Presiden Jokowi Hadiri Silatnas MTA 3, Stadion Manahan Tak Mampu Tampung 100.000 Peserta

SURAKARTA - Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara Silaturahim Nasional (Silatnas) MTA III di Stadion Manahan Solo, Ahad (17/9/2017). Selain Presiden Jokowi, hadir pula Ketua MPR RI, Dr (HC) H. Zulkifli Hasan, SE, MM dalam Silatnas bertema "Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI" ini. Dalam Silatnas MTA III ini, akan dilakukan pengukuhan sebanyak 64 Perwakilan dan cabang MTA di 14 provinsi. Dengan pengukuhan 64 cabang dan perwakilan ini, total terdapat 604 cabang dan perwakilan MTA di seluruh Tanah Air. Saat ini MTA sudah tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia.

Silatnas MTA III dihadiri sebanyak 100.000 peserta, yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air. Kapasitas Stadion Manahan Solo yang maksimal menampung 40.000 orang, menjadikan tidak seluruh peserta Silatnas bisa masuk ke dalam stadion. Para peserta yang tidak tertampung di dalam stadion, meluber hingga ke luar stadion dan memenuhi lapangan parkir. Sedangkan parkir kendaraan, memenuhi sejumlah lokasi di seputar kawasan Stadion Manahan hingga radius lebih kurang 2 kilometer.

Foto : Peserta Silatnas MTA 3

Banyaknya peserta yang datang, tidak hanya terdiri dari pengurus cabang dan perwakilan MTA. Sebab banyak juga di antara peserta merupakan para pendengar Radio MTA dan Persada FM, serta pemirsa MTA TV. Sebab setelah mendengarkan pengajian melalui radio dan televisi MTA, banyak peserta yang akhirnya tertarik untuk mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh MTA.

Para peserta datang berbondong-bondong ke Kota Solo dengan menggunakan kendaraan pribadi, rombongan bus, kereta, dan pesawat. Mereka bahkan telah tiba di Kota Solo sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan Silatnas. Misalnya saja peserta yang berasal dari Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatra Selatan yang telah tiba di Kota Solo pada Kamis (14/9/2017). Kemudian peserta dari Harjowinangun, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, yang telah tiba di Solo pada Ahad (10/9/2017).

Begitu pula rombongan dari Provinsi Bali yang bertolak dari Bali pada Jumat pagi dan telah tiba di Solo pada Sabtu pagi. Kemudian  peserta dari Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang semuanya menumpang pesawat dan telah tiba di Solo pada Jumat malam. Sebelum tiba pada hari pelaksanaan Silatnas, para peserta menginap di cabang dan perwakilan MTA di wilayah Soloraya.

Selain Presiden Jokowi, Silatnas MTA III juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, kepala daerah se- Soloraya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Kementerian Agama, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), serta tokoh masyarakat. Sedangkan rangkaian acara Silatnas MTA III, ialah pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan dengan tayangan video selayang pandang MTA.

Memasuki acara berikutnya ialah mendengarkan sambutan dari Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Drs Ahmad Sukina, dilanjutkan pengukuhan 64 cabang dan perwakilan MTA oleh Al Ustadz Drs Ahmad Sukina. Cabang dan Perwakilan yang dikukuhkan, berasal dari Provinsi Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Timur, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Foto : Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina 

MTA Lembaga Dakwah

Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) Surakarta adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkantor pusat di Surakarta. MTA didirikan oleh Almarhum Ustadz Abdullah Thufail Saputra di Surakarta, pada tanggal 19 September 1972. MTA juga bukanlah lembaga yang kegiatannya menafsirkan Al Qur’an, melainkan lembaga dakwah yang mempelajari tafsir Al Qur’an.

Karena MTA merupakan murni lembaga dakwah, dalam kegiatannya MTA tidak berpolitik praktis. MTA juga bukanlah bawahan dari suatu partai politik dan tidak akan menjadi partai politik. Sedangkan bidang yang dikembangkan MTA, selain dakwah dan sosial ialah bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. MTA juga mendirikan media informasi berupa televisi yaitu MTA TV, Radio MTA dan Persada FM, serta Majalah Cahaya Hati dan Al Mar’ah.

Di bidang pendidikan, MTA telah mendirikan dan mengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD dan TK, SD, SMP, SMA serta SLB. Sedangkan di bidang kesehatan, MTA memiliki Klinik Pratama MTA Surakarta yang melayani pasien selama 24 jam, ditunjang dengan dokter, bidan, perawat, tenaga akupuntur, serta apotek 24 jam. Di bidang ekonomi, MTA memiliki bidang usaha percetakan dan perusahaan air minum dalam kemasan.

Sebagai bagian dari pengamalan hasil mengaji, MTA banyak berkecimpung dalam kegiatan sosial. Salah satu kegiatan yang rutin dan menjadi ikon dari Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an ialah bakti sosial donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan rutin oleh cabang dan perwakilan MTA di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.

Atas keaktivannya dalam donor darah, Yayasan MTA mendapatkan penghargaan dari PMI sebagai pendonor darah paling aktif di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Bahkan selama kurun waktu lima tahun, yaitu 2011 hingga 2015, MTA berhasil menyumbangkan lebih dari darah 11.000 kantong darah. Penghargaan tersebut berlangsung di perempatan Ngarsopura Solo dalam acara peringatan 153 Tahun Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional pada Ahad (8/5/2016).

Selain donor darah, MTA juga aktif menerjunkan Tim SAR dalam berbagai bencana. Sebut saja tsunami Aceh, tanah longsor di Ponorogo dan Nganjuk, dan masih banyak lagi. Sedangkan Satgas MTA juga aktif dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung yang digelar oleh Kodim di wilayah Soloraya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten / kota setempat.

Pendengar pengajian MTA tidak hanya berada di Tanah Air. Sebab telah tumbuh juga kelompok-kelompok pengajian di luar negeri. Di antaranya di Korea, Jepang, Amerika, Abu Dhabi, dan Malaysia yang melaksanakan pengajian baik secara online maupun offline. (HUMAS SILATNAS MTA III)