Perlukah Lomba Membaca Terjemah dan Tafsir Al-Qur’an

pahami-alquran-mta-kenapa-masuk

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Alhamdulillah, Allah SWT telah menurunkan sebuah Kitab Suci yang penuh berkah yang akan membimbing manusia pada jalan yang lurus dan akan membawa pada keselamatan hidup di dunia, di alam kubur dan di akherat.

 

Allah berfirman

 

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Q S 38 Shaad ayat 29)

 

وَهَذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَاهُ أَفَأَنتُمْ لَهُ مُنكِرُونَ

Dan Al Qur'an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (Q S 21 Al Anbiyaa ayat 50)

 

Kita umat Islam sudah biasa mengadakan lomba tilawah membaca Kitab Suci Al-Qur’an dalam bahasa arab, dan dengan bersusah payah para peserta lomba dan para pembimbing peserta lomba untuk menyiapkan mereka selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun tahun untuk dapat memiliki keahlian untuk membaca Al-Qur’an dengan makhraj dan takwij yang benar. Belum lagi juga harus dapat membaca dengan irama yang benar, yang enak di dengar dan juga dapat menyentuh hati manusia.

Al-Qur’an memiliki cara tersendiri untuk masuk ke dalam hati manusia. Dalam zaman yang masih bersih dari budaya memperturutkan hawa nafsu badani, maka Al-Qur’an akan sangat mudah menyentuh dan meresap dalam hati manusia. Namun ketika zaman dimana manusia sudah bernikmat nikmat dengan hawa nafsu badani , maka keindahan, kelezatan dan pengaruh Al-Qur’an akan sulit dirasakan oleh umat manusia. Jiwa manusia semakin terdinding, tertabir dari merasakan keindahan, kelezatan dan kenikmatan belajar Al-Qur’an.

Apakah zaman ini diperlukan sarana, agar masyarakat mau membaca terjemah Al-Qur’an dan mempelajari Kitab Tafsir yang sudah menjadi kesepakatan para Ulama. Bila masyarakat awam mampu untuk memahami KItab Suci Al-Qur’an sebagaimana para Sahabat Nabi Muhammad memahami dan menghayati Al-Qur’an, maka akan mudah bagi para orang alim untuk lebih cepat membimbing mereka menempuh jalan-jalan yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an.

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾ أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿٨١﴾ وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿٨٢﴾ فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾ فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿٨٦﴾ تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

  • sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
  • pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
  • tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
  • Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
  • Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,
  • kamu (mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
  • Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
  • padahal kamu ketika itu melihat,
  • dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
  • maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
  • Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,

(Q S 56 Al Waaqi’ah ayat 77 s/d 87)

 

Manusia diberitahu oleh Allah bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang sangat mulia, yang datang dari sisi Allah SWT. Allah memberitahu bahwa hanya orang-orang yang rajin mensucikan hati dari berbuat dosa yang akan mudah mencintai, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

 

Dan orang-orang yang suka bergelimang dalam dosa, mereka akan mengabaikan dan meremehkan Al-Qur’an. Allah SWT memperingatkan kepada manusia akan saat saat kematian mereka, bahwa mereka yang mengabaikan Kitab Suci Al Qur’an akan menemukan kesusahan ketika mereka kembali kepada Allah.

 

Segala puji bagi Allah, selama ini umat Islam begitu terlihat khusu’ mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, walaupun mereka belum tahu apa arti dan maksud ayat tersebut. Namun dengan fitrah kebersihan hatinya, maka jiwa manusia akan takjub dan penuh perhatian membaca atau mendengar ayat-ayat suci Al-Qur’an.

 

Zaman hari ini, banjir informasi dari segenap penjuru arah. Bila manusia tidak punya pengertian dan pemahaman agama Islam secara menghunjam di hati, dan bila manusia tidak memiliki daya tahan menghadapi godaan kenikmatan zaman, manusia sering memilih kenikmatan hawanafsu badani, dibanding dengan memilih kenikmatan ruhani, kenikmatan haqiqi, kenikmatan yang bisa digapai dengan tekun menjalani petunjuk Kitab Suci Al-Qur’an.

 

Banyak negri-negri minoritas muslim, yang masyarakatnya tumbuh menjadi manusia muslim solih dan sholihah, disebabkan mereka membaca tarjamah Al-Qur’an dalam bahasa mereka. Mereka tidak memiliki banyak ulama, tetapi setelah mereka membaca tarjamah Al-Qur’an dalam bahasa mereka, mereka tersentuh hati untuk memeluk Islam. Dan biasanya mereka adalah orang-orang yang memiliki hati nurani yang hidup, dan mudah tersentuh dengan kebenaran dari Allah SWT.

 

Pelajaran Tarjamah Al-Qur’an dan disempurnakan dengan pelajaran Tafsir Al-Qur’an yang dipelajari secara runtut seperti di saat zaman Al-Qur’an turun, sejak dari Juz 30, 29, 28, 27, 26, yang kebanyakan terkandung ayat ayat Makiyah. Ayat ayat yang mendasari manusia agar mereka dengan sadar berhijrah dari suasana JAHILIYAH menuju suasana IMAN dan Amal Sholih, suasana TAQWA.

 

Bila hari ini sudah banyak sekali ringkasan kitab tafsir yang standard dan sudah disepakati oleh kebanyakan ulama yang sholih-sholih, maka boleh jadi saat ini harus sering diadakan lomba yang berkaitan dengan pemahaman Tarjamah dan Tafsir Al-Qur’an. Sehingga anak seorang muslim, sejak duduk di bangku SMP, SMA, selain mereka sudah bisa membaca Al-Qur’an dalam bahasa Arab dengan benar dan bagus, namun mereka juga sudah memiliki landasan iman dan taqwa yang kuat.

 

Perlombaan tentang menjelaskan tarjamah dan tafsir Al-Qur’an, terutama pada JUZ 30, 29 , 28 pada anak-anak SMP, SMA, akan mengharuskan anak-anak tersebut bersungguh sungguh belajar memahami Al-Qur’an dan sekaligus membimbing mereka untuk selalu menjaga kesucian hati mereka dari segala perbuatan DOSA.

 

Semoga para Ulama-ulama Sholih mampu memberikan jalan terang, bagaimana agar segenap generasi USIA MUDA, sejak muda sudah bisa memahami kitab Suci Al-Qur’an dan kemudian bisa meresap mendarah daging dalam hati sanubari, dan menumbuhkan jiwa yang kuat dalam membangun keimanan dan kesholihan mereka. Wallahu a’lam