Perlunya Manusia Yang Berpribadi ADIL

adilAllah swt telah mengamanatkan kepada umat manusia untuk dapat berlaku adil, dan sesungguhnya manusia dapat menjadi adil bila telah melatih diri dengan hidup bertakwa

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan. (QS. 5:8)

Manusia dapat menjadi Taqwa bila telah melatih diri dengan menjalankan perintah-perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah. Ketaqwaan dapat diperoleh dengan menekuni jalan-jalan ibadah.

Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. 2:21)

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153)

Nikmat bertaqwa adalah nikmat rohani pemberian Allah, setelah manusia selalu berlatih mengendalikan hawa nafsu, setelah manusia menempuh jalan-jalan petunjuk Allah, maka manusia tersebut telah melazimi jalan-jalan kesucian jiwa.

Maka dengan jiwa yang suci manusia akan mendapatkan cahaya petunjuk dalam hatinya. Demikian pula sebaliknya bila manusia membebaskan kembali hawa nafsunya untuk bebas diperturutkan maka manusia akan kembali kepada jalan kesesatan dan kerendahan.

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. (QS. 19:59)

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (QS. 30:29)

Dalam tatanan masyarakat paternalistik ataupun juga masyarakat modern membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki sifat-sifat adil. Pemimpin adalah manusia, namun memiliki tanggung jawab yang sangat besar dihadapan Allah. Bila pemimpin melakukan kesalahan yang fatal maka di dunia ini juga akan berakibat fatal, dan apalagi di akherat. Allah mewanti-wanti kepada Nabi Dawud untuk senantiasa mengendalikan hawanafsunya agar ada cahaya hikmah keadilan dalam dirinya

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. 38:26)

Sifat adil dalam diri manusia merupakan sifat yang sangat dibutuhkan untuk mencapai masyarakat yang "Gemar ripah, Loh Jinawi, Toto Tentrem kerto raharja ", atau dalam islam diringkas dengan kehidupan yang penuh berkah dar Allah

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, …………(QS. 7:96)

Manusia sering terjebak dalam memperturutkan hawa nafsu, sehingga masuk kedalam kehidupan tanpa sifat taqwa dan sifat adil, dan manusia tidak menyadari bahwa hal tersebut membawa diri manusia kepada bahaya yang besar di dunia dan di akherat. Akibat di dunia maka akan senantiasa dalam kesulitan-kesulitan, demikian pula di akherat

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. 6:6)

Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata. (QS. 19:74)

Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi, (QS. 22:45)

Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan).Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)? (QS. 32:26)

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan) (QS. 50:36)

Ketaqwaan dan keadilan, merupakan sesuatu yang mendatangkan rahmat Allah, sedangkan manusia yang hidup terus menerus memperturutkan hawa nafsu tanpa mau kembali kepada kesucian jiwa dan perbuatan, memiliki bahaya mengancam yang sangat menyusahkan.

Kita berdo'a kepada Allah agar kita semua diberi kekuatan untuk menempuh jalan-jalan taqwa dan keadilan, sehingga kita bisa terlepas dari siksa dunia dan siksa akherat yang sangat menyusahkan. Wallahu a'lam.


11 komentar pada “Perlunya Manusia Yang Berpribadi ADIL

  1. Adil adalah…ketika kita tidak memandang tali nasab dalam memutuskan perkara tetapi berpedoman kepada Alqu’ran dan Sunah Rosul.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.