Prioritas Membangun di Negri Rawan Bencana

orang-yang-paling-bertaqwa-mta

Segala pujian hanya untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT Tuhan pencipta dan pemelihara semesta alam telah memberikan sesuatu yang amat berharga kepada umat manusia di muka bumi, yaitu kitab suci Al-Qur’an, sebuah panduan hidup yang Allah berikan untuk kesejahteraan, keamanan, kebahagiaan, keteraturan, bagi kehidupan umat manusia dimuka bumi.

Bila anda seorang Islam, dan ingin sejahtera, ingin aman, ingin bahagia, ingin teratur, lakukan dengan tertib menekuni belajar Al-Qur’an, baik dalam huruf Arab maupun dalam tarjamah yang kita pahami untuk kemudian dipatuhi. Sungguh Al-Qur’an sebuah kitab penuntun, dan jaminan dari Allah akan keselamatan dan kebahagiaan bagi kehidupan umat manusia di dunia dan di akherat.

  1. Membangun iman dan Taqwa sebagai prioritas pertama

Allah SWT telah memberi tahu tentang sifat kehidupan dunia, yaitu sementara dan sifat kehidupan akherat yang kekal dan lebih tinggi disbanding kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah :

انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَلآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلاً

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.( QS 17 Al-Israa’ : 21)

Di dunia Allah telah membekali masing masing manusia dengan bekal yang berbeda-beda, tentang wajahnya, tentang kecerdikan aqalnya, tentang postur tubuhnya, tentang bakatnya. Namun ada satu kewajiban yang sama dari mereka itu yaitu bagaimana mereka membangun iman dan taqwanya. Sehingga Allah memberikan perbedaan pada masing-masing individu adalah pada masalah usahanya membangun ketaqwaan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS 49 Al Hujurat: 13)

Berbagai bangsa dan suku yang tersebar di seluruh dunia, semua adalah ciptaan Allah SWT, perbedaan bangsa, suku, warna kulit, kecerdasan, ketampanan atau kecantikan, capaian keberhasilan dunia dibidang kekuasaan dan harta dan kenikmatan dunia, akan menjadi sumber ketenteraman, keamanan, kebahagiaan, kesuksesan bila semuanya dilandasi dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ketaqwaan kepada Allah akan membentuk manusia untuk menggunakan semua karunia Allah, semua titipan Allah yang diberikan pada mereka, digunakan untuk mencari bekal amal sholih yang akan dibawa ke alam akherat yang menjadi akhir dari perjalanan kehidupan dunia. Sehingga capaian-capaian apapun selalu diarahkan untuk menggapai keridhoan Allah SWT.

  1. Keberhasilan Membangun Dunia yang LUMAT karena Bencana Alam.

Baru saja bangsa Indonesia mendapatkan pelajaran bertubi-tubi dari kejadian gempa di Lombok dan disusul gepa di Palu Sulawesi tengah. Secara materiil, pembangunan yang dilakukan setidaknya 10 atau 20 tahun terakhir, hancur berantakan akibat terkena gempa.

Berapa besar kerugian yang di derita,  bila ditinjau dari sisi materiil, maka waktu 20 th membangun, rusak oleh kejadian 5 atau 10 menit kejadian gempa. Kerugian bisa diminimalisir bila semua pembangunan itu hasil dari usaha berdikari, namun bila pembangunan itu juga melibatkan proses hutang kepada pihak lain, maka semakin besar derita yang dirasakan, termasuk harus melunasi hutang yang harus dibayar, yang juga ikut hancur karena musibah gempa.

Allah SWT mengingatkan kepada umat Islam tentang kehidupan dunia, sebagaimana firmanNya:

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّىَ إِذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَوْ نَهَاراً فَجَعَلْنَاهَا حَصِيداً كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.(QS 10 Yunus:24)

Kehidupan fisik dunia, apalagi di negri dengan potensi rawan bencana, mengharuskan umat Islam utuk lebih yakin dengan firman Allah tersebut. Negri Indonesia yang ada di jalur lingkar gunung api pasifik, maka kemungkinan terjadi bencana dari waktu ke waktu semakin besar dibandingkan di belahan bumi yang lain. Maka pembangunan non phisik(mental spiritual) adalah sesuatu yang patut diberi perhatian lebih, agar bangsa Indonesia bisa menghadapai kejadian demi kejadian bencana yang akan dating dengan lebih tabah dan lebih mampu menghadapinya.

  1. Jauhi Atheisme dari segala aktifitas kehidupan.

Masyarakat Indonesia seharusnya tidak ada seorangpun yang memiliki jiwa atheis (tidak percaya adanya Tuhan pencipta semesta Alam) termasuk mengabaikan jiwa Religius. Negara raksasa yang telah mampu meluncurkan satelit dan manusia ke ruang angkasa, seperti Rusia, pada hari inipun sudah meninggalkan doktrin atheis yang mencengkeram, sehingga mereka kembali membolehkan umat beragama tumbuh berkembang, dan bila dipelihara dengan baik, maka suatu saat Rusia bisa menjadi negara yang KUAT, secara kepribadian manusianya dan capaian-capaian pembangunan fisiknya.

إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.(QS 16 An-Nahl:22)

وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءهُم مُّوسَى بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ

Dan (juga) Karun, Fir`aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).(QS 29 Al Ankabut:39)

Atheisme adalah puncak kesombongan manusia yang sangat lemah, tetapi mereka enggan untuk mengakui adanya Allah Tuhan pencipta dan pemelihara semesta alam, sehingga jiwa mereka adalah sebuah jiwa yang penuh kesombongan, yang pasti akan dihancurkan Allah baik di dunia dan di akherat.

Masyarakat yang masih menganggap atheisme sebagai isme unggulan, hanyalah masyarakat yang biasanya mudah di takut takuti, bahkan masyarakat jenis ini sering membuat keyakinan keyakinan dan adat istiadat untuk menakut-nakuti dirinya dan masyarakatnya. Bahkan sering sangat susah untuk diajak merdeka dari keyakinan yang menakuti diri sendiri. Tatanan masyarakat yang demikian sering memunculkan diktator-diktator yang arogan. Setidaknya raja-raja yang arogan dan mencengkeram.

Namun semua itu hanya menjadi kerugian bagi negri tersebut. Masyarakat yang terbelit dengan ketakutan kepada penguasa, hanya akan menjadikan menjadi masyarakat tertinggal dan kerdil. Seluruh yang baik seolah olah hanya ada di pihak penguasa, maka kreatifitas masyarakat menjadi terbelenggu dan akhirnya masyarakat menjadi pasif dan beku.

Bila masyarakat atheis dibiarkan tumbuh, maka berikutnya akan muncul generasi bebas nilai moral kebaikan, atau generasi yang tidak mau taat dengan aturan agama, dan berikutnya akan muncul jiwa-jiwa jahat yang muncul ke permukaan dan berikutnya tibul perpecahan demi perpecahan.

  1. Membangun Jiwa Religius menuju Pribadi yang Mandiri dan Tahan Uji.

Umat Islam perlu semakin sadar, bahwa tidak ada daya dan kekutan kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Allah SWT tempat bersandar jasmani dan rokhani umat Islam.  KepadaNYa umat Islam selalu memohon kekuatan lahir dan batin, dan Allah mampu memberikan segala kekuatan yang dibutuhkan oleh umat manusia.

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.(QS 41 Fushilat:31)

وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri." (QS 10 Yunus:84)

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16 An Nahl:97)

 

Dengan bukti-bukti yang ada di tengah-tengah kehidupan modern ini, maka umat Islam tidak boleh lagi lalai dan lengah dari keyakinan Tauhidnya. Bahwa seluruh alam ini ada di dalam genggaman Allah SWT. Dan bila manusia mau merendahkan diri dihadapan Allah, dan selalu memuliakan, mengagungkan dan selalu beribadah kepadaNya, maka Allah yang akan menuntun mereka sepanjang hidupnya di Dunia dan di akherat.

Hidup selalu dalam kebahagiaan dan ketenteraman, kedamaian, keteraturan, kesejahteraan. Sungguh Allah Maha Kaya, dia Allah Pemilik, Pencipta, Pemelihara semesta Alam. Wallahu a’lam.