Menteri Kesehatan Shilaturahim di Jihad Pagi MTA

DOA-UNTUK-PEMIMPIN

Tepat pada sepertiga awal di bulan Mei 2009 ini pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) dihadiri oleh seorang menteri kelahiran Surakarta, yaitu Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K). Beliau adalah seorang menteri yang tidak pernah menyangka dan mencita-citakan untuk menjadi menteri, maka ini berarti adalah amanah dari Allah dan menjalankan amanah ini berarti berjuang di jalan Allah, karena itu banyak orang yang mengatakan bahwa menteri kesehatan ini adalah orang yang tidak pernah takut pada siapapun.

Menteri yang membawa departemen kesehatan dengan visinya "Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat" saat ini sedang menghadapai suatu gelombang Neo Liberalisme di bidang kesehatan yang menjadikan bangsa yang lemah menjadikan tergantung kepada negara yang kuat, karena itu dengan misi yang kuat untuk membuat rakyat sehat harus diciptakan strategi-strategi utama dan berbagai terobosan antara lain :

  1. Merubah status RS pemerintah menjadi BLU, revitalisasi puskesmas untuk meningkatkan mutu kesehatan
  2. Mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat miskin (Jamkesmas)
  3. Insentif kepada dokter dan bidan yang bertugas di daerah terpencil, bantuan biaya pendidikan khusus dokter spesialis untuk daerah yang membutuhkan.
  4. Pemerintah meregulasi harga obat  sehingga harga turun, regulasi Apotik rakyat, obat seribu, subsidi obat generik

Begitu banyak terobosan dan prestasi yang telah diperbuat oleh bu menteri ini, bahkan belakangan ini banyak dikenal oleh bangsa ini bahkan bangsa-bangsa lain di dunia sebagai orang yang sangat berani dan lantang bicara soal konspirasi di balik kasus flu burung pada sidang WHO di hadapan 193 negara. Bukan semata karena berani saja namun memang dilandasi dengan bukti-bukti yang nyata dan kuat, karena itu ketika muncul virus yang dianggap heboh yang terjadi di Mexico yaitu dikenal dengan flu babi, tidak menjadikan heran bagi bu menteri, karena hal itu mengingatkan beliau dengan peristiwa di Tanah Karo adanya 8 orang yang terjangkit flu kemudian 7 orang yang meninggal. Begitu hebohnya waktu itu, bahkan WHO menyatakan bahwa flu burung yang terjadi di Indonesia sudah menular dari satu manusia ke manusia lainnya.

Dengan kasus flu burung itu setiap bu menteri mengirimkan virus ke WHO ternyata yang menerima adalah pihak lain dan dengan bekerja sama perusahaan farmasi diciptakanlah vaksin yang dijual ke seluruh dunia dengan harga mahal. Dari itu dapat diambil pelajaran bahwa adanya konspirasi antara negara adidaya dengan organisasi global untuk melestarikan liberalisasi kapitalisme. Dengan konspirasi itu menimbulkan ketidakadilan, mengakibatkan kehancuran peradaban manusia yang bermartabat.

Kemudian ada apa dengan FLU BABI..? Akibat orang Mexico yang kena flu kemudian meninggal dunia, WHO berteriak pandemik di Mexico, sehingga dengan pernyataan WHO ini bangsa Mexico diembargo dan dikucilkan, kegiatan ekonomi lumpuh total, orang berkumpul-kumpul dilarang, bahkan orang Mexico yang bepergian ke negera lain dikejar-kejar dan ditangkap untuk diperiksa, benar-benar menjadikan dubes Mexico menangis ketika bertemu dengan Menkes. Hal ini mengingatkan kasus flu burung yang terjadi di Tanah Karo, pada kasus tersebut setelah diteliti ternyata ada kebohongan dikatakan oleh WHO, untung waktu itu dengan tegas kita nyatakan bahwa apa yang dituduhkan oleh WHO itu tidak benar atau curang, kalau hal ini tidak dilawan, maka kita akan kena embargo, ekonomi mati atau lumpuh dan akhirnya banyak negara kaya yang akan datang ke Indonesia untuk menawarkan utang.

Nah bisa jadi yang terjadi di negara Mexico ini tidak jauh beda dengan apa yang terjadi di Indonesia., malahan kasus di negara kita lebih berat karena tingkat kematiannya bisa mencapai 80 % dan terjadi di mana-mana, sementara flu babi yang heboh itu tingkat kematiannya cuman 1.9 % dan itu hanya terjadi di Mexico. Yang sangat mengherankan WHO tidak mau mengatakan ini dengan nama Flu Mexico sebagaimana flu yang terjadi di negara lain seperti Flu Vietnam, FLU Singapure, namun malah dinamakan flu BABI, padahal tidak ada hubungannya dengan babi.

Namun demikian langkah-langkah antisipasi telah dilakukan oleh departeman kesehatan ini sebagaimana yang sudah banyak diberitakan di berbagai media, diantaranya dengan memasang sensor deteksi panas tubuh di bandara-bandara international, menyiapkan obat tamiflu, menyiapkan 100 RS rujukan, menyiapkan laboratorium dan yang cukup penting adalah sosialisasi kepada masyarakat.

Bukti keberanian lain dari tokoh yang satu ini adalah menutup Lab NAMRU yang ternyata merupakan tempat mangkalnya Angkatan Laut Amerika Serikat. Betapa terkejutnya ternyata Lab NAMRU ini sudah 40 tahun beroperasi di Indonesia, ini berarti selama itu pula AL USA nongkrong di negara kita. Karena itu demi tegaknya kedaulatan bangsa Indonesia, Lab ini harus diTUTUP, walupun selama itu banyak jendral-jendarl yang sudah tahu namun tidak berani yang menutup operasinya laborat ini.

Semoga bu menteri istiqomah dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dan yang paling penting semoga Allah meridloi apa yang telah dan akan dilakukan oleh menteri kita ini..(tik)


Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.