Menyiapkan Da’i Da’i Kaliber Internasional Yang Ditunggu tunggu Umat Manusia

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT memerintah umat Islam untuk mengikuti Jejak Rasulullah Muhammad SAW dalam hidup, termasuk melanjutkan tugas dakwah menyampaikan Islam kesegenap Umat manusia di seluruh penjuru Dunia, sebgaimana firman Allah SWT

 

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٢٨﴾

  1. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Q S 34 Saba’ ayat 28)

 

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ ﴿١٠٧﴾

 

  1. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q S 21 Al-Anbiyaa 107)

 

Islam adalah Agama terakhir dan menjadi penyempurna Rahmat Allah kepada segenap manusia di muka bumi dan menjadi agama penyempurna dan paripurna bagi seluruh agama agama yang Allah turunkan ke Dunia sebelumnya termasuk agama Yahudi dan Nasrani dan agama-agama langit yang telah Allah turunkan sebelumnya, sebagaimana dalam firman-Nya

 

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٤٨﴾

 

  1. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (Q S 5 Almaidah ayat 48)

 

 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّىَ تُقِيمُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٦٨﴾

 

  1. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Q S 5 Al-Maidah ayat 48)

 

لِئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّن فَضْلِ اللَّهِ وَأَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ ﴿٢٩﴾

 

  1. (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q S 57 Al-Hadiid ayat 29)

 

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيداً ﴿٤١﴾ يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَعَصَوُاْ الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّى بِهِمُ الأَرْضُ وَلاَ يَكْتُمُونَ اللّهَ حَدِيثاً ﴿٤٢﴾

 

  1. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).
  2. Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun. (Q S 04 An-Nisaa ayat 41sd42)

 

  1. Dunia Modern Yang Semakin Terbuka.

Segala puji bagi Allah. Dunia modern saat ini, dunia yang semakin terbuka, transparan dan tidak ada lagi batas–batas rahasia. Salah satu keterbukaan yang terjadi adalah keterbukaan di dalam bidang informasi. Orang akan semakin tahu siapa yang benar-benar Sholih dan siapa yang pura-pura Sholih tetapi sebenarnya sangat Jahat.

 

Dalam dunia yang makin mudah untuk menjalin komunikasi positip. Pergaulan antar manusia semakin mudah dilakukan dengan pertemuan-pertemuan resmi dan penuh penghormatan. Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW ketika awal berdakwah dan mengajak keluarga besar beliau untuk mengundang makan-makan dan di sampaikan Islam kepada Mereka.

 

Zaman Hari ini yang dibutuhkan adalah sebuah Lembaga Islam yang Kuat baik secara Kelurusan Ilmu dan Keuangan dan Terpercaya reputasi Kebaikannya, yang setiap waktu dapat mengundang Delegasi-Delegasi dari berbagai Negara Asing untuk bisa menikmati pengajaran Islam yang membumi.

 

Munculnya Kampung kampung Wisata, kampung Inggris, kampung Turis, dan berbagai macam jenis kampung , di negri Indonesia ini, merupakan cara mudah menampilkan dan menularkan sesuatu system kehidupan  yang bermanfaat secara nyata.

 

Umat Islam perlu berbenah dalam masalah Ekonomi dan Ilmu pengetahuan modern, sehingga bisa lebih dihargai dalam pergaulan internasional. Bila umat sudah lebih mapan dalam masalah Ekonomi dan ilmu pengetahuan, maka munculnya kampung-kampung Muslim yang dapat ditampilkan sebagai kampung Wisata Rohani, yang akan menjadi  cara nyata menunjukkan keindahan Islam kepada Umat Sedunia. Dan ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam menata kota Madinah yang dipenuhi dengan keamanan dan kedamaian dengan mengamalkan ajaran Islam yang suci murni.

 

Zaman modern orang semakin mudah dalam mengenalkan diri mereka kepada pergaulan internasional. Sebagaimana zaman hari ini, sistem pemberian beasiswa kepada bangsa-bangsa lain untuk menimba ilmu di Universitas-universitas terkemuka di suatu Negara, adalah cara mudah untuk melebarkan sayap ilmu hingga ke seluruh dunia.

 

Penyebaran Islam dengan Cara Damai ke seluruh penjuru Dunia juga bisa dilakukan dengan cara yang sama.  Dengan sistem pemberian beasiswa atau dengan memberi kesempatan gratis izin tinggal beberapa waktu di komunitas Umat Islam yang Sholih. Maka Islam kemudian akan dipahami oleh siapapun dari berbagai bangsa di seluruh penjuru DUNIA. Dan Keindahan ADAB yang telah dibangun dengan cara Islam dapat ditularkan ke seluruh berbagai bangsa di seluruh Dunia.

 

  1. Islam Yang penuh Perdamaian.

Allah SWT di zaman Rasulullah SAW telah diperintah untuk memerangi orang-orang Kafir (Orang musrik Mekkah dan Pengkhianat di Madinah) , disebabkan mereka adalah orang-orang yang benci kepada Islam dan benci kepada keBeradapan umat Islam. Dan sering hal itu disebabkan dengan latar belakang EKOMOMI. Allah menyampaikan firman-Nya.

 

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً ﴿٢٩﴾

 

  1. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q S 48 Al-Fath ayat 29)

 

Allah memerintah kepada setiap Muslim untuk membenci perbuatan kekafiran baik yang ada dalam dirinya ataupun yang datang dari luar dirinya, karena kekafiran kepada Allah SWT akan menimbulkan sifat-sifat jahat dan sifat suka saling bertikai. Dengan cara banyak menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah maka muncullah dari dalam diri manusia sifat-sifat baik dan mulia.

 

Dengan menjalankan praktek-praktek Ibadah yang tertib dan konsisten maka dalam diri manusia akan tumbuh sifat-sifat baiknya. Sifat-sifat baik inilah yang akan berguna bagi terciptanya perdamaian di segenap kehidupan.

 

Namun Dalam kenyataanya ada juga manusia-manusia yang ingin melestarikan kejahatan dalam kehidupan. Maka hal tersebut yang menjadikan peperangan demi peperangan terjadi di Zaman Rasulullah Muhammad SAW. Jadi Islam tidak disebarkan dengan peperangan namun Islam yang mengajak kepada kedamaian selalu diperangi oleh orang-orang yang ingin melestarikan kezaliman agar kezaliman tetap merajalela.

 

  1. Islam yang Wujud Nyata Dalam Pergaulan Dunia.

Allah memerintah umat Islam agar mereka menjadi umat yang Adil dan pilihan dan dengan berpedoman dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka akan mencetak manusia-manusia yang Adil dan pilihan.

 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً ……﴿١٤٣﴾

 

  1. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. ….….(Q S 2 Al Baqarah ayat 143)

 

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً لاَّ مُبَدِّلِ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١١٥﴾

 

  1. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q S 6 Al-An’aam 115)

 

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾

 

  1. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q S 16 An-Nahl 90)

 

Keadilan yang ada di dalam Islam harus dimulai dalam kehidupan umat Islam, sehingga sifat-sifat mulia betul betul dirasakan sebagai suatu yang di tinggikan dalam kehidupan bersama umat Islam. Dan semua orang yang baik tentu senang dengan akhlaq yang baik.

 

Kebaikan kebaikan Islam yang telah nyata dalam kehidupan bersama umat Islam tersebut yang kemudian dapat di DAKWAHKAN ke segenap umat manusia di seluruh penjuru dunia. Suasana DAMAI dan ZAMAN DAMAI akan terus bergulir selama ajaran damai yang Allah turunkan kepada manusia di amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pondok Pesantren Islam  dan dilingkupi dengan kampung Islam Modern yang Damai, Universitas Islam yang Berkwalitas dan dilingkupi dengan kampung Islam yang modern dan Damai. Dapat menjadi alat dakwah Islam Internasional dengan cara Damai.

 

Seberapa capaian Umat Islam ingin mendakwahkan Islam ini ke seluruh penjuru Dunia, sebanyak itu pula jurusan-jurusan yang harus ada di sebuah Universitas Islam yang berbobot.

 

Tentu termasuk berbagai JURUSAN BERBAGAI BAHASA MASYARAKAT DUNIA diajarkan untuk dapat menyambut tamu-tamu, delegasi-delegasi yang datang dari berbagai Wilayah bumi dengan berbagai macam ragam bahasa yang mereka pakai. Alhamdulillah.  Wallahu a’lam.