Siapa Yang Paling Banyak Menyebarkan Berita Bohong, Paling Banyak Memikul Dosanya

icon-koran-mtaSesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang  terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (TQS. An Nur:11)
Kajian Ahad Pagi, 23 Agustus 2009

Menanggapi maraknya pemberitaan bahwa aparat polisi akan mengawasi dakwah/ceramah telah mendapat tanggapan beragam dari MUI dan juga ormas2 islam di Indonesia. Sedangkan bagi MTA silahkan saja memantau, bahkan apakah mau polisi atau tentara bahkan bukan orang Islampun boleh ikut ngaji.

Tetapi pesan utama kami bagi Polisi, apabila ada kesalahan lekas ditegur dan jangan bertindak mencari-cari kesalahan. Kemudian tentang hal ini MTA juga  mengeluarkan brosur ttg "Terorisme dalam pandangan Islam". Terorisme tidak ada hubungan dengan Islam, maka bila terjadi terorisme jangan terus dipojokkan ke agama Islam. Padahal pelakunya bisa siapapun dengan entah Islam ataupun non-Islam. Andaikan pelakunya orang Islam, yang salah adalah orangnya bukan agamanya.

Sama seperti kasus kejahatan lain. Tidak hanya terorisme tetapi mencuri, judi, korupsi, zina dsb bisa dilakukan siapa saja. Pada dasarnya Islam itu sempurna dan tidak ada cela dalam ajarannya.

Pesan yang kedua agar kepada aparat tidak 'gebyah uyah'. Termasuk juga para wartawan pers! agar tidak sembarangan dan ngawur dalam menulis berita. Kasus yang paling baru adalah pemberitaan adanya buronan teroris yang dikaitkan sebagai ustadz dari MTA (Koran SM). Walau telah diralat pada edisi hari selanjutnya

(23/08), ini jangan sampai terulang kembali di media manapun. Ini merupakan pemberitaan yang kesekian kali dari media pers yang merugikan MTA dan dakwah Islam pada umumnya. Perbuatan yang sangat dibenci Allah adalah menyebarkan berita bohong, fitnah yang berdasar 'katanya-katanya'.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (TQS. Al Hujurat : 6)

Pelajaran penting bagi kita sebagai penikmat berita, agar lebih waspada! karena memang tidak semua berita koran itu benar. Tabayyun harus dilakukan, jangan malah ikut-ikutan menyebarkan berita bohong yang belum tentu kebenarannya. Apalagi jika tidak menyukai objek berita tersebut. Sehingga bisa menjadi provokator masalah baru.

Seperti biasa setelah sesi pembahasan materi brosur kemudian dilanjutkan tanya jawab.

Diantara pertanyaan yang dibahas mengenai :
- Bagaimana Menghadapi fitnah
- Cara menahan emosi dalam mendidik anak
- Cara Shalat dan Wudhu seorang Nelayan di laut
- Menghadapi Orangtua yang sudah stroke terhadap kewajiban shalatnya
- Shalat tarawih di bulan Ramadhan
- Membayar Zakat Fitrah

Terakhir, pesan al ustadz kepada warga MTA. Agar menghindari pembicaraan-pembicaraan tentang terorisme. Lebih baik diam atau menghindari karena pada dasarnya kita tidak mengetahui hal yang sebenarnya. Apalagi dengan pembicaraan itu hanya akan menimbulkan pertentangan, permusuhan bahkan fitnah diantara kita sendiri. InsyaAllah semua sudah ada yang mengurusi yakni aparat. Kita doakan agar diberi kemudahan dalam mengungkap kebenaran yang sebenarnya.

download-pdf-jihad-pagi-mta1download-mp3-jihad-pagi-mta2


5 komentar pada “Siapa Yang Paling Banyak Menyebarkan Berita Bohong, Paling Banyak Memikul Dosanya

  1. mari mulai diri person kita masing2 tuk jaga lisan, hati agar tetap bersih, hindari sifat bohong mulai dr yg kecil, bicara yg baik ato diam… jaga kebersamaan….nasihat-menasehati yg baik, renungi dosa2 kita…hanya Allah kita akan kembali….

  2. sebagai muslim yang cerdas kita tetap waspada n hati hati dlm kondisi apapun..bukan curiga n buruk sangka.terkadang kita masìh sulit membedakan antara waspada n curiga..apalagi kalau dah tercampur dg buruk sangka..semoga kita lebih arif dan peduli dlm mensikapi dan mengelola berita,kalau gak da kaitannya dg kita lebih baik diam atau tebarkan akhlak yang bisa dijadikan teladan untuk sekitar kita..umat islam ni PRnya msh byk,jgn hy teror yg muncul

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.