Sebuah Pelajaran Hidup

100_1288Februari 2009, saya ditugaskan di medan selama 1 bulan tepatnya di RSU Adam Malik, RS Adam Malik merupakan RS Pusat rujukan daerah sumatera bagian utara dan aceh. Sebelumnya saya berpikir RS ini merupakan RS yang besar dan megah. Ternyata perkiraan saya keliru. RS Adam Malik terletak di pinggiran kota, kurang lebih 40 km dari pusat kota, itupun dari jalan besar masih masuk ke dalam. Jangan berharap ada internet,hehehe kalo malam di sekitar RS gelap gulita tidak ada listrik, angkutan kota pun terbatas yg melalui RS ini, jadi saya pikir ini rumah sakit yang salah tempat hehehe.Makanya tidak banyak pasien yg di rawat di RS ini karena letaknya yang jauh dari kota dan angkutan kota yang susah, dan hanya pasien dengan kondisi tertentu atau parah saja di rujuk di tempat ini

Kondisi ini bagi saya malah menguntungkan, saya jadi lebih banyak waktu untuk jalan- jalan, silaturohmi ke MTA Medan di daerah deli serdang, wisata kuliner serta tentu saja olahraga sepak bola hehehe. Dengan tinggi badan 170 cm dan berat badan 70 kg menurut saya berat badan ini sudah tidak ideal lagi, jadi mumpung banyak nganggur di medan ini, maka saya berniat menurunkan berat badan dengan rajin main bola, olahraga yang hampir tidak bisa saya lakukan kalo pas tugas di RSCM.maklum di RSCM rutinitasnya berangkat pagi, agar tidak terlambat karena terjebak macet dan pulang larut malam gara-gara macet lagi.

Di sabtu pagi seperti biasa setelah sholat subuh, saya persiapan untuk main bola bersama teman-teman dari rumah sakit, wah pagi yang cerah nih…pikir saya..saya rilekkan badan , sampil mempersiapkan baju dan sepatu bola, sudah tidak sabar rasanya ingin cetak gol.,saya tekenang saat saya koas di jogja dulu,..kadang bolos gara – gara tanding main bola hehehe.

tiba- tipa HP saya berdering…alamaak pasti dari IGD (semenjak jadi dokter, benda ini merupakan musuh terbesar saya, karena selalu berdering tidak memandang waktu, kadang tengah malam, malah kadang – kadang pas sedang asik-asiknya main bola, kadang terpikir juga enaknya hidup tanpa diganggu deringan HP hehehe).

Dok ada pasien di IGD, kondisinya syok dok…walah2,…bisa batal nih acara main bola,..pikir saya.,OK pak saya segera turun ke IGD, sahut saya

Segera saya ganti kaos bola saya dengan pakaian dokter jaga dan menuju ke IGD, di IGD saya ditunjukkan dengan seorang wanita berumur 16 tahun dengan kesadaran menurun. Vital sign..? Tanya saya,..tensi 70/40 , nadi 160 lemah respirasi 24, temperature 37, sahut seorang dokter muda (dokter muda adalah mahasiswa kedokteran tingkat akhir yg telah diijinkan menjalani praktek di rumah sakit), walah syok nih, resusitasi 2 liter RL 2 jalur, pasang kateter, balance cairan, periksa darah rutin,teriakku. 3 org dokter muda tampak cekatan mengerjakan permintaan saya.

Sambil menunggu hasil resusitasi saya mencari info mekanisme kejadiannya, ternyata anak ini malam hari berboncengan dengan teman prianya, mungkin karena pengaruh alcohol dia oleng dan truk datang menabrak keduanya, masya Alloh,untung nggak mati pas maksiat…..

Tak berapa lama seorang dokter muda melaporkan,dok vital signnya tidak membaik, waduh..pikir saya..segera saya lakukan pemeriksaan menyeluruh..wah fraktur pelvis unstable nih (tulang pelvis adalah tulang pembentuk pinggul, tulang yang teramat kuat karena melindungi organ-organ didalamnya seperti usus, kandung kemih, organ reproduksi, jadi kalo ada patah di tulang berarti proses traumanya sangat besar dan hasilnya sangat buruk, jika tidak segera mendapat pertolongan kemungkinan besar pasien akan meninggal, seingat saya, selama saya menjalani pendidikan orthopaedi, saya sudah menemui kasus seperti ini kalo tidak salah 7 pasien dan kesemuanya di RSCM, ya mungkin karena lalu lintas yang begitu padat dan banyaknya mobil bermuatan besar yang berlalu lalang)

Segera dorong ke ruang operasi, teriak saya…segera saja pasien didorong ke ruang operasi. Di ruang operasi segera saya pasang C-Clamp (C-Clamp adalah suatu alat untuk menstabilkan tulang pinggul), dari eksplorasi lebih lanjut ternyata kami dapatkan kerusakan yang amat parah, terdapat luka dari kemaluan sampai pantat, MasyaAlloh…luar biasa parah lukanya…berarti mekanisme tabrakannya sangat berat…pikir saya.

Akhirnya tim operasi memutuskan untuk melakukan operasi damage control (suatu tindakan operasi yang mengutamakan penyelamatan jiwa pasien, dan tidak boleh lebih dari 90 menit), membuat colostomy (saluran anus buatan) dan sistotomy (saluran kencing buatan), kami memutuskan yang penting pasien selamat dulu, nanti baru dilanjutkan operasi untuk rekonstruksi selanjutnya. Setelah operasi selesai kami segera ke ruangan depan untuk menemui keluarga pasien

Bapak..ibu…, kata saya,…anak ibu mengalami trauma kecelakaan yang sangat berat ,…kami mendapatkan tulang pinggulnya hancur, disertai luka yang merusak kemaluan sampai anus, operasi kali bertujuan untuk menyelamatkan jiwanya dan membuat anus dan sal.kencing buatan, dan jika kondisi sudah stabil baru dilakukan operasi berikutnya untuk rekonstruksi. Papar saya.,…,

Apa tidak sebaiknya ..dia mati saja dok…! Ibu tersebut menyahut…walah2 ibu gimana? kita sudah berusaha sebaiknya, semoga dia bisa selamat…kok

Akhirnya kutinggalkan ibu tadi.weleh2 tak habis pikir saya mengapa seorang ibu kok sampai ngomong seperti itu,soalnya setahu saya ibu seharusnya histeris kalo lihat kondisi anak seperti itu, ini kok malah tenang – tenang aja.

Beberapa saat kemudian saya cari cari informasi apa yang salah pada anak tersebut, sehingga ibunya sampai ngomong seperti itu, akhirnya setelah kesana kemari saya dapatkan keterangan juga, ternyata si anggun memang anak yang menurut keluarga mereka tergolong nakal dan susah dinasehati.

Kalo menurut kesimpulan saya sih, mungkin karena pas masa – masa puber, hidup di kota hedonis seperti medan disertai kedua orang tua yg tergolong tercukupi namun kurang perhatian akhirnya terjerumus ke lembah pergaulan bebas, ke lembah maksiat sampai yang akhirnya kejadian malam itu menimpanya.

3 hari anggun dirawat di ICU dan akhirnya diperbolehkan keluar dari ICU dan dirawat di bangsal biasa, kondisinya sudah stabil. Pagi itu saya sempatkan menengok kondisinya, dia tampak tersenyum didampingi kedua orang tuanya. Bagaimana…?sudah bisa duduk?kau suka minum alcohol ya…? Tanya saya…dia cuma tersenyum.,,,sayang wajahnya yang cantik tidak dibarengi dengan perilaku yang baik, akhirnya saya tinggalkan bangsal anggun dengan sejuta pertanyaan

Dalam kehidupan ini, kadang iman kita naik..namun tak jarang juga tergerus, sahabat nabipun pernah bertanya yang kurang lebihnya ,ya rosulullah jika kami bersama engkau seolah-olah tampak surga dan neraka tapi jika jauh kami mudah terlena oleh urusan dunia, anak dan istri. Begitupun dengan kita, kita tidak hanya hidup dalam masjid namun juga berbaur dengan kehidupan ini, kadangkala gebyar hidup ini begitu menyilaukan dan menggerus iman kita sedikit demi sedikit, kita melenceng satu derajat demi derajat, andaikan tanpa teman-teman yg mengingatkan kita, mungkin kita sudah terlanjur jauh salah melangkah.

Yang kita takutkan adalah disaat kita salah melangkah, kemudian peringatan atau musibah datang, kalo hal itu datang terus kita bertobat tidak jadi soal, tapi kalo kita mati dalam kesalahan? Naudzubillah min dzalik,..semoga kita mempunyai hati, mata dan telinga yang selalu peka terhadap kebenaran.dan tak lupa selalu melafalkan Yaa muqollibal qulub tsabit qolbii alaa diinika,(dokter gustom)


8 komentar pada “Sebuah Pelajaran Hidup

  1. dok, akhirnya dapat pelajaran jugakan………….., hdp di medan ga sejelek yang orang bayangkan. cuma kita yang jalani hidup tu sendiri gimana?????????? ambil hikmahnya aza dari setiap perilaku n tindakan yang kita lakukan.

  2. banyak yang kita lalui di dunia ini, memang benar, kadang manusia itu sering memikirkan hal2 yang jauh dari iman…. tapi, selagi kita punya iman….insya Alloh kita akan dilindungi oleh Nya dari perbuatan maksiat.

  3. Critanya seruuu…………………heeee2
    smg tuhan mengampuni dosa2nya,amii…,n!
    tubru yg nmanya dkter yg sesungguhnya……………….

  4. moga-moga aja kita tidak termasuk orang yang diharapkan tidak ada, bahkan oleh ortu kita sendiri. tq untuk pelajarannya

  5. Wah baca cerita diatas serasa nonton film seri “GREY’S ANATOMY”
    bedanya ga sambil nutup mata habis kalo liat film itu pas bagian operasi saya mah langsung nutup mata….Sukses buat Tomy semoga jadi dokter yang selalu peduli sama pasiennya…..

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.