Pernikahan Syar’i, Mempelai Wanita dan Pria Duduk Terpisah

Sukoharjo - Pada umumnya, dalam sebuah resepsi pernikahan antara mempelai putra dan mempelai putri duduk berdampingan di pelaminan. Begitu pula tamu putra dan putri, tidak ada pemisahan tempat duduk. Namun berbeda dengan suasana acara pernikahan yang berlangsung di rumah warga dukuh Tegalan RT 1/RW 2, desa Pondok, kecamatan Nguter, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara akad nikah yang dilanjutkan dengan walimatul ursy  antara Ummu Marhamah, A.Md. Dengan Muhammad Sholikhin, A.Md.

Pernikahan ini tampak berbeda jika dibandingkan dengan acara pernikahan pada umumnya. Hal yang terlihat cukup berbeda ialah saat prosesi ijab Kabul dimana hanya calon suami yang duduk berhadapan dengan penghulu, sedangkan calon istri duduk di tempat yang berbeda.

Begitu selesai ijab kabul yang dilanjutkan dengan walimatu ursy antara mempelai wanita dan mempelai pria duduk di tempat yang berbeda. Sehingga mempelai wanita hanya bisa dilihat oleh tamu putri, begitu pula mempelai pria hanya bisa dilihat oleh tamu putra.

Perbedaan lainnya ialah pramusaji yang mengantarkan makanan kepada para tamu. Untuk tamu putri, maka hidangan juga disajikan oleh pramusaji putri, dan untuk tamu putra hidangan disajikan oleh pramusaji putra.

Dalam acara pernikahan ini, para tamu undangan juga tidak akan menemukan kotak uang yang biasa disediakan dalam resepsi pada umumnya. Sebab tuan rumah memang tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun. Sarlan, ayah pengantin putri mengatakan pernikahan ini memang sengaja dikemas secara syar’i sesuai tuntunan dalam Alquran.

Mempelai pria, Muhammad Sholikhin pun mengaku senang dengan konsep pernikahan syar'i ini dan mengajak pemuda pemudi muslim lainnya agar berani mengemas pernikahannya dengan syar’i.