Sementara tidur siang di jam kerja, hingga sekian jam, apalagi memanfaatkan masjid kantor, dengan alasan ibadah atau ‘balas dendam’ karena malamnya aktif beribadah, tentu bukan tindakan bijak.

Sejarah Kemenangan Islam di Bulan Ramadhan

Di masanya, Rasululllah SAW dahulu justru mencapai puncak prestasi kerja di bulan-bulan Ramadhan. Setiap tahun Jibril alaihissalam turun untuk melakukan evaluasi hafalan Al-Quran buat Rasulullah SAW. Dan kejadiannya justru di bulan Ramadhan.

Perang Badar Al-Kubra terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua hijriyah. Perang ini terjadi di gurun pasir yang melibatkan 314 muslimin melawan 1.000-an orang

kafir dari Mekkah. Peperangan ini adalah salah tonggak penting dalam sejarah Islam, karena sejak itulah umat Islam memulai era peperangan secara fisik, yang tentunya membutuhkan kemampuan yang lebih berat. Kalau mentalitas mereka seperti umat Islam zaman sekarang yang hobi tidur siang di bulan Ramadhan, tentunya sulit memenangkan peperangan.

Dan kota Mekkah dibebaskan juga pada bulan Ramadhan pada tahun kedelapan hijriyah. Rasulullah SAW menyiapkan tidak kurang dari 10.000 pasukan lengkap dengan senjata yang berjalan dari Madinah dan mengepung kota Mekkah. Mekkah menyerah tanpa syarat, namun semua diampuni dna dibebaskan.

Setahun berikutnya, peristiwa perang Tabuk juga terjadi di bulan Ramadhan. Perang Tabuk terjadi saat musim paceklik, tapi di sisi lain buah-buahan sudah mulai masak, sehingga sebagian kaum muslimin harus menghadapi tarikan duniawi yang sangat berat. Rasulullah memobilisasi sendiri perang. Kaum muslimin berlomba lomba menafkahkan hartanya. Kedatangan pasukan Islam di Tabuk temyata memunculkan ketakutan luar biasa di kalangan pasukan Romawi. Mereka lari berpencar dan tidak berani melakukan serangan terhadap kaum muslimin.

Demikiran juga pertama kali Islam menaklukkan Spanyol di bawah pimpinan Thariq bin Ziad dan Musa bin Nushair, juga terjadi di bulan Ramadhan tahun 92 hijriyah. dan sekian banyak kerja keras yang lain, terjadi di bulan Ramadhan.

Perang ‘Ain Jaluth Perang terjadi pada 25 Ramadhan tahun 657 hijriyah. ‘Ain Jaluth adalah sebuah lokasi antara Bisan dan Nablus, yang dirampas oleh pasukan Tatar. Perang ini berakhir pada kemenangan gemilang kaum muslimin. Salah satu tokoh pahlawan yang terkenal dalam peristiwa ini adalah Muzaffar SaifuddinQuthz. Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam.

Dipastikan semangat, konsistensi dan keikhlasan mereka malah semakin membara di bulan Ramadhan.

Termasuk pahlawan-pahlawan lokal kita, buktinya Proklamasi Kemerdekaan juga bertepatan di bulan Ramadhan

Tidurnya Orang Berpuasa Adalah Ibadah : Hadits Palsu

Mungkin ada yang sudah tahu, tapi juga mungkin beberapa belum tahu tentang hadist tidur di bulan Ramadahan adalah ibadah. Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.

Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.

Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy-Syu`ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush- Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).

Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif tetapi sudah sampai derajat hadits maudhu` (palsu).

Oleh karena itu, tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur.

Semoga bermanfaat ..semangat!! :)


9 komentar pada “Tetap Produktif di Bulan Ramadhan

  1. walaupun kita tidak tidur siang atau itdur hanya sedikit saja bagi saya itu bukan masalah yang penting Allah menerima amalan kita selama berpuasa amin

  2. alhamdulillah aku jadi tetep semangat tuk melayani suami dan anak2. Mereka harus aku dukung sepenuhnya supaya puasanya semakin berkualitas. Thank MTA banyak memberi pencerahan.

  3. ayo smua tetep smgat bekerja,beribadah,andberamal baik dimanapun dan kapanpun kita berada!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!jagn mlez ,smgat ang jgn pts aja ,puasa jgn menjadi alasan untuk mencapai smua itu’/?????amin

  4. kebanyakan kita sebagai muslim kurang bergairah melakukan amalan yang disunahkan,kalau dah memenuhi yang wajib ya sudah..terasa lepas dari tanggung jawab.jika kita senang n bahagia melakukan puasa sunah..misale puasa senin kamis,apa puasa daud,insya Allah jiwa raga tetap BERSEMANGAT WALAU SEDANG SAKIT SEKALIPUN.jadi tetap kobarkan semangat..bayangkan ramadhan kali ini adalah ramadhan terakhir kita..gitu tìps yang cukup jitu saya praktekkan.

  5. Allah SWT tidak akan merubah nasib umat, sesuai sunnatullah makhluk sendiri yg menentukan nasib sesuai jalan yg dilalui…inilah taqdir. Rasul & sahabat telah mencontohkan bagaimana org yg beriman agar slalu produktif..mari kita teladani bersama…tetap optimis menatap masa depan…jaga kebersamaan,…slalu berdoa, berusaha…hanya Allah tempat berlindung dan berserah diri yg baik

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.