Partai boleh beda, persatuan dijaga

[caption id="attachment_258" align="alignleft" width="300" caption="Al Ustadz bersama Kapolda Jateng"]Al Ustadz bersama Kapolda Jateng[/caption]

Dalam beberapa hari mendatang, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan hajatan besar berupa Pemilu untuk memilih anggota legislatif baik DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi maupun DPR dan DPD.  Banyaknya partai yang mengikuti Pemilu berpotensi besar menimbulkan kerawanan di bidang keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan ketenteraman di wilayah masing-masing. Setiap konflik horizontal merugikan banyak pihak. Tidak hanya pihak yang bertikai, tapi juga pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung.
Di masa lalu, banyak terjadi konflik horizontal antarpendukung partai yang berbeda. Kekerasan psikis dalam wujud cemoohan, ejekan, celaan, dan umpatan sering terjadi dan menjadi pemicu terjadinya konflik yang lebih serius. Kekerasan fisik dalam bentuk pukulan, pentungan, lemparan batu sampai perkelahian massal tercatat sebagai lembaran hitam sejarah perkembangan demokrasi Indonesia. Saudaraku, Pemilu hanya merupakan rutinitas yang diselenggarakan pemerintah sekali dalam lima tahun untuk menentukan wakil-wakil rakyat dan orang no 1 negeri ini. Oleh karena itu, tidak perlu kita menunjukkan semangat yang berlebihan, bahkan sampai berani mati untuk membela partai atau Caleg. Boleh jadi kita mati dalam keadaan syirik kalau sampai mati karena membela partai. Sadarilah kalau terjadi bentrok fisik, yang rugi adalah diri sendiri. Caleg yang terpilih tidak akan peduli lagi kepada para pemilihnya karena sibuk dengan persiapan pelantikan, syukuran dan main lobi sana-sini untuk mendapatkan posisi yang basah. Sedangkan korban bentrok fisik tinggal merintih kesakitan.
Sebaiknya kita sikapi pemilu secara profesional dan proporsional. Kalau kebetulan Saudara menjadi juru kampanye atau tim sukses seorang Caleg, berkampanyelah dengan akhlak karimah. Tampilkan prestasi partai Saudara untuk memikat para pemilih tanpa menjelek-jelekkan partai lain. Uraikan visi, misi, dan program kerja unggulan saudara agar terlihat menarik tanpa merendahkan dan meremehkan visi, misi dan program kerja partai lain. Hindarkan diri untuk mengorek, mengkritik, dan mengejek kekurangan partai atau Caleg lain. Ingat, semut di seberang lautan jelas kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Berbicaralah sesuai kapasitas dan kapabilitas Caleg. Jangan sampai terjebak wit gedang woh pakel, omong gampang nglakoni angel. Kendalikan diri jangan sampai mengobral janji kalau memang tidak bisa menepati.
Sadarilah bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia terlalu mahal untuk dikorbankan demi kepentingan partai. Di Indonesia tercinta ini berbagai agama tumbuh bersama-sama. Amat disesalkan kalau sampai terjadi bentrok karena urusan partai atau agama. Untuk itu, perlu kita gelorakan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Sadarilah bahwa walau berbeda partai, berbeda agama, bangsa Indonesia tetap satu. Untuk mereka yang terpilih, makin mendekatlah kepada Allah, mohon bimbingan dan petunjuk-Nya agar dapat memegang amanat yang dipikulkan pada dirinya dengan baik, karena jabatan pada hakikatnya adalah suatu amanat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Sedang bagi yang tidak terpilih, terimalah dengan hati ikhlas dan lapang dada, karena saudara terhindar dari memikul amanat yang berat di hadapan Allah kelak. Selanjutnya bagi yang menang maupun yang kalah, tetap bersatu untuk membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini, karena kemenangan satu partai, bukan merupakan kekalahan partai lain, tetapi merupakan kemenangan bangsa Indonesia. - Oleh : Ustad Drs Ahmad Sukina, Ketua Umum Majlis Tafsir Alquran (MTA). Diambil dari Mimbar Jum'at Solopos sebagaimana aslinya.


Satu komentar pada “Partai boleh beda, persatuan dijaga

  1. sayangnya masih banyak saudara kita yang LUPA DARATAN dalam berkampanye….terlalu OBRAL JANJI yang muluk-muluk untuk menarik SIMPATIK rakyat……yang memang suaranya sedang diperebutkan.melakukan banyak manipulasi. untuk mengecoh pandangan rakyat yang memang sudah BOSAN dengan OMONG KOSONG yang sering bergulir saat menjelang pemilu seperti ini. andaikan partai yang ber visi dan misi yang jelas untuk membentuk dan melakukan PERUBAHAN demi dan untuk menjadi LEBIH BAIK….toh sosok caleg sudah terlihat nyata dalam kehidupan keseharian dia selaku warga masyarakat….gak usah di tonjol-tonjolkan…masyarakat udah bisa menilai.apalagi kalau calegnya seorang muslim…..mari tunjukan karya nyata apa yang telah kita buat untuk IBU PERTIWI INI ….toh menjadi caleg dan sejenisnya hanyalah suatu sarana untuk melakukan perbaikan…jangan sampai sekarang terpilih jadi caleg….malah CUMA TIDUR DI SENAYAN???jadi INTROSPEKSILAH…pantaskah AKU mengemban AMANAH yang luar biasa beratnya ini….ingat ALLAH selalu mengawasi kita tiada jeda.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.