SAR MTA Terjun dalam Evakuasi Serpihan Helikopter di Gunung Butak

Temanggung - Badan Helikopter HR 3602 milik Basarnas Semarang yang jatuh pada Ahad sore 02 Juli 2017 di Gunung Butak desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah telah berhasil dievakuasi seluruhnya oleh tim gabungan SAR dari berbagai elemen. Proses evakuasi yang dimulai sejak Selasa 04 Juli 2017 dinyatakan selesai pada Kamis siang 06 Juli 2017 menyusul telah selesainya pengangkatan dan pembersihan lokasi kejadian dari serpihan helikopter penyelamat tersebut.

Dalam proses evakuasi ini, SAR MTA menerjunkan personel dari berbagai wilayah. Mulai dari Banjarnegara, Temanggung, Yogyakarta, serta wilayah Soloraya. SAR MTA efektif melaksanakan evakuasi sejak Rabu pagi dipimpin langsung oleh Ketua SAR MTA Pusat, Ali Akbar.

Komandan Operasi dalam Evakuasi Helikopter di Temanggung, Fajar Sapto Nugroho menjelaskan proses evakuasi diawali dengan pemotongan badan helikopter menjadi beberapa bagian. Selanjutnya sejumlah personel SAR mengangkut potongan-potongan badan helikopter tersebut untuk dibawa ke bawah termasuk mengangkut dua unit mesin helikopter yang masing-masing memiliki berat 250 kg.

Proses pengangkatan dilakukan secara manual dengan cara mengikatkan serpihan badan helikopter ke batang bambu. Untuk serpihan yang berukuran relatif sedang, pengangkatan cukup dilakukan oleh dua orang. Namun untuk potongan helikopter yang berukuran besar dan berat, diperlukan empat hingga enam personel untuk mengangkatnya.

Medan yang menanjak serta terjal membuat setiap orang harus ekstra berhati-hati agar tidak jatuh terjerembab. Tidak jarang di tengah perjalanan para relawan yang ikut mengevakuasi beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.

Sekitar dua jam berjalan kaki dengan beban di pundak tibalah mereka di bagian bawah bukit. Di tempat ini, serpihan helikopter kemudian diangkut menuju kendaraan pengangkut yang lebih besar untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Basarnas Pusat di Jakarta.

Helikopter milik Basarnas Semarang mengalami kecelakaan saat akan meninjau peristiwa letupan Kawah Sileri di Kawasan Dieng Banjarnegara. Penumpang yang berjumlah delapan orang, terdiri dari empat anggota Basarnas dan kru helikopter seluruhnya meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

Secara khusus, Dandim 0706 Temanggung Letkol Armed Yusuf Setiadi M.Si memberikan apresiasi terhadap keikutsertaan SAR MTA dalam evakuasi ini.

Di sela-sela proses evakuasi, rombongan Basarnas Kantor Pos Surakarta yang  dipimpin Amin Yahya melakukan kunjungan ke MTA Cabang Kandangan, Temanggung. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua MTA Perwakilan Temanggung, Ustadz Soetiarsono beserta warga di majlis setempat.