SENANG Berilmu…

senangnya menuntut ilmu

Belajar bisa dikatakan, untuk sebagian dari kita bukanlah hal yang menyenangkan. Tak semua orang menyukai belajar, beranggapan klasik bahwa otak yang digunakan lebih untuk berpikir akan menyebabkan fisik terasa lelah.

Belum lagi berbagai macam tantangan yang harus dihadapi saat seseorang memutuskan untuk belajar, misalnya sulitnya ilmu yang harus dipelajari. Belum lagi sifat kemalasan atau gangguan dari luar yang membuat makian enggan belajar.

Padahal sejatinya, ilmu adalah sesuatu hal yang (sangat) penting bagi seseorang. Bahkan agama tercinta kitapun meminta kita untuk berusaha menjadi orang yang berusaha berilmu.

Dalam QS. Al Mujadalah : 11 disebutkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu.

“Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Jika Allah Swt saja sudah meminta kita untuk berilmu, sudah pasti dibalik itu akan ada banyak manfaat yang tersembunyi didalamnya.

Bukankah kita juga diminta untuk menjadi pemimpin di muka bumi?

Seseorang yang menjadi pemimpin tentu harus memiliki ilmu kepemimpinan, tidak cukup dengan berakhlak baik saja. Karena seseorang yang berakhlak baik tanpa ilmu tersebut bisa jadi kurang berhasil dalam menjalankan tugasnya. Misal : dimanfaatkan atau dibawa ke jalan yang keliru oleh orang-orang jahat yang tidak ingin Islam tegak dimuka bumi.

Melihat apa yang sudah disampaikan diatas, sudah sepantasnya kita memantaskan diri mejadi manusia yang "senang" berilmu.

Adapun hal-hal yang mesti dilakukan agar menjadi manusia yang senang dalam berilmu antara lain :

(1) Memperbaiki niat untuk menuntut ilmu karena Allah
Persaingan di dunia saat ini semakin keras. Banyak orang yang berebut mencari pekerjaan, uang dan sebagainya untuk bertahan hidup. Besarnya kebutuhan manusia demi bertahan hidup, kerap kali membuat mereka rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Bahkan ketika berproses menuntut ilmu yang digunakan sebagai sarana untuk meraih bekal pertahanan hidup, banyak pula yang menghalalkan segala cara.

Oleh karena itu jika ingin berilmu, cobalah untuk senantiasa mengingat Allah. Jadikan tujuan kita menuntut ilmu karena-Nya, karena jika niat kita didasari oleh perintah Allah, insyaAllah ilmu yang kita peroleh akan selalu diikuti dengan keberkahan.

(2) Menentukan metode belajar yang tepat
Ada kalanya kita menjadi malas menuntut ilmu karena merasa sulit untuk mengerti dan memahami materi. Padahal ada kemungkinan sulitnya memahami materi tersebut dikarenakan metoda belajar yang kurang tepat.

Ada orang yang lebih mudah memahami suatu materi dengan membaca atau melihat video. mereka disebut kategori visual.

Ada pula yang baru paham dengan mempraktekkan,orang dengan cara belajar ini disebut kinestetik. Coba untuk mengenali diri kita dan mengetahui metode belajar yang tepat seperti apa yang dibutuhkan.

(3) Mengingat Urgensi Ilmu
Coba untuk mengingat pentingnya menjadi manusia yang berilmu. Manfaat-manfaat yang bisa kita peroleh. Karena ketika tujuan kita jelas dan tahu apa manfaat dari apa yang kita kerjakan akan memotivasi kita untuk senantiasa istiqomah belajar.

(4) "Stay foolish, stay hungry"
Sebuah istilah dalam bahasa inggris yang artinya "tetaplah merasa bodoh, tetaplah merasa lapar." intinya jangan cepat merasa berpuas diri.

Teruslah merasa bahwa diri kita ini masih bodoh, karena ketika pada suatu hari kita sudah merasa pintar akan berpuas diri dan enggan belajar lagi.

Tetaplah bersemangat menuntut ilmu, ingat selalu pada petuah Imam Ghazali, "Bila tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung kebodohan".

Terakhir, ingatlah ilmu itu ibarat pohon yang selalu didamba yang mengitarinya, menunggu manfaat dan buahnya. Jadi jadikanlah ilmu kita bermanfaat untuk diri, keluarga, lingkungan dan umat.

 

Oleh : Puspita Ratri Wulandari
Staff Redaksi Majalah Al Mar'ah