Sabar dan Syukur

sabar-syukur

(Mimbar Jumat - Solopos, 15/03/2019) Rasulullah Muhammad SAW bersabda : "Sungguh menakjubkan sekali urusan orang beriman itu, karena semua urusannya selalu baik baginya. Tidak pernah hal itu terjadi pada seseorangpun, kecuali kepada orang Beriman. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan dia bersabar, maka hal itupun menjadi kebaikan baginya" (HR. Muslim)

Sebuah gambaran yang luarbiasa dari akhlak orang beriman yang merupakan cermin dari tauhid didalam hatinya. Dia paham bahwa musibah baik dan buruk itu hanyalah ujian yang dari Allah. (QS. Al Anbiyaa : 35)

Dia juga paham tidak seorangpun mampu menolak takdir Allah yang buruk maupun yang baik. Dia sadar bahwa di hadapan Allah dirinya hanyal sebutir pasir di padang sahara, kecil tidak bermakna, lemah tidak berdaya. Tidak patut bagi siapapun mendongakkan wajah congkak dalam menjalani kehidupan karena hidup dan mati juga merupakan ujian dari Allah Swt (QS.Al-Mulk : 2)

Didalam diri orang beriman selalu muncul bisikan, ajakan dan dorongan untuk bersikap positif terhadap apapun yang terjadi pada dirinya. Dia akan senantiasa berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah. Baginya tidak ada alasan sedikitpun bagi Allah untuk berbuat yang tidak baik untuk hamba-Nya. Jika Allah berkehendak apapun kepadanya atau kepada siapapun di bumi ini, tidak ada satu kekuatanpun bisa menghalangi. Wajar kalau dia menjadikan sabar sebagai perisai iman dalam menghadapi musibah buruh.

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW memberitahukan bahwa orang yang sabar dalam menghadapi sakit akan dihapus dosa-dosanya. Digambarkan juga, hapusnya dosa itu bagaikan daun yang berguguran dari pohon,

Allah sendiri berjanji hanya kepada orang yang sabar, Allah memberikan pahala tanpa batas (QS. Az-Zumar :10). Padahal Allah adalah Zat yang tidak akan mengingkari janji-Nya. Keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya, itulah yang menjadikan dadanya lapang untuk bersabar dalam menghadapi musibah buruk. Keimanan yang kukuh mendorong untuk bersyukur atas karunia Allah yang mengalir tidak pernah berhenti. Mata, telinga dan akal yang sehat dia syukuri dengan memanfaatkan untuk menuntut ilmu Allah yang digambarkan tidak akan habis ditulis dengan tinta sebanyak dua lautan (QS. Al-Kahfi : 109)

Dia amalkan ilmu untuk membimbing dirinya agar menjadi manusia bertaqwa. Lisan dan tangan yang sehat dia syukuri dengan memanfaatkan untuk melakukan amar makruf nahi mungkar. Allah memerintahkan manusia supaya banyak ingat Allah, maka Allahpun akan memperhatikan orang yang banyak ingat kepada-Nya.

Allah juga perintahkan supaya manusia bersyukur kepada-Nya dan tidak kufur atau mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka (QS. Al Baqarah : 152) Dengan demikian apasaja nikmat Allah yang diterima, itu akan digunakan untuk hal-hal yang baik untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Kakinya akan digunakan untuk melangkah ke jalan-jalan yang diridhai Allah dan menghindari jalan-jalan maksiyat. Tangannya bekerja untuk hal-hal yang baik serta menjauhi kedurhakaan, mencuri, kosupsi atau jauh dari tindakan mengambil hak orang lain.

Telinganya akan digunakan untuk mendengarkan kata-kata yang santun yang bisa meningkatkan iman dan taqwa. Matanya digunakan untuk hal-hal yang baik dan menjauhi maksiyat. Mulutnya digunakan untuk menyampaikan dakwah menyeru kepada kebaikan, menghindari kata-kata fujur.

Harinya menjauhkan diri dari buruk sangka dan digunakan untuk Husnuzan karena Allah. Dia menjadi orang yang pemaaf dan jauh dari sifat dendam. Jika demikian kesyukurannya kepada Allah, sudah pasti sesuai dengan janji-Nya, Allah menambah nikmat kepada orang yang bersyukur (QS.Ibrahim : 7)

Sabar dan Syukur tidak menambah kepada seseorang selain kemuliaan. Oleh karena itu, mari kita warnai hidup kita dengan sabar dan syukur. Jangan pernah putus asa dalam berusaha, dengan mujahadah, insyaAllah, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menjadikan sabar dan syukur sebagai bagian dari kepribadian kita, Aamiin, yaa robbal 'aalamiin

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an

SOLOPOS, Jumat 15 Maret 2019
solpos