Resensi Kajian Akbar di Puspiptek Tangerang

ustad-sukina-mta-3Setelah muter-muter, berhenti di area gedung megah. "Monggo mas, nanti terus saja..belok kanan, naik tangga ...trus belok kanan lagi..kalo mau ke toilet ada disitu dan disana" ..wah bayangan saya dari rumah tadi ..mesthi ngajine pake karpet atau kloso. Kalo ndak yo pake kursi itupun kalo kebagian (tidak terlambat) he3...

Ternyata, Subhanallah..laini kayak di ruang sidang rakyat. Kursinya empuk dan ber-AC lagi. Kebetulan bawa jaket he3. Hmmm, benar-benar pengalaman pertama bagi saya ngaji ditempat yang seperti ini :) Jazakumulooh khairan katsira bagi panitia dan segenap penyelenggaranya.

Berikut ini resensi kegiatan tersebut ...

Bersamaan dengan peringatan 64 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, digelar pengajian akbar spesial yang diikuti oleh warga MTA perwakilan Jakarta, Tangerang, Bandung, Cilegon, Cimahi, Karawang dan sekitarnya. Pengajian istimewa ini langsung diisi Beliau Al Ustadz Drs. Ahmad Sukino. Kali ini bertempat di area Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) bilangan Serpong, Tangerang Selatan.

Bertepatan dengan 26 Sya’ban 1430 (17 Agustus 2009), pengajian akbar ini mengangkat tema "Kembali kepada AlQuran dan Sunah untuk Menggapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat."

Dalam ceramahnya, Al Ustadz senantiasa mengingatkan warga MTA agar bijak dalam menyikapi setiap perubahan kondisi sekitar. Sikap cermat diperlukan agar dalam setiap kondisi dan situasi, sebagai muslim kita bisa tetap di jalan Allah swt. Menuju Kebahagiaan Dunia Akherat. Kebahagiaan yang dimaksud merupakan sebuah keniscayaan manakala seorang hamba sudah mengamalkan petunjuk Allah. Tidak peduli dengan hingar binger kehidupan duniawi di sekitarnya. Dalam surat Thahaa Allah mengingatkan manusia :

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". QS. Thaahaa:24

Sikap bertolakbelakang dapat kita amati pada kaum kafir yang selalu memperturutkan hawa nafsunya. Kebingungan tidak pernah lepas dari kesehariannya karena urusan duniawi selalu menyita perhatiannya. Menyita perhatian karena ingin selalu menikuti tren meskipun tren tersebut sama sekali tidak berfaedah. Na’udzubillah min dzalik.

Keyakinan seorang hamba tentang kebahagiaan yang hanya bisa diperoleh dengan mengikuti petunjuk Allah bisa kita mencontoh pribadi salah seorang sahabat pilihan, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Gelar Ash-Shiddiq karena tidak pernah sedetik pun meragukan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.Keyakinan itu yang menjadikannya seorang sahabat yang bijaksana, menjadi khalifah pertama, dan kelak dijanjikan surga baginya.

Kondisi umat Islam yang tidak padu saat ini bisa dijadikan ibroh/pelajaran mengapa hal ini bisa terjadi. Nabi menggambarkan satu saat nanti umat Islam akan menjauhi kitabnya sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan sampai ke lubang biawak pun akan diikuti. Salah seorang sahabat bertanya,”Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nasharani? Lantas nabi SAW menjawab,”Siapa lagi?”
Sebagai pedoman agar senantiasa istiqomah di jalan Allah, keislaman kita harus meliputi semua aspek kehidupan (kaffah). Hal ini telah jauh-jauh hari diperintahkan sebagaimana dalam surat Al Baqarah 208:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Mengamalkan ajaran Islam sebagian saja sudah menyebabkan tidak kafahnya keislaman seseorang dan cenderung mengarah pada kesesatan pikiran dan amalan. Hal seperti ini terjadi pada kaum yahudi dan nasrani. Keduanya sama-sama mendapat kitab samawi yakni Taurat dan Injil. Namun seiring berkembangnya jaman mereka memilih-milih ajaran serta merombak isi kitab menuruti hawa nafsunya. Maka pantaslah kebinasaan bagi mereka.
Lamanya sebuah umat meninggkalkan kitab sucinya menyebabkan hai menjadi keras bahkan mati.

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang Telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya Telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. AlHadiid :16)

Orang sebelumnya yang dimaksud adalah yahudi dan nasrani. Setelah masa kenabian berlalu, lama-kelamaan keimanan kaum Yahudi maupun nasrani semakin menyimpang karena memperturutkan hawa nafsu pada dunia.
Kondisi tersebut semakin parah ketika kaum yang menyimpang tersebut meninggalkan generasi yang buta pula dengan ajaran lurus sebagaimana awal turunnya kitab suci tersebut.

Kejahilan ini diwariskan turun temurun hingga sebuah kaum lebih mengenal dan mengikuti tinggalan hasil pemikiran nenek moyang daripada ajaran lurus nabinya.

Tentang baiknya kondisi umat, Imam Malik menegaskan bahwa tidak akan sebuah menjadi baik kecuali dengan yang menjadikan baik kaum generasi pertamanya. Dalam hal ini generasi rasulullah adalah yang terbaik.
Demikian dahsyatnya panduan AlQuran menuntun manusia menuju kebahagiaan, hingga bisa mendamaikan dua suku yang tidak pernah berhenti berperang sebelum datangnya Islam, yaitu Aus dan Khazraz.

Setiap upaya menyatukan umat tanpa kembali kepada AlQuran adalah langkah mubadzir karena mustahil bisa terwujud. Mari kita amati partai-partai berbasis massa Islam di Indonesia, berapa banyak yang bisa eksis dan tetap memiliki kekuatan politik? Sedikit memang. Dan ini menjadi sedikit bukti bahwa partai tak cukup kuat mengikat persatuan umat.

Pemahaman AlQuran masyarakat Indonesia sangatlah variatif, dari yang abangan hingga kiai pondok. Dalam berbagai lapisan masyarakat tersebut belum semuanya mau dan bisa melaksanakan ajaran AlQuran sebagaimana awalnya diturunkan. Kadang ada amalan2 yang hanya mengikuti ajaran turun-temurun. Kelompok masyarakat yang demikian, dengan alasan sudah hafal banyak ayat AlQuran sehingga menjadi resisten atau menolak ketika diingatkan amalan-amalan ibadah yang mendekati bid’ah.

Tidak demikian seharusnya ketika seorang muslim menyadari bahwa ada amalan yang kurang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Selayaknya seorang muslim yang diingatkan akan menyadari dan memperbaikinya karena salah satu sifat mukmin adalah apabila dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah bertambahlah keimanan mereka.
AlUstadz berpesan kepada warganya agar tidak merasa berjasa dengan mengamalkan Islam karena sesungguhnya Allah tidak merasa butuh dengan makhluqNya. Manusialah yang membutuhkan Allah. Dan Allah pun tidak akan meninggalkan hambaNya yang beriman dengan selalu melimpahkan curahan rahmat kasihNya.

Meyikapi banyaknya kelompok pengajian dan gerakan yang mengatasnamakan Islam, seluruh warga MTA juga dipesan agar tidak merasa sudah menjadi yang terbaik amalannya. Karena memang dalam satu sisi MTA memiliki kelebihan dan di sisi lain masih banyak yang harus diperbaiki.

banner-kajian-wilayah-barat

Tujuan kita bergabung dalam jamah MTA adalah untuk belajar dan mengamalkan ayat-ayat AlQuran yang telah dipelajari. Tidak sedikit ditemui warga MTA yang mempunyai potensi lebih dalam mempelajari AlQuran dan Sunah. Potensi ini sebaiknya diarahkan serta dikembangkan. Boleh merasa kurang puas dengan yang ada sekarang tetapi hendaknya tidak juga mengecilkan perjuangan yang telah dilakukan, sehingga tetap semangat untuk terus Maju.

Wallaahu a’lam bish-shawab.

Resensitor :

- Sukarno (Tangerang)-


10 komentar pada “Resensi Kajian Akbar di Puspiptek Tangerang

  1. sebagai muslim sebaiknya jgn mudah terlena,terpesona apalagi terperdaya..selalu semangat,waspada dan bukan curiga dalam amar maruf nahi munkar.
    @lilis: MTA TANGERANG pondok cabe cp 021 742 8631 dan cimone cp 021 552 4177..met gabung.

  2. kita2 harus bersyukur…masih diberi kesempatan tuk bisa mempelajari Ayat2-Nya…bisa membedakan yg haq & bathil….dg ilmu itu kita mengerti apa yg harus dikerjakan…yg akhirnya akan meningkatkan Iman & Taqwa…tuk bekal berserah diri pada-Nya dg hati & jiwa yg bersih

  3. tuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat harus kembali kpd AlQuran dan Sunah..itu yg pas menurut Allah melalui Muhammad SAW rosul terakhir…tiada sekutu bagi Allah..hanya Dia tempat kembali….momen ini pas tuk kita tingkatkan iman & taqwa…mari berlomba dlm kebaikan yg sesuai tuntunan yg LURUS….

  4. tuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat harus kembali kpd AlQuran dan Sunah..itu yg pas menurut Allah melalui Muhammad SAW rosul terakhir…tiada sekutu bagi Allah..hanya Dia tempat kembali….momen ini pas tuk kita tingkatkan iman & taqwa…mari berlomba dlm kebaikan yg sesuai tuntunan yg LURUS….

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.