Pimpinan Pusat MTA Gunakan Hak Pilihnya di TPS 46 Semanggi

Surakarta - Bersama istri dan sejumlah anggota keluarganya, pimpinan pusat MTA Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina tiba di TPS 46 Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta pada sekitar pukul 10.15 WIB. Setelah menyerahkan persyaratan yang diperlukan, Ustadz Ahmad Sukina menuju bilik suara yang sudah disediakan. Kurang lebih 10 menit, Ustadz Ahmad Sukina pun menyelesaikan proses pencoblosan. Ditemui seusai menggunakan hak pilihnya, Ustadz Ahmad Sukina mengatakan bahwa menyalurkan hak pilih ini sangat penting untuk menentukan wakil rakyat dan kepala negara yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun mendatang. Pimpinan pusat MTA mengatakan bahwa sebagai lembaga dakwah, MTA selalu netral dalam setiap proses demokrasi namun bukan...


Menjaga Persatuan

menjaga-persatuan-ahmad-sukina

(Mimbar Jumat - Solopos, 12/04/2019) Pesta Demokrasi yang digelar lima tahun sekali ternyata memiliki dampak negatif terhadap kehidupan sosial bangsa Indonesia, terutama terjadi saat berlangsungnya kampanye. Bangsa ini seakan-akan terbelah menjadi dua,yang satu berhadapan dengan yang lain. Saling menjelekkan, saling menghujat, saling memfirnah, dan saling menebarkan berita bohong (Hoaks) Umat Islam tersebar dikedua buku dan ajaran Islam melarang semua itu. Begitu mudah umat Islam meninggalkan ajaran mereka, padahal yang membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sebagian besar juga umat Islam. Para ulama langsung terlibat dalam pertempuran melawan penjajah, sejak jauh sebelum negeri ini lahir, seperti pangeran Diponegoro dan Teuku Umar. Ketika bangsa ini melawan pasukan...


Bersatu dalam Perbedaan

Bersatu-Dalam-Perbedaan---MTA

(Mimbar Jumat - Solopos, 15/02/2019) Euforia demokrasi melanda seluruh pelosok negeri. Media cetak, media elektronik dan media sosial diwarnai dengan berita-berita terkait pemilihan Presiden dan pemilihan anggota legislatif yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Sangat disayangkan bahwa kegembiraan tersebut disertai dengan terbelahnya masyarakat menjadi dua kubu yang saling memojokkan dan mendeskreditkan satu terhadap yang lain. Saling mengejek, saling mengolok, dan saling menghujat melalui akun media sosial. Berita bohong alias hoaks, ujaran kebencian, atau hate speech dan kampanye hitam (black campaign) yang dilarang UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ternyata masih menyebar setiap saat. Suasana seperti ini bila tidak terkendali akan membahayakan persatuan...


Bahaya Menyebar Kebohongan

mta-menolak-hoax-hoak-berita-bohong-pemilu

(Mimbar Jumat - Solopos, 28/09/2018) Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya Azab yang besar (QS. An Nur :11) Ayat ini turun berkaitan dengan tersebarnya berita bohong pada masa Rasululloh SAW. Orang-orang munafik menyebarkan berita bohong bahwa istri Rasulullah Saw, 'Aisyah RA telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mu'athhal (Sahabat Rasulullah SAW) Banyak orang Islam yang percaya berita...


Umat Beragama di Sukoharjo Deklarasikan Sambut Pilkada Sejuk Tanpa Hoax

SUKOHARJO - Polsek Sukoharjo kota bersama Perwakilan umat beragama di kecamatan Sukoharjo, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar acara deklarasi dalam menyambut pilkada yang sejuk tanpa hoax. Acara bertempat di kantor Mapolsek Sukoharjo pada hari Selasa (13/03) pagi. Dalam acara ini, Kapolsek AKP Parwanto, S.H, M.H, mengundang seluruh perwakilan umat beragama di Kabupaten Sukoharjo, baik islam, Kristen, katholik, hindu, budha, dan aliran kepercayaan. Sedangkan dari agama islam diwakili oleh Muhammadiyah, GP Anshor, serta Majlis Tafsir Alquran. Dalam acara tersebut Kapolsek berpesan agar saling menjaga persatuan dan kondusivitas menjelang Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 di Jawa Tengah. Kapolsek juga mengingatkan agar...


Jelang Pilkada, MUI Pemalang Undang Pimpinan Ormas. Termasuk MTA

PEMALANG - Dalam rangka menghadapi tahun politik dan memelihara persatuan bangsa, Majelis Ulama Indonesia kabupaten Pemalang mengundang semua pimpinan organisasi islam se-kabupaten Pemalang dalam acara Silaturahim Pimpinan Organisasi Massa Islam Jelang Pemilu. Acara dihadiri para pimpinan organisasi massa islam di Pemalang, termasuk ketua MTA perwakilan Pemalang, Ustadz Ponimin, S.Pd, serta Sekretaris Drs. Nur Gunawan, Apt. Dalam acara ini, Ketua MUI kabupaten Pemalang, Drs. Kiai Haji Saifullah Ahmad mengemukakan pentingnya menghargai perbedaan pemahaman di antara organisasi agar terjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Umat islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil wakilnya yang mampu mengemban tugas amar ma'ruf nahi mungkar. Sedangkan pemerintah dan...


MTA Perwakilan Kabupaten Semarang Hadiri Undangan Sosialisasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

SEMARANG - MTA Perwakilan Kabupaten Semarang menghadiri undangan dari Bawaslu Kabupaten Semarang dalam acara Sosialisasi Peran dan kesiapan pengawas Pemilu dalam Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019. Selain MTA Perwakilan Semarang turut diundang Kwarcab Pramuka Kabupaten Semarang, Muhammadiyah Kabupaten Semarang, PC NU Kabupaten Semarang, Siswa SMA di Kabupaten Semarang, dan juga dari beberapa kelompok tani yang ada di Kabupaten Semarang. Dalam Acara tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang hadir menyampaikan Sosialisasi di depan para peserta yang diundang. Agus Riyanto, Ketua Bawaslu menyampaikan penting untuk mengenalkan perihal pengawasan pemilu yang benar utamanya kepada anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan harapan generasi mendatang...


Pendidikan Politik

Sebetulnya tak ada satupun orang hidup dalam lingkungan masyarakat tertentu yang lepas dari politik. Pendek kata tak ada orang yang tidak berpolitik. Kalau ada yang mengatakan saya tidak berpolitik, tidak berpolitik itulah politiknya orang yang tidak berpolitik. Ada orang bilang “politik itu kotor”. Ungkapan inilah yang sering kita dengar dari masyarakat dan mungkin sudah menjadi paradigma yang mewarnai fikiran mereka. Setidaknya ungkapan tersebut muncul dari beberapa sebab yang melatarbelakanginya. Mungkin, ungkapan tersebut sengaja dimunculkan dari pihak mereka yang berpolitik dan berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan menghasung lawan-lawan politiknya agar tidak berpolitik, maka ia menyebarkan virus ungkapan bahwa politik itu kotor. Sehingga bagi mereka...