Bagaimana Agar Tidak Marah dan Putus Asa?

Pertanyaan : Assalaamu ‘alaikum ustadz, bagaimana caranya supaya tidak marah ? dan bagaimana cara menghilangkan putus asa ? - dari Supriyani, Pilangsari, Potronayan Jawab : Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Diantara sifat orang yang beriman itu mampu menahan amarah. Allah SWT berfirman : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafqahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [QS. Ali ‘Imraan : 133 - 134] Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar...


Tiga Perkara yang Menghancurkan

MENGHANCURKAN. Kata yang membikin bergidig. Bergidig kalau yang hancur kasat mata. Tubuhnya hancur, sungguh ngeri. Ada hancur yang “tidak” bikin bergidig karena tidak kasat mata. Itulah hancurnya kepribadian. Pribadinya hancur dan tentu diikuti hancur-hancur lainnya. Ada tiga perkara yang menghancurkan, yakni MARAH, SOMBONG DAN DENGKI. Tiga perkara ini bagian dari penyakit jiwa yang menghancurkan kedamaian, merusak suasana, merusak persaudaraan, merusak rencana, merusak masa depan dan sebagainya (1) MARAH. Marah merupakan suatu bentuk emosi yang memang lumrah atau alami. Marah ada pada setiap manusia. Wujudnya berbeda-beda. Secara istilah, berarti perubahan emosi oleh kekuatan luar untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman. Marah bisa membuat seseorang berbuat kekerasan,...


Mempersiapkan Generasi Shalih

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. An-Nisaa/4: 9) Setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras. Kita sebagai orangtua lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua! Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah...