Membangun Akhlak Bangsa

akhlak-bangsa-mta

(Mimbar Jumat - Solopos, 18 /01/19) - Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Asy-Syuuraa, "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan didunia. Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat" (QS.Asy Syuuraa 20) (more…) ...


Mensyukuri Hadiah Ketaqwaan Pemberian Allah SWT

emas-sepenuh-bumi-mta

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada seluruh makhluqnya nikmat Jasmani dan rokhani, dan Allah pulalah yang telah mendidik manusia dengan puasa Romadhon selama satu bulan lamanya, didikan yang terkandung hikmah bahwa dengan cara seperti itulah manusia dapat mensyukuri nikmat rohani berupa nikmat iman dan ketaqwaan. Nikmat Taqwa adalah nikmat Rokhani yang Allah berikan kepada manusia sebagaimana firmanNya يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِن...


ISLAM Sang Penuntun

segera-taubat-ciri-beriman

Sumpah Setia bagi tiap-tiap muslim kepada Allah SWT sebagai Robbnya, kemudian kepada nabi Muhammad SAW sebagai nabinya yang terakhir, dan Islam sebagai agamanya merupakan aqidah yang mendasar yang harus menjadi hiasan dan memenuhi setiap relung hati bagi tiap-tiap muslim tersebut. Di samping itu ia harus merealisasikan dan mensinergikan antara hati, lisan dan perbuatan dalam kehidupannya untuk mencari ridlai- Nya semata. Sehingga hendaklah tiap2 muslim di samping mengenal Allah SWT sebagai Rabbnya, dan mengenal nabi Muhammad SAW sebagai rasulnya, ia harus mengenal Islam sebagai agamanya dan sang penuntun baginya. Sebagai ummat Islam hendaklah mengetahui dengan baik dan benar bahwa agama Islam itu adalah agama...


Tiga Perkara yang Menghancurkan

MENGHANCURKAN. Kata yang membikin bergidig. Bergidig kalau yang hancur kasat mata. Tubuhnya hancur, sungguh ngeri. Ada hancur yang “tidak” bikin bergidig karena tidak kasat mata. Itulah hancurnya kepribadian. Pribadinya hancur dan tentu diikuti hancur-hancur lainnya. Ada tiga perkara yang menghancurkan, yakni MARAH, SOMBONG DAN DENGKI. Tiga perkara ini bagian dari penyakit jiwa yang menghancurkan kedamaian, merusak suasana, merusak persaudaraan, merusak rencana, merusak masa depan dan sebagainya (1) MARAH. Marah merupakan suatu bentuk emosi yang memang lumrah atau alami. Marah ada pada setiap manusia. Wujudnya berbeda-beda. Secara istilah, berarti perubahan emosi oleh kekuatan luar untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman. Marah bisa membuat seseorang berbuat kekerasan,...


Iwan Bertobat, karena Ingat Anak (2/habis)

Bergelimang harta dari hasil menjual senjata api, Iwan Setya Lesmana (41) yang saat itu masih dikenal sebagai preman Kalijodo, membuatnya hidup berfoya-foya. Tak hanya makin terjerumus dalam mengkonsumsi ganja, warga Miri, Sragen ini juga sangat hobi menghabiskan uangnya berfoya-foya dengan para wanita pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Kalijodo. Iwan juga mengaku, hampir seluruh PSK di kawasan Kalijodo, bahkan di Jakarta pernah "tidur" dengannya. "Saya memang royal. Bahkan dalam semalam saya bisa menghabiskan Rp 8 juta untuk bersenang-senang dengan mereka," ujar Iwan, saat berkisah dalam program Hikmah yang ditayangkan MTA TV, Selasa (29/3/2016). Bertahun-tahun hidup dalam jurang kemaksiatan, ditambah banyaknya Narkoba yang ia...


Sebelum Tobat, Iwan Kerap Merampok untuk Beli Ganja (Bagian 1)

Iwan Setya Lesmana (41), begitu nama lengkap Iwan, sang mantan preman Kalijodo. Laki-laki asal Kecamatan Miri, Sragen, Jawa Tengah ini, sejak tiga tahun lalu meninggalkan dunia hitam dan kembali ke kampung halamannya. Mengenal kajian Majlis Tafsir Alquran (MTA) sejak setahun lalu melalui Persada FM dan MTA TV, Iwan pun mantap bergabung sebagai warga di MTA Cabang Miri 2. Lalu, bagaimana awal mulanya Iwan bisa terjerumus ke dunia hitam? Dalam wawancara di acara Hikmah MTA TV, Selasa (29/3/2016), Iwan bertutur jika ia pergi ke Jakarta sejak 1991 silam, saat dirinya lulus SMP. Saat itu ia mengikuti salah seorang saudara merantau di kota metropolitan...


Iwan : Mantan Preman Kalijodo yang Bertobat dan Ngaji di MTA

iwan tatto mantan preman kalijodo tobat

Lengan tangan kanannya penuh dengan gambar tato. Begitu pula di pelipis sebelah kirinya, ada tiga tato tanda bintang. Bukan sembarang tanda, karena tanda tersebut memiliki makna khusus. "Tanda ini ibaratnya jenderal bintang tiga. Preman-preman lain jika melihat saya dengan tanda ini, langsung menunduk (hormat-red)," kisah Iwan, seorang mantan preman Kalijodo, saat diwawancara dalam acara Silaturahim Ahad Pagi MTA TV, Ahad (27/3/2016). Ya, Iwan adalah salah seorang hamba Allah yang mendapatkan hidayah. Sejak tiga tahun lalu, Iwan bertobat dan meninggalkan dunia hitam yang selama bertahun-tahun digelutinya. "Lama-lama capek hidup di dunia hitam. Saya ingin bertobat," ujar laki-laki asal Miri, Sragen, Jawa Tengah ini. Saat menjadi preman,...


Menebar Ulang Jiwa “LEMBAH MANAH” Dan “ ANDAP ASOR” Dalam Kehidupan.

Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, Sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Amien Pengajaran moral bangsa kita memiliki keunggulan-keunggulan yang kadang-kadang karena begitu unggulnya maka generasi penerus kesulitan untuk mewarisi atau melestarikannya. Dua buah contoh pendidikan moral yang dimiliki pendahulu kita adalah jiwa “Lembah manah” dan jiwa “Andap Asor”. Lembah manah, memiliki arti “hati yang luas dan lapang”, sedang andap asor memiliki arti “ berendah hati atau merendahkan diri”. Yang keduanya sangat baik sekali untuk menumbuhkan kerukunan dan persaudaraan yang tulus ikhlas. Zaman hari ini, zaman semakin ramai, termasuk dalam masalah...