Republika.co.id : Muhammadiyah Kecam Pembubaran Pengajian

Minggu, 29 Januari 2012. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pembubaran Pengajian Majelis Tafsir Alquran yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Kudus, Jawa tengah, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Aksi pembubaran tersebut dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai pluralitas, kebhinekaan, dan semangat persatuan dan kesatuan. Terlebih aksi itu dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sama.

"Saya melihat aksi tersebut betul-betul tidak sejalan dengan semangat ukhuwah Islamiyah," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, Ahad (29/1).

Menurut Saleh, dalam agama Islam jelas ditegaskan bahwa setiap orang Muslim itu adalah bersaudara. Karena itu, apa pun persoalan yang dihadapi haruslah diselesaikan dengan semangat persaudaraan dan kekeluargaan.

Selain itu, menurut Saleh, tindakan pembubaran paksa semacam ini juga bertentangan dengan semangat kerukunan antar umat beragama. Apalagi, semangat pembinaan kerukunan umat beragama tersebut semestinya diawali dengan pembinaan kerukunan di tingkat internal umat beragama.

Kalau pembinaan di tingkat internal diabaikan, maka tentu akan sulit pula untuk memperluasnya ke tingkat eksternal, yaitu kerukunan antar umat beragama. "Jangan sampai muncul kesan bahwa orang Islam hanya bisa bertoleransi dengan umat agama lain. Sementara, toleransi dengan sesama Muslim diabaikan," kata Saleh.

Menurut dia, kesan seperti ini justru akan memojokkan posisi umat Islam Indonesia yang selama ini dikenal sangat ramah dan menghargai perbedaan. Dalam konteks itu, Saleh mengharapkan, agar pihak keamanan segera melakukan penegakan hukum bila ada kelompok masyarakat yang dinilai bersalah. Persoalan seperti ini harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar tidak merembes ke daerah lain.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/29/lykgg7-muhammadiyah-kecam-pembubaran-pengajian-tafsir-alquran


53 komentar pada “Republika.co.id : Muhammadiyah Kecam Pembubaran Pengajian

  1. Apa2 yang tidak sesuai dengan alqul’an dan sunna maka amalannya BATIL!, sesuai konteks hadis nabi “Sesungguhnya sebaik2 perkataan adalah kitabullah,sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat dan seitiap kesesatan tempatnya di NERAKA.”

    terus berjuang MTA dalam membersihkan aqidah umat dari kesesatan dan kesyirikan ALLAHUAKBAR!

  2. Mengapa tdk bertanya langsung mengklarifikasi kebenaran pernyataan yg cuma katanya2 mta begini begitu, mta kan jelas alamatnya. Dari pada bertindak dgn dasar katanya…………., kalau sdh begini kan siapa yg malu dgn umat lain……………….Pengajian kok dibubarkan sensoro temen mas2.

  3. lakum dinukum waliyadin..itu pedoman yg plg tepat,soooooo..apapun ajarannya,lakukanlah,asalkan tak menyesatkan ummat & membodohi ummat.

  4. astaghfirulloh hal ‘adziimi… semoga keluarga MTA tetap istiqomah….
    sing waras ngalah….(kata mbah2 saya dulu)

  5. Assalamu’alaikum wr. wb
    Memang aneh teman-teman kita di Kudus, sesama umat Islam yang sedang berdakwah malah dimusuhi. Sementara kemaksiatan di Gribig-Kudus dan praktek kemusyrikan diam saja. Saya juga heran kenapa terhadap umat lain begitu toleran, menjaga “PERAYAAN NATAL” sedang terhadap umat yang seakidah malah memusuhi. Mohon dibaca dan dikaji lagi surat Ali Imron ayat ke 103. Kepada pengurus dan warga MTA sabar………………….Allah SWT akan bersama kalian
    Wassalamulaikum Wr. Wb

  6. Ada ulama’ atau kiai yang takut kehilangan jama’ahnya… karena jama’ahnya suatu saat bisa dijual untuk kepentingan partai atau calon legislatif pada masa menjelang pemilu…. terbukti saya sendiri yang pernah menghadiri pengajian ahad pagi disuatu desa yang jama’ahnya berkisar 2000 orang pada masa menjelang pemilu menghadirkan bakal calon legislatif peserta pemilu dan sempat memberikan uraian / penjelasan (kampanye) dengan dalih memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tatacara pemilu atau pencoblosan… ironinya calon anggota legislatif tsb, bukan jama’ah pengajian tersebut, bahkan juga membagi-bagikan foto dirinya… SEMOGA MTA TIDAK DEMIKIAN

  7. sing sabar nggiiih,,, pancen susah nasehati sedulur sing rodo ‘kolot’, apalagi nasehati ttg kebaikan,,, sing penting wis ikhtiar,,, selanjutnya lagek tawakkal,,,, oke pakdeee…?????

  8. Umat Islam itu adalah satu. Perbedaan paham adalah hal yang biasa dan sudah ada sejak jaman dulu. Kalau hanya karena perbedaan paham menjadikan umat Islam saling berantem umat lain yang akan merasa senang. Lihatlah Sekarang dunia Islam pada kondisi yang memprihatinkan. Itu semua tanggung jawab kita semua. bersatulah umat Islam untuk menjadi umat islam yang kuat, kesampingkan perbedaan.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.