Siraman Al-Qur’an Yang Menyuburkan Kesholehan Jiwa dan Kehidupan

alqur-an-standar-keshalehan

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT, Dia Tuhan pencipta, pemelihara dan penyantun kepada semesta ciptaannya, kepada semesta alam raya.  Dia Allah yang menciptakan trilyunan galaksi di semesta alam, dan Dia Allah yang memiliki Arsy (singgasana)  yang lebih luas dari semesta alam raya. Dia Allah yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Allah Tuhan semesta alam, Tuhan yang Maha Bijaksana, telah menciptakan bumi dengan segala isinya dan telah pula melengkapi bumi dengan segala sarana yang dapat dihuni oleh makhluqnya, terutama untuk dapat dihuni manusia, dengan tujuan agar selalu beribadah kepadanya, sebagai mana firmanNya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ ﴿٥٧﴾ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

  1. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
  2. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
  3. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.(QS 51 Adz Dzaariyaat ayat 56 sd 58)

 

Allah yang menciptakan berbagai macam tumbuhan, dan Allah pula yang menurunkan hujan untuk menumbuhkan dan menjaga keberlangsungan kehidupan seluruh tanaman. Sebagaimana firmanNYa:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاء اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

  1. Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 41. Fushshilat ayat 39)

 

Allah yang menghidupkan kehidupan dimanapun Allah kehendaki. Dan Allah pula yang memelihara seluruh makhluknya untuk selalu tumbuh dan terpelihara kesegaran masing-masing makhluq hidup dengan curahan karunia Allah.

Manusia perlu bersyukur dengan diturunkan Al-Qur’an kepada Umat manusia. Kitab Suci Al-Qur’an merupakan mu’zizat yang paripurna yang akan selalu terbukti akan tanda-tanda yang Allah firmankan di dalamNya, sebagaimana firmanNya:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

  1. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS 41 Fushshilat ayat 53)

Betapa Allah yang Maha Agung dan Maha tinggi memperhatikan kepada kita umat manusia yang hidup di muka bumi yang bila dibandingkan dengan alam semesta akan sangat-sangat-sangat kecil, demikian pula diri diri manusia yang sangat sangat kecil dibanding besarnya bumi yang dihuni.

Belum lagi bila manusia berfikir tentang asal usul manusia dari setetes air mani yang sangat-sangat-sangat kecil. Segala puji bagi Allah, sudah sepantasnya manusia selalu mengarahkan hidupnya untuk selalu tha’at dan bersyukur kepada Allah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Manusia perlu mensyukuri nikmat terbesar yang Allah curahkan kepada kehidupan umat manusia. Masing masing diri perlu bersyukur dengan selalu mendahulukan dalam membaca, mempelajari, menghayati, mengimani dan mengamalkan petunjuk Al-Qur’an untuk diri masing-masing. Dan tidak dilelahkan dirinya dengan membahas dan menyibukkan diri berlelah lelah diri dari kitab-kitab tebal yang lainnya.

Al-Quran telah memberikan suatu kemudahan untuk segera menyiram jiwa-jiwa manusia, dan menjadikan jiwa menjadi tumbuh subur dengan sifat-sifat mulia, dan juga amal-amal yang mulia. Allah menyampaikan dalam firmanNya:

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿١٨﴾ إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحاً صَرْصَراً فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ ﴿١٩﴾ تَنزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ ﴿٢٠﴾ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿٢١﴾ وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

  1. Kaum `Aadpun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
  2. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,
  3. yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang.
  4. Maka betapakah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
  5. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS 54 Al Qamar ayat 18 sd 22)

 

Allah telah menjadikan Al-Qur’an menjadi suatu kitab yang mudah untuk dipelajari, dihayati, diimani dan diamalkan petunjuknya. Jangan sampai umat manusia disibukkan terlebih dahulu dengan kitab-kitab tebal yang lainnya, dan berlelah lelah untuk berdebat dengannya, tetapi manusia seharusnya  mendahulukan dan memprioritaskan bersibuk sibuk diri untuk mengimani dan mengamalkan Al Qur’an sebelum yang lainnya.

Bersyukur kepada Allah atas nikmat Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada kita adalah jalan utama yang harus ditempuh umat manusia, manusia perlu sangat serius dalam memelihara kesucian jiwanya. Karena itulah sumber kehidupan bagi kesholehan jiwa dan kehidupan manusia.

Kesucian jiwa bisa dijaga dengan Al-Qur’an. Demikian pula suburnya amal sholeh bisa pula disuburkan dengan Al Qur’an. Allah telah memberi  tentang  kemanfaatan yang sangat besar bagi kehidupan di bumi dan bagi kehidupan manusia yang sangat-sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran dan kemuliaan, dan ketinggian Allah SWT.

لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ

  1. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.(QS 03 Ali Imraan 164)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

  1. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS 10 Yunus ayat 57)

 

Begitulah Al-Quran selalu membawa manusia kepada kesucian jiwa, dan juga menyembuhkan jiwa-jiwa manusia yang sedang sakit. Maka sudah sepantasnya Al-Qur’an harus ditekuni sepanjang kehidupan manusia, di sepanjang hari-hari manusia dan di segala tarikan nafas manusia.

Segala puji hanya Untuk Allah SWT, sholawat dan salam untuk seluruh Nabi dan Rasul dan untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Sudah sewajarnya kita berbahagia dalam kehidupan ini, baik dibulan Romadhon maupun di luar bulan Romadhon untuk selalu mencintai belajar, menghayati, mengimani dan mengamalkan Al-Quran, dan jadilah jiwa-jiwa kita dan kehidupan kita  tumbuh menjadi selalu segar dan subur dengan keimanan dan amal sholeh yang akan membawa kebahagiaan di dunia dan di akherat. Wallahu a’lam.