Menviralkan Budaya Menebarkan Ilmu dan Kesejahteraan Global.

kenapa-mengaji-mta

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Banyak hal yang harus dilakukan oleh sebuah bangsa yang ingin ikut aktif dalam membangun perdamaian dunia. Diantaranya dilakukan dengan membangun PARADIGMA  yang UNIVERSAL dan paripurna. Paradigma itu adalah hukum besi tentang perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlash akan dapat selalu berbuah. Buah perbuatan baik bisa dituai di dunia  atau bisa tertunda yaitu insyaallah akan di tuai di akherat.

Perbuatan baik yang dilandasi dengan iman dan amal sholih, dengan mengharap ridho Allah SWT. Akan menjadi suatu dasar penyebaran kesejahteraan dan perdamaian keseluruh sendi-sendi kehidupan, baik dalam skala pribadi, skala keluarga, skala masyarakat, skala suku, skala bangsa, skala negara, skala regional dan skala bumi.

Contoh kecil adalah, rasa kasih sayang dan ikhlash orang tua kepada anak, maka orang tua akan memberi pengetahuan dengan tulus ikhlash kepada anak-anaknya, baik dilakukan oleh dirinya ataupun  juga dilakukan dengan membayar pendidik-pendidik yang akan mencerdaskan anak-anak generasi penerusnya.

Tentu saja jika semua manusia pada masing-masing level bisa memiliki jiwa sebagaimana orang tua sholeh kepada anak-anaknya yang sholeh, maka semua tingkatan tangga tanggung jawab kasih sayang itu bisa berjalan, apakah tingkat keluarga,  RT, RW, Dukuh, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Negara, Regional antar Negara, Kawasan Benua, dan seluruh Bumi.

Banyak kemandegan proses pembangunan serentak tersebut terhenti karena PARADIGMA yang masih salah. Banyak pribadi yang masih salah dalam memahami tentang hukum besi tentang balasan amal sholeh. Sehingga terhentilah pula  untuk melakukan perbaikan di setiap jenjang, disebabkan tidak adanya keyakinan tentang keuntungan yang pasti dari sebuah perbuatan amal sholeh.

Seringkali manusia masih memakai paradigma  lama, paradigma hubungan majikan dan buruh, paradigma mengambil untung dari yang lemah, paradigma menebar katakutan untuk mendapat upeti dari yang lemah, paradigma takut tersaingi karena merasa sebagai pemilik kekuasaan, paradigma penguasaan yang kuat kepada yang lemah. Dan akhirnya terjadi kemandegan dalam mengambil panen besar dari perbuatan baik dan amal sholeh yang harus digalakkan, di budayakan, diviralkan dan ditrapkan di setiap level kehidupan.

Bila manusia membaca  firman Allah SWT, tentang kekuasan Allah Tuhan Alam Semesta, Tuhan yang Maha Kaya, bisa membalas seberapapun amal baik manusia. Maka Manusia harus berlomba-lomba untuk melakukan itu semua pada setiap level tingkatan. Allah berfirman

وَعَدَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ 

  1. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS 5 Al Maidah ayat 9)

الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ 

  1. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.(QS 13 Ar Ra’ad ayat 29)

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ 

  1. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam"(QS 14 Ibrahim ayat 23)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً 

  1. Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik. (QS 18 Al Kahfi 30)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدّاً

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.(QS 19 Maryam ayat 96)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ 

  1. Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS 29 Al Ankabut ayat 07)

Banyak ayat-ayat Allah yang memberikan tentang hukum besi dari kepastian akan balasan perbuatan baik yang pasti diterima oleh orang-orang  yang beriman dan beramal sholih.

Paradigma baru yang lain yang harus diviralkan di tengah-tengah kehidupan manusia dalam segala level adalah, bahwa segala apa yang dimiliki oleh manusia dalam hidup di dunia ini adalah pinjaman dari Allah. Apakah segala potensi itu akan digunakan untuk merusak diri dan menghancurkan diri, atau titipan kemampuan itu akan digunakan untuk selalu memperoleh keuntungan yang terus menerus dalam hidup di dunia hingga di akherat kelak.

Kesuksesan dalam memahami paradigma ini bisa dilakukan dengan mulus jika manusia mampu mengontrol dirinya dan seluruh nafsunya, agar selalu digunakan untuk merealisasikan kebaikan.

Banyak manusia-manusia yang selalu mengumbar nafsu jahat dan angkara murka, kesulitan untuk memahami paradigma ini.  Sehingga pola hidup memuaskan hawa nafsu dan hidup tanpa kendali harus di bersihkan dari kehidupan masyarakat di setiap jenjang level.

Sehingga banyak kemandegan-kemandegan, atau ketidak mulusan penyebaran ilmu dan kesejahteraan dikarenakan masih banyaknya manusia yang  masih merasa kesulitan untuk membendung nafsu jahatnya. Akhirnya paradigma mulia ini terhenti.

Banyak yang masih melihat orang lain dengan iri, dengki, dendam, sangka buruk, pesaing yang harus dikalahkan, dan lain-lain bisikan hati jahat yang mengalir di dalam pikiran dan hatinya. Dalam bahasa Islam Dosa akan memunculkan kegelapan Aqal  dan Hati, mata gelap manusia, matahati yang tertutup oleh dosa dan oleh sifat perusak, sifat syaitan.

Membangun Sukarelawan di Semua Lini Pencinta Paradigma Baru yang Universal.

Jelas dapat digaris bawahi, bahwa penyebaran ilmu dan kesejahteraan akan kontinyu dan berkesinambungan di segenap level, jika masing masing level itu dipenuhi manusia-manusia dengan paradigma yang Konsisten, Paradigma Kasih Sayang, ilmu dan kesejahteraan dipelajari, dikuasai, di terapkan dan disebarkan dengan modal JIWA KASIH SAYANG.

Dan jiwa kasih sayang yang asli itu bersumber dari Allah SWT. Tuhan pencipta semesta alam. Maka mereka yang rajin beribadah dan beramal dengan mengharap ridhonya, akan sukses dalam menebarkan ilmu dan kesejahteraan secara ikhlash dan berkesinambungan. Baik dalam skala pribadi, keluarga dan terus naik dan naik hingga jenjang seluruh bumi.

Walhasil ilmu, iman, amal sholih, kesejahteraan lahir dan batin akan tersebar secara kontinyu dan merata, jika kondisi setiap indifidu mau membangun diri menjadi manusia yang baik, yang sholih. Tanpa itu maka kehidupan akan terus saja  akan terbentuk jurang menganga yang makin lebar. Jurang jurang perbedaan yang akan mengakibatkan kemunduran kwalitas kehidupan manusia.  Sebagaimana Allah telah berfirman.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ 

  1. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS 7 Al A’raaf 96)

Ketika manusia melepaskan diri dari bimbingan Allah SWT, maka masalah yang sederhana berubah menjadi sulit dan pelik. Dan ketika manusia mau kembali kepada Allah, mentaati Allah, maka masalah yang sangat sulit dan pelik menjadi sangat sederhana.

Banyak paradigma berkwalitas tinggi dan mulia tidak tergapai oleh akal dan pikiran manusia, karena manusia meninggalkan bimbingan Allah SWT. Kita selalu mohon kepada Allah agar kita menjadi manusia yang selalu diberi selamat, rahmat dan barokah oleh Allah dimanapun kita berada, aamiin.Wallahu a’lam