Pemerintah yang Baik, Memiliki Pembantu Baik Pula

alustadz14-4-jihadpagiImam Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda jika Allah menghendaki kebaikan atas satu Pemerintah, maka Pemerintah itu akan diberi pembantu yang baik, jika lupa diingatkan dan jika ingat dibantu. Seorang Pemimpin yang bertanggung jawab akan senantiasa sibuk memikirkan kemajuan dan kesejahteraan umatnya. Tugas dan kesibukannya yang banyak menjadikannya kadang lupa melaksanakan sesuatu.

اِذَا اَرَادَ اللهُ بِاْلاَمِيْرِ خَيْرًا جَعَلَ لَهُ وَزِيْرَ صِدْقٍ، اِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ وَ اِنْ ذَكَرَ اَعَانَهُ. وَ اِذَا اَرَادَ بِهِ غَيْرَ ذلِكَ جَعَلَ لَهُ وَزِيْرَ سُوْءٍ، اِنْ نَسِيَ لَمْ يُذَكّرْهُ وَ اِنْ ذَكَرَ لَمْ يُعِنْهُ. ابو داود

Jika Allah menghendaki kebaikan seorang penguasa, maka diberinya pembantu (menteri) yang baik (jujur), jika lupa diingatkan dan jika ingat dibantu. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya dari itu, maka Allah memberi padanya pembantu (menteri) yang jelek (tidak jujur), jika lupa tidak diingatkan, jika ingat tidak dibantu. [HR. Abu Dawud]

Andai dibiarkan lupa, maka dia akan termasuk lalai dalam melaksanakan tugas. Apa jadinya kalau tugas yang dilupakannya itu menyangkut keamanan dan kesejahteraan orang banyak. Tentu dia akan mengalami kesulitan dalam bertanggung-jawab di hadapan Allah. Seorang Pemimpin betapapun hebatnya, tidak akan mampu melaksanakan semua tugasnya sendiri.

Sebagian tugas akan didelegasikan kepada para pembantunya. Tentu saja Pemimpin akan berprestasi jika dia dibantu oleh para pembantu yang baik. Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa pembantu yang baik adalah yang siap mengingatkan bila Pemimpinnya lupa. Sayang sekali sekarang ini banyak pembantu yang bersikap ABS (Asal Bapak Senang). Orang-orang seperti ini tidak memiliki keberanian untuk menegur atau mengingatkan pemimipin mereka.

Terhadap hal-hal yang sekiranya tidak disukai oleh Pemimpin, mereka akan mengambil sikap diam. Sebaliknya terhadap hal-hal yang menyenangkan pemimpin, mereka akan mengingatkan dengan muka manis. Meskipun Pemimpin telah berbuat maksiat para pembantu tidak berani mengingatkan. Mereka lebih suka mengambil sikap diam. Mencari amannya sendiri. Aman dari kemarahan Pemimpin yang mungkin berakibat terhadap pencopotan posisinya.

Disamping selalu siap mengingatkan Pemimpin, seorang pembantu yang baik selalu siap membantu pelaksanaan tugas Pemimpinnya. Dia akan curahkan seluruh potensinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam melaksanakan tugas tersebut. Setiap tugas yang diserahkan kepadanya akan disikapi sebagai satu kesempatan yang diberikan Allah kepadanya untuk beramal shaleh.

Dia laksanakan tugas itu karena Allah, bukan karena Pemimpin. Meskipun secara lahiriyah Pemimpin yang memberi tugas, tetapi secara batiniyah dia merasa bertanggung-jawab kepada Allah atas keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut. Para pembantu yang seperti inilah yang bisa diandalkan oleh seorang Pemimpin untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

Sebaliknya dalam hadist yang sama dikisahkan bahwa bila Allah menghendaki kejelakan seorang Pemimpin, maka dia diberi pembantu yang jelek. Tanda-tandanya adalah bila Pemimpinnya lupa, maka dia tidak mengingatkan. Di akan mengambil sikap pura-pura lupa. Meskipun dia ingat, dia akan berlindung diri dengan mengambil sikap seperti itu. Dia khawatir, kalau mengingatkan malah diperintah untuk melaksanakan tugas itu. Kemalasan sebagai satu bentuk ketidak-ikhlasan ini pulalah yang menyebabkan seorang pembantu yang jelek tidak membantu pelaksanaan tugas Pemimpinnya, meskipun dia tahu,  mampu, dan benar-benar iingat akan tugas tersebut.

Kalau kita melakukan perenungan terhadap perjalanan Pemerintahan selama ini, maka kita akan mendapatkan bahwa mayoritas pembantu Pemerintah adalah orang-orang jelek. Artinya kalau kecenderungan model kehidupan Pemerintahan di negeri ini dilanjutkan, maka bukan kebaikan yang didapat, namun kejelekan.

Banyak aparat penegak hukum sejak dari kejaksaan, kepolisian, sampai kehakiman bermasalah. Banyak anggota parlemen bermasalah. Banyak pemimpin eksekutif bermasalah. Negeri ini memerlukan Pemimpin yang baik yang dibantu oleh para pembantu yang baik pula. Tentu saja para pembantu yang memiliki kapasitas intelektual yang memadai dan integritas moral yang handal. Bukan para pembantu yang maju tak gentar membela yang bayar.

***

Al Ustadz Drs Ahmad Sukina (Ketua Umum Majlis Tafsir Al Qur'an MTA)

Dimuat juga dalam harian SOLOPOS (18/4/2010)


12 komentar pada “Pemerintah yang Baik, Memiliki Pembantu Baik Pula

  1. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan,keimanan,keislaman
    dan MTA senantiasa Eksis.
    Amin ya robbal ‘alamin

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.