Romadhon Bangsa Besar Harus Punya Cita-Cita Besar

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

 

Segala puji bagi Allah, dengan ibadah puasa Romadhon jangan  dirasakan sebagai sesuatu yang berat, namun kita perlu sadar bahwa untuk mencapai derajad yang tinggi perlu usaha, kerja dan sarana yang kuat.

Islam agama seluruh peradaban. Agama yang Allah turunkan kepada seluruh para Nabi dan Rasul. Agama yang mendidik jiwa dan raga manusia agar memiliki sifat sifat mulia dibalik kelemahan yang ada. Manusia dibekali Allah dengan 2 potensi yang harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana firman-Nya.

وَالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا ﴿٥﴾ وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ﴿٦﴾ وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾ قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

  1. dan langit serta pembinaannya,
  2. dan bumi serta penghamparannya,
  3. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
  4. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
  5. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
  6. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

(Q S 91 Asy Syams ayat 5 sd 10)

Allah SWT telah memberikan potensi kebaikan kepada manusia, dan potensi kebaikan itu bila ditumbuhkan dengan optimal maka itulah yang dikehendaki oleh Allah manusia akan sampai pada keuntungan yang besar. Sebaliknya Allah menguji manusia diberi juga potensi untuk berbuat kekotoran dan kerendahan, dan bila potensi ini dibiarkan merajalela dalam jiwa manusia maka manusia akan rugi dengan kerugian yang besar.

Bulan puasa adalah salah satu cara Allah mendidik manusia untuk menumbuhkan, membina dan menguatkan potensi-potensi yang akan menguntungkan manusia. Manusia diperintah untuk menjaga dirinya dari segala tuntutan hawanafsu yang mengajak manusia kepada dosa.

Dan kemudian menusia diperintah untuk memaksimalkan segala kemampuannya untuk digunakan ibadah kepada Allah Tuhan Yang Maha Suci secara total. Allah Tuhan yang Maha Suci hanya bisa didekati oleh makhluqnya yang mensucikan diri, dan makhluq yang selalu menjaga kesucian dirinya.

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ لَهُمْ جَزَاء الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ

  1. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).(Q S 34 Saba’ ayat 37)

Ditengah zaman yang serba Glamour, namun disana sini banyak ditemukan kaum lemah, kaum miskin dan kaum yang tertatih-tatih dalam kehidupan. Diperlukan manusia-manusia yang mampu untuk menggalang kebersamaan dalam menyantuni orang-orang lemah dalam  kehidupan.

Potensi yang melimpah dari orang-orang kaya, harus disalurkan dengan cara yang tepat kepada orang-orang miskin. Bantuan tidak mesti dalam bentuk bantuan makanan  atau  minuman saja, namun harus juga dalam bentuk peningkatan kwalitas mental dan kwalitas keahlian mereka sehingga mereka bisa bangkit dari keterbatasannya.

Dijaman lampau banyak contoh manusia-manusia yang mencukupkan hidupnya dengan sehari makan sebanyak dua kali saja, mirip seperti orang yang sedang berpuasa, namun mereka memiliki potensi dan karya yang luar biasa. Sebagai contoh Aisyah istri Rasulullah telah melaksanakan nasehat Rosulullah untuk makan sehari hanya 2 kali, umur beliau dapat mencapai 80 th lebih.

Dengan makanan dan minuman yang bersih maka diri manusia dapat tetap produktip walau sehari hanya makan sebanyak dua kali. Sebaliknya mungkin saja manusia makan sehari sampai 4 kali, namun kalau yang dimakan banyak mengandung racun yang merusak tubuh, semakin banyak makan semakin banyak penyakit yang datang menyerang tubuh.

Dalam puasa Allah mengajari umat Islam tidak sekedar melihat tubuh dan jasad, tapi manusia diperintah untuk membangun jiwa, sehingga memiliki kekuatan yang tangguh.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

  1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q S 2 Al Baqarah ayat 183)

Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim dengan hadirnya bulan puasa semoga dapat menumbuhkan inspirasi yang dapat merubah keadaan dari keadaan yang kurang baik menjadi baik dan lebih baik dan lebih baik.

Bila pada saat ini masih saja kita semua sangat tergantung kepada negri lain, baik dalam masalah kebutuhan pokok, seperti beras, gula, garam, tepung terigu dan berbagai jenis kebutuhan lain. Maka seharusnya dengan hadirnya bulan Romadhon bisa menginpirasi bangsa ini untuk tidak terus menerus tergantung pada bangsa lain, apalagi dalam masalah-masalah pertanian yang seharusnya dapat diselesaikan oleh sebuah bangsa di negri Agraris.

Bangsa yang besar harus punya cita-cita yang besar. Pengelolaan jiwa lebih utama dari pada pengelolaan raga. Dalam jiwa yang bertakwa akan ada kemampuan untuk kuat dalam masalah memenuhi kebutuhan raga.  Islam mengajarkan tentang bantuan yang harus diberikan kepada orang kuat kepada orang lemah.

Ada  negri-negri lain yang karena kondisi alam tidak semakmur negri Indonesia. Maka dengan alam yang begitu subur makmur, negri Indonesia sebagai bangsa yang besar harus punya cita-cita yang besar.

Cita-cita besar itu adalah, pertama harus mampu mengentaskan kesengsaraan di dalam negri sendiri, seharusnya setiap orang Indonesia malu bila ada bagian dari bangsanya masih hidup dibawah garis kemiskinan. Yang kedua seharusnya bangsa Indonesia memiliki cita-cita untuk dapat membantu, setidaknya dalam masalah kebutuhan pangan bagi bangsa-bangsa lain yang karena kondisi alamnya mereka tertimpa kekurangan pangan.

Dengan puasa Romadhon 1439 H di tahun ini semoga bisa menggugah bangsa Indonesia agar berubah dan bangkit. Berubah dengan modal Iman dan Taqwa berusaha keluar dari segala keterpurukan dan krisis. Dan kemudian bangkit, dari bangsa yang konsumtip menjadi bangsa yang produktip. Dari bangsa yang sering mengimpor beras, menjadi bangsa yang suka mengirimkan bantuan beras kepada negri-negri yang sedang kekurangan pangan.

Bangsa yang besar harus memiliki cita-cita yang besar, dan tidak ada cita-cita yang lebih besar lagi kecuali semuanya harus didasari dengan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya.

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَـئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

  1. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q S 2 Al Baqarah ayat 177).

Kebesaran suatu bangsa bukan hanya terlihat dalam jumlah penduduknya dan kemegahan yang dapat dipamerkan, namun kebesaran yang sebenarnya terletak dalam hati yang selalu berjalan dalam kebenaran dan dalam ketaatan kepada Allah Yang Maha Besar, Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara semesta Alam Raya yang sangat Besar.

Wallahu a’lam.