MUI Solo Minta Aparat Usut Aktor Intelektual & Pelaku Penyerangan terhadap MTA di Blora

SOLO (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia Kota Solo mendesak aparat keamanan untuk mencari dalang penyerangan dan melakukan penyelidikan untuk mengusut dengan tuntas aktor intelektual serta pelaku serangan terhadap Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA) yang tertuang dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan MUI kota Surakarta.

"Demi tegaknya hukum dan terjaminnya kebebasan masyarakat mengamalkan agama sesuai dengan keyakinan" Kata ketua MUI Solo ,Prof. Dr. dr. H. Zaenal Arifin Adnan, Sp. PD dalam pers rilisnya di sebuah Resto, Solo Senin (23/7).

Hal ini disampaikan MUI Solo setelah melakukan investigasi atas penyerangan yang terjadi Jumat malam, 13 Juli 2012 di desa Kamolan Blora Jateng.

Selain itu, MUI Solo juga berpendapat bahwa serangan tersebut telah melanggar konstitusi dan bagian dari upaya menciptakan rasa takut kepada warga MTA Blora.

"Serangan tersebut melanggar UUD 1945 pasal 28 E (2) dan serangan tersebut adalah teror" lontar Prof Zaenal.

MUI menilai bahwa serangan terhadap jamaah MTA dilakukan secara terencana dan terorganisir serta dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu. MUI juga kecewa dengan kekurang sigapan aparat menghadapi ancaman serangan tersebut.

"Sangat menyesalkan aparat kepolisiaan yang terkesan membiarkan terjadinya serangan terhadap angota Satgas MTA dan pengrusakkan fasilitas pengajian sehingga pengajian umum tidak dapat diselenggarakan" ujar Prof Zaenal.

MUI kota Surakarta juga berharap kejadian serangan jama'ah MTA di Blora tidak terulang kembali dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Hasil investigasi MUI Kota Surakarta menyebutkan bahwasanya 8 anggota Satgas MTA mengalami luka, 7 mobil rusak parah, panggung dirobohkan lalu dibakar, pengajian yang mestinya dilakukan hari Sabtu tanggal 14 juli 2012 batal. (bilal/endro/arrahmah.com)


7 komentar pada “MUI Solo Minta Aparat Usut Aktor Intelektual & Pelaku Penyerangan terhadap MTA di Blora

  1. Memang sudah saatnya kita bertindak, kita coba flashback kasus seperti ini ternyata pelakunya kelompok yang itu-itu juga, modusnya sama contoh kasus Dlopo, Purworejo, dan masih banyak lagi, kita dukung usaha MUI Solo untuk diproses secara hukum yg berlaku, dan Pejabat Muspida setempat sebagai yg bertanggung jawab hendaknya lebih proaktif jangan hanya duduk manis nunggu dipos terima laporan, terima gaji doang tanpa usaha, smoga segera terungkap aktor intlektualnya seret ke persidangan untuk mempertanggung jawabkan kelakuan & perbuatannya didepan hukum Negara RI, agar menjadi jera sehingga tidak ada lagi kekerasan yang memalukan seperti ini masa sesama muslim mendholimi muslim lainnya tindakan yang bodoh.

  2. Semoga kita tetap istiqomah dan semakin kuat.apapun rintanganya.semoga,Allah Maha Adil,Maha Tahu.

  3. serahkan semuanya pada hukum baik hukum negara ataupun hukum Alloh jangan sampai dibiarkan karena setiap warga negara dilindungi hukum

  4. usut tuntas jangan setengah-setengah.tangkap aktor pelaku kalau perlu kasih sanksi hukum. ini negara hukum.

  5. menurut kondisi kejadian yang ada di lapangan, sangat sulit untuk diingkari bahwa itu tanpa aktor intelektual, namun ya siapa aktor intelektual itu ???, siapa yang berani mengaku untuk mengatakan dirinya adalah aktor inteletual dibalik kejadian penyerangan rencana pengajian akbar di Blora ??? hayo siapa berani mengaku ???, hukum manusia sering tumpul !!!, tapi hukum Allah pasti tepat dan pasti !!!, Allah yang akan mengadili !!!

  6. selesaikan secara hukum, ini sudah perbuatan kriminal ! jangan biarkan kesewenang-wenangan merajalela, jangan karena mayoritas trus menindas minoritas. Allohu Akbar

Comments are closed.