Puasa, Obat Jiwa yang Tandus & Gersang

icon-obat-puasaSegala pujian hanya bagi Allah sungguh banyak keajaiban-keajaiban yang ditemukan dalam fenomena kehidupan manusia, disebabkan memang betul-betul aneh dan seolah tidak masuk akal sebagaimana ajaibnya terjadinya kehidupan dimuka bumi

Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Tuhan) Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 41:39)

Bagaimana kita tidak terheran-heran dan ta'jub terhadap terciptanya kehidupan di muka bumi. Tempat yang dahulunya panas dan tandus, dalam proses demi proses terciptalah air, tanaman, hewan, dan manusia. Bahkan karagaman dan keteraturan berbagai makhluq yang ada benar-benar sesuatu yang ajaib dan benar-benar sulit dipercaya aqal.

Manusia yang berlumur dosa dan sering melampaui batas akan memiliki JIWA yang gersang yang tandus, JIWA yang tidak mau beribadah kepada Allah, yang lebih suka menyejajarkan JIWAnya dengan materi alias materialis atau juga atheis.

Dosa membuat JIWA manusia menjadi rendah, JIWA yang buta dan tuli, JIWA yang tidak lagi mampu mengenal Allah Tuhan Yang Maha Pencipta. Tidak akan lagi merasakan lezatnya beribadah kepada Allah, tidak mau lagi menta'ati aturan-aturan Allah dan bahkan terus berkiprah untuk menentang Allah. Hidupnya hanya untuk menumpuk-numpuk dosa, sehingga JIWAnya semakin panas dan gersang untuk menuju tempat abadi di neraka. Naudubillahi min dzalika.

Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS. 3:178)

Murka Allah kepada orang-orang yang menentang Allah demikian besar, namun tetap saja diberi kesempatan hidup hingga suatu waktu. Waktu yang masih diberikan inilah yang seharusnya digunakan untuk bertaubat dan merubah segala langkah-langkah salah yang telah ditempuhnya.

Puasa termasuk jalan ajaib untuk menghidupkan hati, sehingga iman yang hampir punah dan mati dapat segera disiram dengan taubat dan ibadah-ibadah yang menumbuhkan dan menyuburkan iman, sehingga dapat kembali menemukan ibadah kepada Allah adalah jalan hidup utama yang harus ditempuh dan ditekuni.

Banyak dosa-dosa yang bila bertumpuk-tumpuk akan menjadi besar dan menutup hati, perhatikan sabda Rasulullah yang artinya

Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, "Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik." Beliau ditanya lagi, "Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?" Rasulullah Saw menjawab, "mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban

Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)

Tanpa disadari kegersangan manusia di jaman hari ini banyak diawali dari suatu sebab yang keliatannya sangat sepele namun bila dibiarkan tumbuh berkembang dalam JIWA seseorang atau pula tumbuh di masyarakat maka akan menjadi sesuatu yang menggersangkan JIWA.

Pernahkah kita meneliti satu demi satu dosa-dosa yang dapat timbul yang disebabkan oleh penyimpangan perbuatan mulut dan kemaluan???, Ketidak mampuan manusia untuk menghindari segala penyimpangan mulut dan kemaluan merupakan dosa yang dianggap kecil namun membuahkan dosa yang membawa manusia menuju neraka.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

Kelalaian dan ketidak waspadaan JIWA sering diawali oleh penyimpangan mulut, perut dan kemaluan. Kelalaian dalam beribadah kepada Allah diawali dari jatuhnya kwalitas JIWA akibat memperturutkan kesenangan mulut dan kemaluan, sehingga berkembang menjadi kelalaian-kelalaian yang berskala besar dengan dosa yang besar-besar dengan skala yang sangat luas

Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah SAW), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Puasa sebagai latihan bagi JIWA manusia untuk menahan penyimpangan mulut dan kemaluan. Sesuatu yang halal namun ditata kembali untuk digunakan pada jalan-jalan yang di ridhoi oleh Allah. Baik dalam menata ucapan dan kata-kata, menata masuknya makanan, menata segala sesuatu yang berkenaan dengan mulut. Demikian pula pada masalah kemaluan(kelamin).

Zaman hari ini secara luas telah berjangkit baik pada orang-orang yang bodoh bahkan hingga orang-orang yang beraqal cerdas dengan kebebasan untuk menikmati rangsangan-rangsangan hawanafsu kemaluan. Gairah hawanafsu seksual yang diumbar dalam bentuk tersebarnya gambar, video, peralatan yang mempoloskan ungkapan gairah seksual. Sebagai sesuatu yang sangat digemari dan digandrungi tanpa ada rasa malu dan takut kepada Allah yang telah melarang perbuatan-perbuatan yang merusak tersebut.

Eksplorasi tubuh wanita dan bahasa tubuh wanita telah menjadi sarana paling menggiurkan untuk menakluqkan manusia dalam menawarkan segala jenis barang dagangan. Memang masalah kemaluan dan daya tarik wanita merupakan sesuatu yang tak mudah untuk dihindari oleh siapapun. Dan akhirnya manusia dan tatanan masyarakat telah kehilangan kemuliaan JIWA dan bahkan menghargai JIWA tidak lebih sama dengan materi.

JIWA yang sudah rusak, JIWA yang sudah hancur, JIWA yang sudah gersang, JIWA yang sudah jatuh dalam kerendahan, dapat dihidupkan kembali dan ditata kembali dengan cara yang mudah dan ajaib, yaitu dengan menjalani ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Namun manusia harus sepenuhnya melakukan bimbingan Allah tersebut. Bila bulan-bulan puasa tidak dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka keajaiban ibadah puasa tidak akan membuahkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan haus

Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)

Betapa sayangnya Allah kepada umat manusia, maukah manusia bersyukur kepadanya ?????. Ibadah puasa yang kelihatannya sederhana namun dapat mengangkat kemuliaan JIWA manusia. JIWA yang gersang dapat disemaikan kembali dengan kerimbunan iman. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan tuntunan-tuntunan yang mengarahkan manusia menuju derajad yang tinggi dan mulia.


4 komentar pada “Puasa, Obat Jiwa yang Tandus & Gersang

  1. Ada 3 la ‘alla terkait puasa Ramadhan, la ‘allakum tattaquwn agar taqwa, la ‘allakum tasykuruwn agar bersyukur (mendapat petunjuk, bertakbir dapat melaksanakan petunjuk) dan la ‘allahum yarsyuduwn agar tetap di jalan kebenaran. Semoga Allah mengaruniakan kemampuan kepad kita meraih ketiga la ‘alla tersebut.

  2. manusia berpuasa dgn tujuan dapat menjadi hamba-NYA yg bertaqwa….sedangkan syarat manusia utk dapat masuk ke surga adalah TAQWA,,,,mudah”an tujuan puasa qta dapat tercapai shngga nanti qta bersama” akan menikmati indahnya surga….Amiiin.

  3. Allah mlalui Nabi-Nya jauh2 memperingatkan akan sifat hati: mudah goyang yg menyebabkan jiwa yg rapuh…dituntunkan banyak doa utk ketetapan hati dlm lingkaran iman….dg ramadhan yg penuh barakah & ampunan ini diharapkan jiwa akan terbawa dalam ruh2 kebaikan…

  4. ramadhan..bulan ‘pencucian’dosa dosa kita yang telah lalu..dan diharapkan ramadhan yang berlalu nanti lahir batin kita ‘bersinar’lebih terang dan ramadhan ke ramadhan berikutnya buah puasa kita makin menyinari hidup kita sebagai wujud derajat tagwa yg makin mengerucut ke atas dalam akhlak karimah kepada sesama dan makin menghamba kepada ALLAH..karena kita makin menyadari kita tidak ada artinya untuk Allah,kita yg butuh Allah

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.