Saling MEMAAFKAN

Mudik lebaran yang telah menjadi tradisi umat Islam di berbagai pelosok Indonesia memiliki sisi positif dan negatif. Positif karena sanak keluarga, karib kerabat, teman dan sahabat yang lama tidak berjumpa bisa bertemu kembali, saling bersilaturahim. Pada hari-hari lain diluar lebaran, sulit bagi mereka bisa pulang kampung karena mungkin tabungan belum cukup dan tidak libur panjang.

Imam Thabarani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Hai kaum muslim, bertaqwalah kepada Allah dan sambunglah kerabat kalian. Karena sesungguhnya tidak ada pahala yang lebih cepat daripada silaturahmi"

Alangkah bagusnya setiap mudik lebaran niat kita pasang untuk mengamalkan tuntunan Rasulullah SAW. Sisi negatifnya antara lain pemborosan, membahayakan diri dalam arus lalu lintas yang padat, dan pamer kekayaan. Yang terakhir ini sangat perlu diwaspadai karena pamer kekayaan dengan berharap pujian dari manusia itu termasuk syirik.

Sedangkan syirik itu adalah menghapus seluruh amal. Sebagai orang beriman hendaknya kita memaksimalkan sisi positif mudik lebaran dan meminimalisir sisi negatifnya sehingga bisa mendapatkan banyak manfaat dan terhindar dari madharat.

Selama sebulan penuh pada Ramadhan yang baru saja berlalu ketaatan umat Islam kepada Allah SWT digembleng sehingga pada akhir Ramadhan mereka telah menjadi insan yang bertaqwa. Untuk menyempurnakan ketaqwaan, mereka berusaha meminta maaf kepada keluarga, karib kerabat, teman dan sahabat.

Pada saat mudik lebaran itulah mereka membuka kesempatan saling memaafkan, meskipun mereka juga tahu bahwa Islam menuntunkan umatnya untuk segera meminta maaf bila bersalah. Barangkali ada kesalahan yang tidak disengaja atau yang dia lupa. Dalam pertemuan saat lebaran itulah mereka bisa saling memaafkan.

Allah mendorong orang beriman untuk segera bertaubat menuju ampunan Allah dan surga-Nya yang seluas langit dan bumi (QS.Ali Imran : 133). Tidak ada orang yang mengetahui kapan dia akan mati. Bersegera bertobat lebih baik daripada mengulur-ulur waktu dan akhirnya keduluan datangnya malaikat maut.

Untuk menyempurnakan pertobatan itu hendaklah dia meminta maaf atas kesalahan kepada orang lain sebelum datang kematian. Rasulullah SAW juga mendorong para shahabat untuk memaafkan.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad beliau bersabda : "Shill man qatha'aka, wa'timan haramaka, wa'fu 'amman dhalamaka" yang artinya sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah kepada orang yang mengharamkan memberi kepadamu. dan maafkanlah orang yang mendzalimi kamu.

Menyambung silaturahmi kepada orang yang mau bersilaturahmi adalah biasa. Yang luar biasa adalah menyambung silaturahmi kepada orang yang tidak mau menjalin silaturahim.

Memberi hadiah kepada orang yang mau memberi hadiah adalah biasa. Yang luar biasa adalah memberi hadiah kepada orang yang tidak mau memberi hadiah.

Memaafkan orang yang tidak sengaja berbuat zalim adalah biasa. Yang luar biasa adalah memaafkan orang yang sengaja menzalimi. semoga mudik lebaran tahun ini berbeda daripada tahun sebelumnya.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita semua selama mudik lebaran ini agar kita jauh dari sikap pamer kekayaan atau riya', dapat bersilaturahmi dengan baik dan bisa saling memaafkan dengan nyaman.Amin

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an

SOLOPOS, Jumat 06 Juli 2018
solpos