Rahasia Besar Dalam Al-Qur’an Untuk Membangun Perdamaian Abadi

Rahasia Besar Dalam Al-Qur’an Untuk Membangun Perdamaian Abadi

Segala Pujian hanya layak untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Alhamdulillah, Allah SWT banyak membuka rahasia-rahasia yang tidak akan pernah diketahui manusia kecuali setelah manusia membaca kitab suci Al-Qur’an, baik berkaitan dalam masalah materi apalagi dalam masalah immateri.

Salah satu hal penting yang tidak pernah diketahui oleh manusia kecuali dengan membaca Kitab Suci yang datangnya dari Allah SWT adalah tentang kisah penciptaan manusia pertama ADAM dan kesombongan Syaitan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya.

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِن طِينٍ ﴿٧١﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٧٢﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٧٣﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنْ الْكَافِرِينَ ﴿٧٤﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ ﴿٧٥﴾ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ ﴿٧٦﴾ قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ ﴿٧٧﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ ﴿٧٨﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٧٩﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ ﴿٨٠﴾ إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٨١﴾ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٢﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٨٣﴾ قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ ﴿٨٤﴾ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٥﴾ قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ ﴿٨٦﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ ﴿٨٧﴾ ولتعلمن نبأه بعد حين

  1. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".
  2. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
  3. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya.
  4. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
  5. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".
  6. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
  7. Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
  8. sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".
  9. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
  10. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
  11. sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
  12. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
  13. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.
  14. Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan".
  15. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.
  16. Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.
  17. Al Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
  18. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur'an setelah beberapa waktu lagi.

( Qur’an S 38 Shaad ayat 71 s/d 88)

Allah menciptakan manusia agar manusia hanya menyembah Allah SWT, betapa Allah telah menampakkan keagungan-Nya dengan ditampakkan Alam Semesta yang sangat Luas tak terbatas. Sebaliknya Allah telah menampakkan betapa manusia adalah makhluq yang amat lemah. Ukuran embrio manusia tidak lebih  berdiameter sama dengan diameter rambut manusia, jauh kalah besar dibanding dengan ukuran sebuah telur ayam.

Tanda-tanda keagungan Allah ditampakkan kepada manusia, dan manusia diperintah untuk tunduk patuh, taat dan menyembah kepada-NYA semata

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

  1. Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin. (Qur’an S 6 Al-An’aam ayat 75)

 

1. Jangan Bersikap Sombong dan Durhaka kepada Allah.

Allah memberitahu kepada manusia agar manusia bersikap sebagaimana malaikat, yaitu selalu tunduk patuh kepada Allah yang telah menciptakan seluruh makluq. Dan jangan berperilaku seperti Syaitan, bersikap sombong dan durhaka kepada Allah SWT.

Allah memerintah kepada malaikat dan Jin untuk saling menghormati, demikian pula kepada Makluq yang Allah ciptakannya  berupa manusia. Semua makhluq  diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah kepada Allah, mengagungkan Allah dan bertasbih kepada Allah tidak untuk saling bersombong.

Sikap sombong kepada sesama makluq Allah akan berbahaya bagi manusia, karena bila manusia berbuat sombong dan durhaka kepada Allah, maka akan menuai hal yang sama seperti yang diterima oleh Iblis, Allah telah mengutuknya dan mengusirnya dari sisi Allah SWT. Allah berfirman

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

  1. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qur’an S 49 Al-Hujurat ayat 13)

Kedudukan yang terhormat disisi Allah adalah bagi makluq yang bertaqwa kepadaNYA. Allah telah menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan ada yang dilebihkan dalam masalah AQAL DAN KETRAMPILAN, ada yang dilebihkan dalam masalah HARTA dan KESEJAHTERAAN, ada yang dilebihkan dalam masalah ILMU dan KEKUATAN, ada yang dilebihkan dalam masalah BENTUK dan KEINDAHAN. Semua tersebut seharusnya digunakan untuk BERIBADAH kepada Allah , untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Allah menuntun manusia agar segala kelebihan tersebut digunakan untuk meningkatkan Iman dan amal sholihnya

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

  1. Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qur’an S 6 Al-An’aam ayat 165)

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

  1. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Qur’an S 43 Az Zukhruf ayat 32)

 

2. Jangan Menyembah dan Mengikuti Syaitan

Segala puji bagi Allah, Allah SWT sangat mencegah manusia dari berkawan dengan syaitan, atau taat kepada syaitan atau bahkan menyembah Syaitan. Karena bila manusia berkawan dengan syaitan dan menyembah syaitan maka manusia akan dibawa kepada perilaku yang sama, SOMBONG dan suka DURHAKA kepada Allah yang telah menciptakan mereka. Allah berfirman

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٦٠﴾ وَأَنْ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ ﴿٦١﴾ وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلّاً كَثِيراً أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ ﴿٦٢﴾ هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

  1. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
  2. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
  3. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
  4. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

(Qur’an S 36  Yaa Siin  ayat 60 sd 63)

 

3. Syaitan mengajak manusia kepada Siksa Api Neraka

Allah SWT banyak membuka rahasia-rahasia ghaib di dalam Kitab Suci Al-Qur’an, termasuk rahasia-rahasia yang akan terjadi bila manusia mengikuti TIPU DAYA syaitan. Bila manusia mengikuti TIPU DAYA Syaitan maka manusia akan diajak kepada siksa api yang menyala-nyala.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ ﴿٥﴾ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

  1. Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
  2. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

(Qur’an S 36  Faathir  ayat 5 sd 6)

Manusia bisa mengikuti syaitan karena perbuatan TIPU DAYA yang dilakukan kepada manusia. Bila manusia tidak TEKUN berpegang teguh pada peringatan Allah, maka manusia akan sangat mudah ditipu daya syaitan.

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعاً يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ

  1. Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qur’an S 6 Al-An’aam ayat 128)

TIPU DAYA syaitan dapat meruntuhkan manusia lewat KESENANGAN DUNIAWI, sehingga manusia ZAMAN MODERN perlu berhati-hati. Disaat terbuka lebar kesenangan Duniawi, boleh jadi disana sini banyak TIPU DAYA syaitan menyelinap masuk. Dan itulah perangkap perangkap Syaitan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْماً لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

  1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (Qur’an S 31 LUQMAN ayat 33)

Dalam kehidupan modern yang diwarnai dengan kesibukan yang amat padat, terutama dengan kehidupan membangun KENYAMANAN Dunia, manusia perlu Berlaku KETAT kepada diri masing-masing untuk selalu TEKUN belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga kenikmatan yang Allah berikan tidak disusupi oleh syaitan.

Banyak manusia MODERN yang disebabkan terlalu sibuk dengan KESENANGAN DUNIA, mereka melupakan MENGKAJI Al-Qur’an dan AS-Sunnah dan akhirnya syaitan MENIPU DAYA mereka tanpa terasa.

Demikianlah salah satu ciri, ketika kehidupan semakin nikmat dan manusia semakin bernikmat nikmat dan manusia telah ditipu daya syaitan untuk bernikmat nikmat, maka timbulah bebagai PENYAKIT HATI. Dan yang paling parah adalah penyakit MALAS mengkaji Al-Qur’an dan AS-Sunnah. Belum lagi dalam mengamalkannya. Bahkan kadang manusia MODERN menganggab Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah sebuah ketertinggalan.

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُواْ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاء لَقُلْنَا مِثْلَ هَـذَا إِنْ هَـذَا إِلاَّ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ

  1. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala". (Qur’an S 08 Al-Anfaal ayat 31)

Sebuah fenomena nyata yang harus diantisipasi oleh manusia-manusia zaman Modern yang ingin selalu Damai bahagia di Dunia dan  di Akherat, agar mereka selalu berpegang teguh pada ketekunan belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah serta mengamalkan tuntunan tersebut.

Syareat Allah yang diamalkan dengan penuh kepatuhan kepada Allah SWT, di jalankan dalam kehidupan sehari hari ditengah tengah peradaban MODERN akan membawa manusia kepada keadaan yang semakin MODERN dan tetap BERTAQWA, dan itulah jalan yang harus ditempuh manusia MODERN.

Karena itulah jalan satu-satunya untuk mendapatkan kebahagiaan Dunia dan Akherat, Jasmani dan Rokhani. Dan itulah PERDAMAIAN YANG HAQIQI di Dunia di alam Kubur dan kekal di alam Akherat kelak. Wallahu a’lam.