Mewaspadai Gerakan Destruktif

Al Ustadz Ahmad SukinaSolopos (6/8/2011). Allah telah mengingatkan orang beriman agar tidak merasa lemah dan sedih hati karena merekalah orang yang paling tinggi derajatnya bila memang benar-benar beriman. [QS. Ali Imran : 139]

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Akan tetapi masih ada saja segelintir orang membuat hati sebagian besar umat Islam sedih. Betapa tidak, masjid yang di dalamnya sedang dilaksanakan shalat Jum'at pun diserang dengan bom dan yang melakukannya orang Islam juga.

Hanya karena perbedaan pemahaman, orang sering menganggap sesama muslim sebagai lawan yang harus dikalahkan. Hanya karena perbedaan kelompok, orang sering mengkafirkan kelompok lain. Mereka merasa memiliki legitimasi yang untuk menghadang dan menghalangi kelompok lain untuk berkembang. Begitu mudah ukhuwwah islamiyyah tercabut dari dalam dada hanya karena perbedaan faham atau golongan.

Kehadiran gerakan destruktif seperti di atas perlu diwaspadai, dalam arti perlu dikenali untuk dihindari pengaruhnya. Bahkan kalau perlu ikut berusaha mengubah pola pikir para pendukungnya untuk kembali kepada Islam yang rahmatan lil'aalamiin.

Ada beberapa ciri gerakan destruktif yang mudah dikenali antara lain:

Yang pertama mereka suka memutar balikkan fakta. Ahlussunnah mereka tuding sebagai inkarussunnah. Mereka merasa hanya merekalah yang berhak disebut sebagai ahlussunnah. Mereka timbulkan keraguan, sehingga ummat menjadi bingung.

Yang ke dua mereka suka menebar fitnah. Menuduh kelompok lain sebagai aliran sesat yang menyebarkan agama baru, sehingga berkembang kecurigaan satu kelompok terhadap kelompok yang lain. Tuntunan untuk melakukan tabayun [QS. Al-Hujurat : 6]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Mereka abaikan karena thabiat mereka yang jahat. Thabiat seperti ini berpotensi untuk menimbulkan konflik horizontal dan perpecahan yang mengancam persatuan dan kesatuan umat.

Yang terakhir, mereka suka berdalil dengan ayat-ayat mutasyabihat, yang bersifat multitafsir sehingga ummat bimbang dan ragu, bahkan bingung. Umat kehilangan rasa percaya diri terhadap agama mereka, sehingga rentan terhadap pengaruh dakwah agama lain.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membentengi ummat dari gerakan destruktif.

Yang pertama ummat perlu difahamkan terhadap Islam secara kaffah. Kefahaman yang kaffah menjauhkan mereka dari sikap merasa benar sendiri dan suka menyalahkan orang lain. Untuk itu dakwah Islam yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah perlu didukung dan dikembangkan di semua lini kehidupan.

Kedua, ummat perlu dibimbing untuk hidup dalam kebersamaan yang dipimpin oleh orang yang ‘alim, yang ditha’ati, dan yang dijadikan panutan. Perlu difahamkan kepada mereka akan pentingnya hidup terpimpin dan terkendali, tidak liar dan sulit diatur.

Yang ke tiga, perlu dibangun kedekatan hubungan antara ummat, ulama', dan umara'. Kedekatan hubungan antar mereka akan memungkinkan gerakan destruktif sekecil apapun terdeteksi dengan cepat. Sehingga segera bisa diatasi sebelum pengaruhnya melebar dan membahayakan ummat.

Semoga Allah selamatkan kita semua dari pengaruh gerakan destruktif dan semoga Allah bimbing mereka kembali ke jalan yang benar, aamiin.

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA)


3 komentar pada “Mewaspadai Gerakan Destruktif

  1. mari kita bentuk anak turun kita masing menjadi anak yang mengerti tentang agama islam secare kafah,dengan selalu berpegang teguh alquran dan sunah rosulullah biar tdk tersesat hidupnya.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.