Pejuang Muslimah : Marwa Al-Sharbini

marwa-mta" Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " (TQS.29:2-3)

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirahatnya yang terakhir,  dan ini tidak sehebat dan semegah acara kematian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim.

Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya. Meski pemerintah Jerman berusaha menutup-tutupi kematian Marwa Al-Sharbini, cerita tentang Marwa mulai menyebar dan mengguncang komunitas Muslim di berbagai negara. Untuk mengenang Marwa, diusulkan untuk menggelar Hari Hijab Internasional yang langsung mendapat dukungan dari Muslim di berbagai negara.

Usulan itu dilontarkan oleh Ketua Assembly for the Protection of Hijab, Abeer Pharaon lewat situs Islamonline. Abeer mengatakan, Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan jilbabnya. "Ia menjadi korban Islamofobia, yang masih dialami banyak Muslim di Eropa.

Kematian Marwa layak untuk diperingati dan dijadikan sebagai Hari Hijad Sedunia," kata Abeer. Seruan Abeer disambut oleh sejumlah pemuka Muslim dunia antara lain Rawa Al-Abed dari Federation of  Islamic Organizations di Eropa. "Kami mendukung usulan ini. Kami juga menyerukan agar digelar lebih banyak lagi kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak muslimah di Eropa, termasuk hak mengenakan jilbab," kata Al-Abed.

Selama ini, masyarakat Muslim di negara-negara non-Muslim memperingati Hari Solidaritas Jilbab Internasional setiap pekan pertama bulan September. Hari peringatan itu dipelopori oleh Assembly for the Protection of Hijab sejak tahun 2004, sebagai bentuk protes atas larangan berjilbab yang diberlakukan negara Prancis.

Dari berbagai sumber didapatkan informasi, Marwa Al-Sharbini, 32, meninggal dunia karena ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia pada Rabu (1/7) di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman. Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab.Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali. Suami Marwa berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tapi ia juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Kasus Marwa Al-Sharbini menjadi bukti bahwa Islamofobia masih sangat kuat di Barat dan sudah banyak Muslim yang menjadi korban. "Apa yang terjadi pada Marwa sangat berbahaya. Kami sudah sejak lama mengkhawatirkan bahwa suatu saat akan ada seorang muslimah yang dibunuh karena mengenakan jilbab," kata Sami Dabbah, jubir Coalition Against Islamophobia.

Dabbah mengatakan, organisasinya berulang kali mengingatkan agar para muslimah waspada akan makin menguatnya sikap anti jilbab di kalangan masyarakat Barat. Profesor bidang teologi dan filosifi dari Universitas Al-Azhar, Amina Nusser juga memberikan dukungannya atas usulan Hari Jilbab Internasional yang bisa dijadikan momentum untuk merespon sikap anti-jilbab di Barat. "Hari peringatan itu akan menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingatkan Barat agar bersikap adil terhadap para muslimah dan kesempatan untuk menunjukkan pada Barat bahwa Islam menghormati keberagaman," tukas Nusser.

Nusser menegaskan bahwa hak seorang muslimah untuk berbusana sesuai ajaran agamanya, tidak berbeda dengan hak penganut agama lainnya. Ia mengingatkan, bahwa kaum perempuan penganut Kristen Ortodoks juga mengenakan kerudung sebelum masuk ke gereja.

Dukungan untuk menggelar Hari Jilbab Internasional juga datang dari Muslim Association of Denmark.  Ketuanya, Mohammed Al-Bazzawi. "Hari Jilbab untuk mengingatkan masyarakat Barat bahwa hak muslimah  untuk mengenakan jilbab sama setara dengan hak perempuan non-Muslim yang bisa mengenakan busana apa  saja. Mereka di Barat yang bicara soal hak perempuan, selayaknya menyadari bahwa mereka juga tidak bisa mengabaikan hak seorang perempuan untuk mengenakan jilbab," tandas Al-Bazzawi.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (TQS. Ali Imran : 142)

Jadi kalo selama ini ada masih malu-malu atau tidak mau memakai jilbab padahal dia seorang muslimah dan telah 'mengerti', maka berkacalah pada perjuangan muslimah yang satu ini.

Berusaha beragama secara total adalah wajib. Dan menuju Islam yang Kaffah adalah jalan utama.:)

-Dari Berbagai Sumber-


9 komentar pada “Pejuang Muslimah : Marwa Al-Sharbini

  1. jaga diri dan keluarga untuk senantiasa berjalan di dien yang lurus, sesuai Sunnah rasul dan Kitabullah Al Qur’an dengan belajar, da’wah semampu kita terhadap masyarakat….mari kita teladani bu “MARWA AL SHARBINI” terhadap perjuangannya…..

  2. Mudah2an Allah selalu melindungi dan meridhoi umatNya yang selalu berjuang di JalanNya.
    Banyak ibroh yang sudah ditunjukkan Allah kepada umat ini, dari kejadian bencana alam, muslimah dianiaya hingga meninggal dihadapan suaminya sendiri, mengandung lagi. Semuanya adalah kehendakNYa. Mari kita sebagai umat islam yang tahu agar selalu taat dan berpegang pada agama ini dengan erat, bersabar dan selalu berjamaah agar islam itu dihadapan umat yang lain terasa nyaman dan penuh kedamaian.Meskipun ada yang ingin merusak citra islam, kita selalu waspada dan berhati-hati dan mari kita kembalikan kejayaan islam dibumi ini seperti jaman rasulullah saw dan sahabat. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Dari yang kecil dulu terus meningkat dan terus meningkat. amin

  3. Disana pakai jilbab hrs berjuang dengan pertaruhan nyawa, disini kita juga berjuang betulkan yang sdh ber jilbab yaitu :
    longgarkan pakaiannya, panjangkan jilbabnya, pakai dalaman celana panjang, warna jgn menyolok

  4. YA ALLAH…islam agama yang engkau ridhloi di jagat ini..mudahkan jalan kami dalam menggapai surgaMU…dan jauhkan bumiMu dari segala intrik pergolakan…ku rindu kedamaian…

  5. Segala sesuatu yang menyakiti dan menghinakan ajaran islam secara nyata harus dilawan dengan nyata juga, banyak sekali kisah yang menyudutkan umat islam tetapi hanya segelintir sesama muslim yang benar2 mau peduli. Kalau dunia barat saat ini menyerang kita dengan menyusup dan merusak kaidah2 islam maka hendaknya seluruh umat muslim tanpa terkecuali berseru, bersatu padu menunjukkan pada dunia bahwa islam benar2 indah dalam segala hal termasuk kuatnya kewajiban muslimah untuk jilbab yang membuat iri dan merinding orang2 barat yang terbiasa ngeler awak, muslimah2 kita tetap cantik dan bahkan lebih cantik dengan jilbab, tetap cerdas bahkan sampai ke dalam hatinya.

  6. Banyak Yang tidak Tahu Bahwa Islam mengajak orang masuk Surga…., sayang diajak masuk surga saja tidak mau….. Ya sudah, silahkan tetap di bumi, setelah hari Qiyamat suhu bumi tidak lagi seperti sekarang ini, ……Diajak ke surga aja menolak???, Mari kita mengamalkan Islam dengan Baik, Islam mengajak manusia masuk surganya Allah !!! MAU ???, amalkan Islam dengan khusu’…

  7. Kalo denger seperti ini ..jadi terhenyak..ternyata alangkah nikmatnya hidup di Indonesia. Walau kono banyak masalah di negeri ini..kebebasan melaksanakan agama tidak menjadi masalah..
    Kebangetan kalo kita menyia-nyiakan ini semua..
    Buat Bu MARWA, selamat jalan..insyaAllah Syahid !

  8. Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar, bagi muslim & Muslimah sejati dimanapun bumi Alloh dipijak tidak ada ketakutan dan keraguan…..Inna Sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirobbil’alamin…..Syurga sungguh menanti Marwa Al-Shabrani

  9. Benar sekali…. apakah kita sudah mengira bahwa kita ini bakal masuk surga ??? Sudah saatnya kita menguji keteguhan kita dalam hidup ini dengan ujian dan cobaan yang menghadang. Kita seharusnya berbahagia bahwa peluang untuk meraih keutamaan Allah yang terbesar terbentang luas di depan mata kita, dengan tetap bersikap teguh, komitmen dengan kebenaran Islam ini dan pertolongan Allah. Mudah-mudahan “kemenangan hakiki” memang layak dianugerahkan Allah untuk kita karena kita adalah orang-orang yang “kuat” dalam menerima ujian. Amin yaa Robbal ‘alamiin.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.