Sedekah-sedekah di Bulan Suro(Muharam)

burung1Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah SAW. Berbahagialah orang-orang yang dapat memahami ilmu, iman dan amal islam, sehingga tidak akan pernah kebingungan menghadapi perubahan keadaan dari zaman ke zaman.

Di Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menurunkan petunjuk yang amat jelas bagaimana manusia mengelola nikmat hidup dan nikmat harta. Hidup adalah untuk beribadah kepada Allah, nikmat harta digunakan untuk membeli kebahagiaan dunia dan akherat sebagai sarana untuk membangun ketaqwaan.

Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 21)

Ketaqwaan dalam diri seseorang dapat dirasakan dengan nyata diantara tanda-tandanya adalah, senantiasa merasa diawasi oleh Allah, selalu ingat mati dan hari akherat, selalu sadar bahwa kebaikan sebesar zarah dibalas oleh Allah dan demikian pula kejahatan sebesar zarah dibalas oleh Allah. Dan untuk menemukan rasa tersebut didalam hati adalah dilakukan dengan mengikuti pola hidup Rasulullah Muhammad SAW.

Sedekah dalam Islam terkandung dalam syareat yang terang dan jelas dalam melakukannya. Zakat, infaq, shodaqoh, merupakan jalan-jalan terang mensyukuri nikmat harta. Dan tidak dalam bentuk upacara-upacara makan-makan bersama atau pula menyebar makanan dalam upacara-upacara labuhan. Atau pula dalam bentuk menaruh kepala kerbau atau hewan sesaji dalam ritual-ritual khusus. Karena Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah membutuhkan sesaji.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)
Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. (QS. Adz-Dzaariyaat: 57)
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. Adz-Dzaariyaat: 58)

Setiap umat Islam berkewajiban mengeluarkan zakat 2.5 persen dari setiap rizki yang diberikan Allah pada mereka. Yang kemudian dikelola oleh lembaga-lembaga zakat untuk disalurkan kepada 8 golongan

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu'allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. (QS. At-Taubah: 60)

Selain mengeluarkan zakat, umat Islam juga dianjurkan untuk mengeluarkan infaq atau pula shodaqoh (sedekah). Misalkan untuk membangun sarana transportasi, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana industri dan berbagai sarana-sarana yang menunjang kehidupan umat islam secara bersama. Dan juga dianjurkan untuk mengeluarkan sedekah kepada orang-orang yang ditanggungnya dan kepada orang-orang yang tidak mampu agar mereka teringankan beban hidupnya.

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 271)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. (QS. Ar-Ruum: 37)
Maka berikanlah pada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) pada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ar-Ruum: 38)

Tidak ada sedekah-sedekah dalam bentuk membuang-membuang makanan di lapangan, dibawah pohon besar, di pekuburan, di sumber-sumber air, di puncak gunung, di tepi pantai, atau pula di tempat-tempat yang dianggab bersejarah atau pula angker dan wingit, walaupun dibungkus-bungkus dengan kata-kata bahwa itu semua untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tuntunan zakat, infaq dan shodaqoh (sedekah) sudah sangat jelas diatur dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bagaimana pula Allah telah mendidik hati seorang muslim dalam melakukan zakat, infaq dan shodaqoh dilakukan dengan hati yang khusu' dan tawadhu' kepada Allah Tuhan semesta Alam, serta berharap agar segala amal zakat, infaq dan shodaqohnya diterima olehNya.

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, (QS. Al-Mu'minuun: 57)
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, (QS. Al-Mu'minuun: 58)
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), (QS. Al-Mu'minuun: 59)
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, (QS. Al-Mu'minuun: 60)
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (QS. Al-Mu'minuun: 61)
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. Al-Mu'minuun: 62)

Zakat, Infaq dan shodaqoh (sedekah) adalah sesuatu yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah Muhammad SAW, dan dilakukan dengan berharap pahala dari Allah, dan sangat berharap agar pahalanya akan dapat dipetik di hari akherat sebagai amal-amal yang dinilai oleh Allah dan dibalas dengan kenikmatan yang mulia disisi Allah yaitu Jannah (Surga Adn).

Sedekah dapat dilakukan setiap saat dan setiap waktu dan tidak dikhususkan dibulan Suro saja. Sehingga memang Allah telah memberi jalan lapang kepada umat manusia untuk saling tolong menolong dan saling membahagiakan satu dengan yang lain denga syareat yang mulia dan masuk aqal.

Dan Allah akan memuliakan orang-orang yang mengamalkan petunjuk-petunjuk Allah itu bila dilakukan dengan penuh ketaqwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Bukan sekedar untuk dipuji atau bahkan disebabkan karena keyakinan kemusyrikan didalam hati yang dibungkus-bungkus dengan syareat agama, atau pula ada tujuan-tujuan tersembunyi untuk meraih keuntungan dan seolah dibungkus dengan nama wisata religi. Sungguh Allah sangat mengetahui bisikan hati seluruh makhluq-makhluqnya diseluruh jagad Raya, Subhanallah, wal Hamdulillah, wa La ilaha ilallah wa Allahu Akbar. Wallahu'alam.


2 komentar pada “Sedekah-sedekah di Bulan Suro(Muharam)

  1. budaya yang bertentangan dengan ketauhidan memang harus ditinggalkan. tapi yang tidak bertentangan dengan syariat sebaiknya kita lanjutkan, karena itu hasil jerih payah dari para penda’wah yang telah mendahului kita. seperti budaya majlis dzikir, mendoakan orang-orang yang sudah meninggal dll.

  2. semoga Allah selalu menjaga nikmat iman-islam kita,sehingga perjuangan kita menuju ketagwaan,terjaga dari hal hal yang memencongkan tauhid ini.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.