MTA Kutuk Keras Maraknya Aksi Teror di Indonesia

Surakarta - Berbagai aksi teror yang marak terjadi akhir-akhir ini, mulai dari kerusuhan di Mako Brimob Jakarta, ledakan bom di tiga gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya, serta aksi teror di Mapolda Riau, menimbulkan keprihatinan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tidak terkecuali Yayasan Majlis Tafsir Alquran yang bergerak dalam bidang dakwah menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam atas aksi teror tersebut.

Dalam jumpa pers bersama para awak media di gedung MTA Pusat pada hari Jumat (18/05) siang, Pimpinan Pusat MTA Al Ustadz Drs Ahmad Sukina menyatakan sangat prihatin dan menyayangkan aksi teror yang terjadi secara beruntun. Oleh karena itu, MTA menyatakan mengutuk perbuatan teror itu sekeras-kerasnya.

Ustadz Ahmad Sukina pun menyampaikan bahwa perbuatan teror itu sangat jauh dari ajaran islam, sebab islam dalam ajarannya justru mengajarkan kasih saying dengan cara saling menjaga keselamatan.

Oleh karena itu Ustadz Ahmad Sukina berpesan kepada semua pihak agar  jangan mengaitkan peristiwa teror dengan islam. Sebab islam bukan terorisme dan terorisme bukanlah islam.

Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina menyampaikan dalam jumpa pers tersebut “Terhadap aksi terror yang beruntun itu, saya ingatkan siapapun jangan dikaitkan dg islam meski pelakunya orang islam. Nabi dalam dakwah tujuannya ialah menyebarkan islam. Islam bukan terorisme dan terorisme bukan islam.”

Menanggapi pernyataan sikap dari MTA, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyatakan akan terus menanggulangi aksi terror, bahu membahu dengan semua pihak.