Mer-C dipimpin dr. Jose Rizal ke Pengajian Ahad Pagi MTA

mer-cBarangkali untuk yang terakhir kalinya pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) MTA yang diselenggarakan di Pagelaran Kraton Surakarta, karena pada ahad yang akan datang lokasi alun-alun utara akan digunakan untuk sekatenan, terlihat sudah makn banyaknya tenda-tenda dan arena permainan sudah mulai dipasang.

Namun demikian peserta jihad pagi masih tetap membludak memadati lokasi pagelaran, apalagi pada kesempatan ahad 8 Februari 2009 ini dihadiri oleh salah seorang pelaku sejarah sebagai tim relawan yang berangkat ke Gaza yang bergabung dalam MER-C yaitu dr. Jose Rizal.

Sebagai seorang dokter yang mempunyai semangat jihad yang luar biasa beliau benar-benar mempertaruhkan nyawanya demi menolong saudara-saudara sesama muslim di arena pertempuran di GAZA yang penuh dengan resiko.

Gaza adalah daerah yang sangat kecil dengang panjang 48 km dan lebar 8 km. Batas timur dengan Israel, batas utara  Israel, Batas  Barat dengan laut tengah yangg dikontrol oleh Israel, batas selatan dengan Mesir yang juga dibawah kendali Israel.

Dengan letak geografis yang seoerti itu, maka tidak mudah bantuan makanan atau obat-obatan bisa masuk ke wilayah Gaza. Segala bantuan dikontrol penuh oleh Israel, makanan tidak boleh masuk dari mesir tapi harus lewat Israel, karena agar tidak luput dari pantauan Israel, misalnya kurma tidak boleh masuk  ke Gaza karena Israel takut kurma bisa digunakan sebagai senjata setelah diproses secara kimia atau bisa juga sebagai tempat dusembunyikan peluru.

Tapi pasukan hammas tidak pernah takut sedikitpun karena yakin akan pertolongan Allah dan nyata begitulah adanya sesuai janji Allah, sehingga Israel bisa dikalahkan dengan pengorbanan gugur sebagai syuhada sebanyak 48 mujahid, sedangkan di pihak tentara Israel sebanyak 84 orang mati di medan tempur.

Tim Mer-C dibawah pimpinan dr Jose Rizal bisa masuk ke Gaza 2 hari sebelum gencatan senjata. Ungako dr. Jose, “Kami bisa masuk harus dengan menandatangani surat pernyataan di kedutaan di Kairo agar tidak melakukan klaim apapun jika terjadi sesuatu, selain itu karena kami membawa amanah umat muslim di Indonesia untuk menyampaikan langsung ke saudara-saudaranya di Gaza”.

Mereka sangat kagum dengan kedatangan tim dari Indonesia karena negara muslim yang jauh dari palestina tapi betul-betul peduli, sementara negara muslim lain yang dekat dengan Palestina belum tentu peduli.

“Kami bertemu dengan para dokter-dokter muslim dari berbagai negara, dan kami sangat bangga karena kerjasamanya dengan mereka tanpa memperdulikan perbedaan fiqiah.

Setiap sumbangan kami tulis Donated by the people of Indonesia, sumbangan dari rakyat Indonesia”, beliau menambahkan.

Lebih lanjut beliau paparkan walupun perang sudah usai namun program bantuan untuk Gaza akan berlanjut dengan  program pengobatan untuk orang-orang yang terluka dan program yang kedua akan mendirikan Rumah Sakit yang akan diberi nama RS “Indonesia”.  Tujuan program tersebut adalah untuk membantu rakyat Palestina di Gaza dan sebagai bukti kesetiakawanan masyarakat Indonesia, juga RS tersebut akan dijadikan sebagai tukar menukar tenaga medis.

Semoga Allah merindloi usaha kita bersama ini (tik).


5 komentar pada “Mer-C dipimpin dr. Jose Rizal ke Pengajian Ahad Pagi MTA

  1. Ass. Wr Wb..mau tanya gimana caranaya ngundang beliau ke pengajian..saya ingin tahu prosedurnya ..trimakasih

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.