Perjalanan Abadi dan Hakiki Tanpa Rasa Takut

lawan-waspada-coron-covid-19-mta-majlis-tafsir-alquran-doa

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Manusia dalam hidup tidak pernah berhenti dari berjalan kecuali ketika mereka sedang duduk atau tidur. Dan bahkan manusia senantiasa dalam perjalanan dalam sebuah bahtera alam bernama BUMI.  Manusia biasa merasa dalam perjalanan ketika mereka naik kendaraan, sepeda, sepeda motor, mobil atau kapal, pesawat atau apapun yang terasa bergerak. Padahal mereka senantiasa bergerak bersama BUMI mengarungi belantara angkasa.

Memaknai arti perjalanan yang sebenarnya, manusia perlu melihat apa yang harus dilakukan selama perjalanan di belantara alam raya ini sebagaimana Allah SWT memberi penjelasan tentang tugas manusia dalam berjalan mengarungi belantara angkasa.

 

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

  1. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS 16 An-Nahl ayat 36)

 

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

  1. Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa. (QS 27 An Naml ayat 69)

 

Perjalanan manusia di dalam hidup diperintah untuk selalu melihat tanda-tanda keagungan Allah SWT yang ada di segenap ufuk ciptaannya.  Bagaimana manusia belajar iman dan taqwa kepada Allah Tuhan yang Maha Ghaib dengan cara melihat karya-karya Nya untuk disadari bahwa Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

 

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

  1. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS 24 An Nuur ayat 52)

 

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُّتَصَدِّعاً مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

  1. Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(QS 59 Al Hasr ayat 21)

 

Allah mengajak manusia yang sedang berjalan di muka bumi, yang sedang mengarungi kehidupan untuk selalu melihat petunjuk Allah. Dan kemudian menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Maka mereka akan menjadi kekasih-kekasih Allah yang selalu disayangi oleh Allah di segala alam. Janj Allah adalah nyata.

 

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

  1. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
  2. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
  3. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

(QS 10 Yunus ayat 62 sd 64)

Apapun yang akan terjadi selama dalam perjalanan manusia dimanapun, selama  mereka mengikuti petunjuk Allah SWT, maka mereka akan selalu dalam keselamatan dan kebahagiaan dan bahkan kenikmatan dan keindahan.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي

  1. Hai jiwa yang tenang.
  2. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
  3. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
  4. dan masuklah ke dalam surga-Ku.

(QS 89 Al Fajr ayat 27 sd 30)

 

Manusia manusia penghuni Surga Allah di akherat adalah manusia yang telah berhasil menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa di sepanjang hidupnya. Dan bila mereka telah menghuni Surga , maka mereka tidak akan pernah lagi mendapat kesusahan dan kesulitan bahkan mereka diperkenankan melihat bagaimana kehidupan di neraka tanpa mendapat kesengsaraan sedikitpun sebagaimana firmanNya :

 

قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ﴿٥٤﴾ فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاء الْجَحِيمِ ﴿٥٥﴾ قَالَ تَاللَّهِ إِنْ كِدتَّ لَتُرْدِينِ ﴿٥٦﴾ وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ

  1. Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
  2. Maka ia meninjaunya, lalu ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
  3. Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,
  4. jikalau tidaklah karena ni`mat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

 

Segala puji bagi Allah, seluruh kebenaran milik Allah, marilah kita kembali mentaati Allah Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara semesta Alam. Segala Sunnah dan ketetapan kehidupan telah Allah sampaikan kepada umat manusia lewat Al-Qur’an dan As-Sunnah dan ketetapan itu sesuatu yang lebih pasti dari sekedar ilmu pasti yang dipahami manusia.

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

  1. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,(QS 30 Ruum ayat 30)

 

Dalam perjalanan kehidupan zaman yang terus bergulir menuju akhir zaman, marilah kita semua tetap berpegang teguh kepada ketetapan Allah yang bila diikuti akan memastikan diri manusia untuk menjadi kekasih-kekasih Allah yang selalu dilindungi di Dunia, di Alam Barzah dan di alam Akherat. Terus berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah walau zaman GLAMOUR terus semakin menggoda hati manusia. Wallahu a’lam.