Sifat-sifat Mukminin dalam Kemajemukan

icon-majemuk-mtaSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Sungguh kebahagiaan yang tiada terkira apabila kita dapat merasakan shalat dengan khusu' dan benar-benar sholat yang penuh terpahami, betul-betul merasakan indahnya bermunajat kepada Allah Rabul'alamin.

Seorang anak adam yang dhoif, bersimpuh dalam ruku' dan sujud menghadap kepada Allah Tuhan Semesta Alam, dan telah terasakan dalam getaran rasa batin bahwa Allah benar-benar sedang menerima pujian hambanya, sebagaimana salah satu do'a yang dilantunkan saat 'itidal "Sami' Allahu liman hamidah – Rabbana wa lakal hamdu" (Maha Mendengar Allah atas hamba-hamba yang memujiNya – Wahai Pencipta kami bagiMulah seluruh pujian). Kelezatan ibadah akan mengalir kedalam seluruh relung-relung hati dan kemudian akan menghias kedalam segala aspek kehidupan seseorang.

Dalam kehidupan yang heterogen tidak mudah bagi seseorang untuk meyakinkan kepada orang lain tentang lezatnya ibadah dan lezatnya menjadi orang sholih. Namun semua bukti-bukti akan nampak secara instant. Keimanan yang lurus akan membuat jiwa seseorang menjadi jiwa yang lentur dan tahan terhadap segala ujian dan cobaan, ibarat sebuat karet yang lentur dan tahan dengan tarikan-tarikan berat yang mengenainya.

Sebaliknya hati yang dipenuhi dengan noda-noda dosa akan menjadi hati yang getas dan mudah patah dan pecah. Terkena sedikit beban saja akan patah, pecah dan berantakan. Segala puji bagi Allah alangkah indahnya jiwa yang telah menempuh jalan-jalan iman menuju ketaqwaan.

Pergaulan yang demikian heterogen akan terkumpul berbagai karakter manusia dengan latar belakang kwalitas ilmu dan iman yang berbeda-beda. Bahkan lebih luas lagi adalah tercampurnya berbagai macam keyakinan dan jalan hidup. Berbeda pula kesungguh-sungguhannya masing-masing dalam mendidik diri menekuni kebenaran Allah Tuhan semesta Alam. Sehingga berbeda pula standart kwalitas moralnya.

Kesabaran seseorang yang telah menemukan pencerahan iman di hati (hudan/ petunjuk) benar-benar telah ditegaskan oleh Allah, agar nikmat iman dan taqwa tersebut dijaga dengan sebaik-baiknya. Nilai nikmat iman dan taqwa sangatlah tinggi dan mulia, tidak akan bisa ditandingi kalau hanya dibandingkan dengan nikmat materi. Sebagaimana firman Allah yang artinya

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS. 3:91)

Keunggulan keunggulan orang-orang beriman haruslah menjadi sesuatu yang menonjol dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sehingga dengan perilakunya yang baik dapat menarik perhatian orang untuk mengikuti jejak-jejak sholihnya.

Al-Qur'an telah memuat bagaimana sifat-sifat mulia orang-orang beriman didalam pergaulan yang majemuk diantara sifat-sifatutama yang menonjol antara lain

a. Menjauhi pergaulan yang penuh kebodohan

Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. 25:63)

b. Membalas keburukan dengan kebaikan

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS. 41:34)
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (QS. 41:35(

c. Suka memaafkan

dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi ma'af. (QS. 42:37)

Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (QS. 42:39)
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 42:40)

Kesabaran orang-orang beriman merupakan modal utama dan daya tarik utama bagi kemudahan bagi umat islam untuk mendakwahkan Islam. Karena kelezatan Islam yang begitu lezat telah terasakan sendiri dalam hati sanubari. Dan yang demikian itulah bukti nyata akan firman Allah yang artinya

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. 21:107)

Dihari ini memang manusia sudah banyak yang terpaling kepada nilai-nilai materi yang ditinggikan dibanding dengan nilai nilai ruhani yang tinggi dan mulia. Namun dihadapan Allah nilai-nilai materi yang ditinggikan itu menjadi tiada berharga sama sekali bila tidak digunakan dalam meneguhkan iman dan amal sholih.

Allah sering mengingatkan kita umat Islam dengan gempa-gempa bumi disekitar kita, agar kita sadar untuk kembali kepada jalan hidup yang benar dan lurus.  Betapa  materi  yang  kita  tinggikan  itu  dapat  musnah  seketika  oleh  hempasan  gempa  bumi  walau  hanya satu menit  berlalu. Semoga kita memahami didikan Allah kepada kita semua……..Wallahu'alam


2 komentar pada “Sifat-sifat Mukminin dalam Kemajemukan

  1. pepatah, ikan laut tak akan asin, begitu juga sifat kemukminan setiap diri pribadi tak lekang oleh waktu & kondisi apapun…hidayah keimanan dlm beragama yg benar&lurus akan mjd pedoman hidup yg dpt memilah antara kepentingan dunia&akhirat, sgala prilakunya akan menjadikan kebaikan dan rahmat seluruh alam…

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.