Perlukah Pemancar TV yang benar-benar Islami ?

mta-tvkuAllah sang Maha pencipta, pemelihara, dan pemilik semesta Alam telah bersabda yang artinya:

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu al-Qur'an itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. 13:31)

Ungkapan dan gaya bahasa indah yang Allah sampaikan kepada hati dan aqal manusia tentang kehebatan Al-Qur'an, yang dengannya Allah telah mengilhami manusia untuk membuat karya-karya Monumental di sepanjang zaman.

Dengan Al-Qur'an Allah telah mengangkat derajad bangsa Arab, dari bangsa yang tak dikenal menjadi bangsa yang telah menyebarkan kebenaran Agama Islam hingga daerah yang sangat luas di abad ke 7 walaupun di waktu itu peradaban dan teknologi manusia masih sangat-sangat sederhana.

Bangsa Portugis dan Spanyol, diilhami kehebatan bangsa Arab dalam menjelajah dunia telah mampu pula menjadi mereka sebagai pionir-pionir penjelajah Dunia. Atau pula ketekunan Bangsa Persia yang telah berislam, dengan menekuni Al-Qur'an telah menjadi pioner-pioner kemajuan ilmu dan teknologi yang akhirnya menjadi referensi awal bagi kemajuan ilmu dan teknologi di dataran Eropa.

Kisah terjadinya pembebasan Kota Mekkah dari penyembahan berhala kepada penghambaan kepada Allah oleh Rasulullah SAW, atau pemberian kunci kota suci Baitul Maqdis kepada Umar Bin Khottob, telah menjadi sejarah monumental tentang Kemenangan dan Perdamaian tanpa Pertumpahan darah. Yang para sejarawan menjadikannya sebagai kejadian-kejadian luar biasa di sepanjang sejarah manusia.

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian hebat yang diilhami oleh ketaatan manusia kepada Allah dengan menekuni dan mengamalkan Al-Qur'an. Masihkah kita ragu dengan petunjuk Allah yang sudah ada di tangan kita masing-masing ?,

Memang syarat utama untuk dapat menemukan kehebatan Al-Quran yang ada di tangan kita, kita perlu meyakini dan mewujudkan sunatullah sebagaimana dalam firmanNya:

Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (QS. 56:75)
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, (QS. 56:76)
sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (QS. 56:77)
pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (QS. 56:78)
tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (QS. 56:79)
Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam. (QS. 56:80)
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini, (QS. 56:81)
kamu (mengganti) rezqi (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah). (QS. 56:82)

Perlu diketahui, bahwa tidak semua sahabat-sahabat Rasulullah adalah ahli-ahli tafsir yang selalu mendapat pengajaran langsung dari Rasulullah, namun kebanyakan mereka adalah manusia-manusia yang bersih dari dosa dan siap dalam menta'ati Allah dan Rasulnya dengan Ungkapan " kami dengar dan kami patuh". Dan begitulah inti pengamalan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sahabat-sahabat Rasulullah telah biasa menyelesaikan membaca Al-Qur'an setidaknya sekali dalam sebulan, bukan sekedar sebagai ilmu, namun sebagai firman Allah Tuhan yang amat dicintai dan siap untuk diamalkan..

Kemunduran Umat Islam dalam mengamalkan Al-Qur'an telah banyak diungkap dalam sabda-sabda Rasulullah diantaranya adalah, artinya:

Dari Abi Tsa'labah Al-Khusyani r.a berkata : Rasulullah s.a.w pernah bersabda: " Hendaklah kamu sekalian memerintah kepada kebajikan dan hendaklah kamu melarang daripada kejahatan, sehingga apabila kamu telah melihat kikir dipatuhi dan hawanafsu diikuti dan dunia didahulukan dan kekaguman tiap-tiap orang yang mempunyai fikiran dengan fikirannya sendiri, maka hendaklah kamu menyelamatkan dirimu sendiri, dan tinggalkanlah olehmu urusan orang umum. Karena sesungguhnya dibelakang kamu ada beberapa masa, sabar pada masa itu seperti menggenggam bara api, bagi orang yang ber'amal pada masa itu seperti pahala limapuluh orang lelaki yang ber'amal seperti 'amalnya.( HR Ibnu Majah dan At-Turmudzi). Dan Abu Dawud meriwayatkan dengan tambahan; Rasulullah ditanya: " Ya Rasulullah, pahala lima puluh orang lelaki dari kami ataukah dari mereka?", Beliau bersabda: "Bahkan pahala limapuluh orang lelaki dari kamu."

Keadaan itu dimulai dari sebab telah minimnya 'amar ma'ruf dan nahi mungkar di tengah-tengah umat manusia, maka kemudian umat manusia terjebak dalam perbuatan yang sebaliknya. Bila perbuatan kebodohan dan kemungkaran telah membudaya di tengah-tengah umat manusia maka umat menjadi tidak lagi mencintai dan tidak merasa butuh hidup dengan kemuliaan ber Islam, tidak lagi mencintai Allah dan RasulNya. Dan tidak mau dituntun dengannya.

Ketika manusia sudah tidak hirau dengan nasehat dan amal Al-Islam , maka kemudian umat manusia akan terjerumus kepada penyakit-penyakit jiwa yang lebih parah, yaitu terlalu cinta pada dunia dan melupakan kehidupan akherat sehingga merebaklah sifat kikir yang dipatuhi, senang mengikuti bujukan hawanafsu, sibuk dengan urusan-urusan dunia semata, dan manusia lebih suka mengikuti pendapat-pendapat manusia, pendapat-pendapatnya sendiri, dibandingkan dengan nasehat dan tuntunan yang datang dari Allah dan Rasulnya. Dan dapat dipastikan dengan keadaan yang demikian umat manusia akan menjadi bercerai berai. Banyaknya isme-isme buatan manusia yang laris manis ditengah-tengah umat islam, disebabkan kebanyakan umat islam telah banyak berlumur dosa. Sehingga lebih mencintai isme-isme buatan manusia dibanding nasehat Allah dan RasulNya.

Bagaimana upaya yang harus diusahakan sebelum kejadian yang begitu parah menjadi sesuatu yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, maka usaha-usaha masyarakat sholih pulalah yang akan dapat mengantisipasinya sebagaimana firman Allah dan Sabda Rasulullah

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 9/At-Taubah :71)

Dua orang lebih baik dari seorang dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah) (HR. Abu Dawud)

Untuk selamanya kerukunan dan persatuan hati (kehidupan bersatu dengan kecintaan hati) umat manusia adalah dilandasi dengan kebersihan hati dan kemuliaan akhlaq. Bila orang-orang yang baik mau hidup bersatu untuk meneguhkan kehidupan kesholehan beragama ditengah-tengah masyarakat manusia, maka kerusakan umat manusia dapat dicegah,

Perbedaan pendapat dan kekotoran hati sering menjadikan umat islam menjadi berpecah belah dan lebih suka hidup sendiri sendiri, maka bila kekuatan dakwah islam telah melemah, maka kejadian yang berikutnya dapat menyusul darinya, sampai-sampai seseorang yang mengamalkan agama yang benar seolah-olah serasa menggenggam bara api. Bila manusia melepas agama maka manusia akan masuk kedalam neraka, bila dipegang maka hidup di dunia terasa serba sulit, terasing sendirian dalam kehidupan.

Banjirnya contoh-contoh perbuatan kemaksiyatan lewat alat-alat canggih termasuk pemancar TV sebagai sarana hebat untuk menyebarnya kemaksiyatan yang luar biasa besar dan tak terbendung. Keberhasilan siaran TV untuk menjadi “Guru Masyarakat” menimbulkan pertanyaan kapankah siaran-siaran TV Islami akan muncul dan dapat kembali mencerahkan umat manusia akan ketinggian dan kemuliaan amal-amal Islam yang bersih dari bid'ah, kurofat dan takahyul dan tipudaya jahat.

Mengikuti kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan kemuliaaan umat manusia, kapankah umat Islam dapat mengemasnya dalam siaran-siaran TV yang akan dapat menjadi “guru masyarakat alternatif”. Setidaknya untuk membentengi umat Islam agar tetap teguh dalam mewujudkan nasehat Rasulullah SAW untuk selalu ber'amar ma'ruf dan bernahi mungkar sehingga umat islam tidak lagi terpecah-pecah akibat mengkonsumsi perbuatan maksiyat.


14 komentar pada “Perlukah Pemancar TV yang benar-benar Islami ?

  1. kata mas yono :
    Alhamdulillah, Alhamdulillah, alhamdulillah, Semoga TV MTA berisi siaran kebenaran, kebaikan yang banyak dan penuh barokah dari Allah SWT untuk MENGAGUNGKAN ALLAH, ..MENGUATKAN AGAMA ALLAH dan selalu digunakan untuk …BERTASBIH MEMULIAKAN ALLAH SWT… AMIN

  2. 17 APRIL 2009……MT@TV,
    DIRESMIKAN 01-10-2014
    …. SEMUA BUTUH PROSES…. DAN SEMOGA TERUS BER…PROSES MENUJU KWALITAS ….UNGGULAN DAN ..SANGAT DICINTAI PEMIRSA …SEJAGAT DUNIA….. AAAMIIEN…

    YA ALLAH HANYA ENGKAU YANG BISA MEWUJUDKAN SEGALA SESUATU…..

    SEMOGA PENUH RAHMAT DAN BAROKAH ALLAH DAN MENEBAR KESELAMATAN DAN KEDAMAIAN… AAAMIIEN.

  3. Alhamdulillah, Alhamdulillah, alhamdulillah, Semoga TV MTA berisi siaran kebenaran, kebaikan yang banyak dan penuh barokah dari Allah SWT untuk mengagungkan Allah, menguatkan agama Allah dan selalu digunakan untuk bertasbih memuliakan Allah SWT… aamiien.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.